BOOM Esports dan Persija Esports telah berjuang sekuat tenaga dalam gelaran knockouts VCT 2022 APAC Stage 1 Challenger pekan kemarin.
Para caster VCT tentu berkecil hati mengetahui bahwa tak satupun perwakilan Indonesia dapat melaju ke babak VCT Masters Reykjavik.
Namun, dibalik rasa sedih itu tentu masih tersimpan respect dan rasa bangga mereka karena tim-tim Indonesia sudah begitu tryhard dan berjuang hingga ke babak Knockouts VCT 2022 APAC.
Perjuangan itu pun tentu bukanlah hal yang sia-sia, tim-tim perwakilan Indonesia telah membuktikan banyak hal kepada regional APAC bahwa mereka memiliki kualitas dunia.
Lebih jauh, ONE Esports kali ini akan mengulas beberapa hal mengenai perjalanan Persija Esports dan BOOM Esports bersama para caster VCT yakni Davee dan Yanto “KOCUL”. Check this one out.
Tanggapan para caster terhadap Persija dan BOOM Esports
Para caster memberikan rasa respect mereka terkait perjalanan kedua tim perwakilan Indonesia tersebut di babak Knockouts VCT 2022 APAC Stage 1 Challenger.
Interview bersama kedua caster kondang Valorant yakni Daffa “Davee” dan juga Lukas Yanto “KOCUL” kami lakukan pada tanggal 26-27 Maret.

Berbicara mengenai tanggapan mereka terhadap Persija Esports, Yanto menyatakan bahwa ia sangat kagum terhadap tim yang baru dibentuk beberapa bulan ini.
Walau sempat meragukan bagaimana kualitas mereka sebagai tim baru, Yanto kemudian menilai bahwa pandangan nya terbukti salah. Ia pun yakin tim ini dapat bertumbuh menjadi lebih kuat ke depannya.
“Kalo untuk Persija sih jujur, saya sangat kagum ya dengan performa mereka. Dibentuk 3 bulan udah bisa sampai ke TOP 6 APAC. Walau sempat saya ragukan (karena baru terbentuk), namun mereka membuktikan kalau timnya benar benar memiliki kekuatan,” ujarnya.

Di lain sisi, Davee juga mengutarakan hal senada dengan Yanto. Namun, ia menambahkan bahwa Persija sudah cukup baik memulai kiprahnya sebagai tim baru di scene kompetitif Valorant.
“(VCT 2022 APAC) ini sudah menjadi awal yang cukup baik bagi mereka. Tapi saya yakin kalau mereka bisa memberi yang lebih baik di stage 2 nantinya. Di turnamen ini saja mereka sudah bisa survive dan lolos ke babak Knockouts merupakan hasil bagus untuk Persija,” ucapnya.
Sementara untuk BOOM Esports, Yanto menilai bahwa tim ini sebenarnya sangat kuat terbukti dari perjalanan mereka pada babak group stage.
Namun ia berpandangan bahwa BOOM kurang terlihat dominan di babak Knockouts karena strategi mereka yang sudah diketahui oleh para lawan.
“Selama fase group stage (BOOM) terlihat strong ya. Namun ketika memasuki babak knockouts, di samping bracket yang sulit, saya menilai mungkin permainan mereka sudah terbaca oleh lawan,” sambungnya.
Lalu, Davee juga menanggapi hal yang senada dengan Yanto. Menurutnya BOOM sudah benar-benar mempersiapkan diri dengan baik, hanya saja mereka sedikit kurang beruntung karena faktor bracket.

“Impact perubahan roster mereka (BOOM) itu benar-benar menjadi faktor pembeda ya. Gameplay mereka sudah sangat bagus, namun memang faktor unlucky dari bracket aja sih. Bracket nya jahat banget hehe,” sambungnya.
Kemudian, membahas mengenai faktor teknis dan nonteknis yang mungkin mempengaruhi Persija Esports. Yanto berpandangan bahwa dari segi teknis, Persija masih kurang di bagian strategi (gameplay) saja.
Lalu untuk faktor nonteknis, ia berpandangan bahwa chemistry yang belum demikian matang menjadi faktor penting dibalik kekurangan Persija saat ini.
“Persija sih memang kurang di strategi yang mereka miliki. Kalo dari tembakan (aim) sudah tidak perlu diragukan, pasti semua sudah tahu kualitas mereka. Berbicara soal nonteknis, mungkin lebih ke chemistry yang belum terlalu matang saja seperti tim-tim lain. Tinggal masalah waktu saja buat Persija nantinya,” ujar sang caster kondang tersebut.
Sementara itu, Davee tidak berkomentar banyak mengenai Persija Esports. Hampir senada dengan Yanto, ia berpikir bahwa kalau Persija sudah memiliki strategi/taktik yang matang tentu akan menjadi sosok menakutkan.
“Secara non-teknis kayanya ga ada, semua fine-fine aja dari Persija. Namun, mungkin lebih ke arah eksplorasi taktik. Kalau bisa di asah lagi playstylenya seperti tim-tim EMEA tentu mereka bisa jadi sosok menakutkan,” ujar sang caster bernama asli Daffa tersebut.
Lalu untuk BOOM Esports, Yanto menyatakan faktor nonteknis yang mungkin mereka hadapi ialah pressure/tekanan. Dan juga pemain-pemain yang underperform pada match krusial.
Sementara itu, dari segi teknis ia menyatakan bahwa permainan BOOM sudah kian terbaca oleh tim lain. Bahkan hal itu juga termasuk di beberapa map yang BOOM ungguli.
“Kalo nonteknis, mungkin pressure ya. Sama beberapa pemain BOOM yang terkadang tidak ‘step-up’ ketika dibutuhkan. Kalo dari segi teknis ya balik lagi, permainan BOOM sudah terbaca sekali bahkan di beberapa map yang seharusnya mereka bisa unggul, hal itu lah yang dimanfaatkan oleh lawan,” ucapnya.
Di lain sisi, Davee sudah mengutarakan hal sama terkait BOOM seperti yang diucapkannya terhadap Persija Esports.
Di akhir, Yanto mengungkapkan harapannya terhadap BOOM Esports dan Persija Esports serta tim Indonesia lainnya agar bisa melangkah lebih jauh ke babak VCT Masters. Ia ingin sekali melihat ada tim Indonesia dalam gelaran major Internasional Valorant.
“Harapan (kepada BOOM dan Persija Esports), sudah jelas saya ingin sekali melihat tim Indonesia bisa lolos ke MASTERS. Karena tim-tim Indonesia belum ada yang berpengalaman lolos menyentuh MAJORnya VALORANT,” pungkasnya.
Lalu, Davee di lain sisi menyatakan hal senada dengan Yanto. Berharap ada tim Indonesia yang bisa maju menuju VCT Champion Tour.
Bisa maju ke big stage, di stage 2 nantinya semoga tim-tim Indonesia bisa lebih berkembang dan menembus turnamen internasional.
“Harapannya (buat BOOM Esports dan Persija Esports) ya tentunya semoga tim Indonesia bisa ada yang lolos ke Champion Tour, itu kan big stage nya. Tidak masalah tidak lolos masters 1 ini, namun semoga di masters 2 mereka bisa punya perform yang lebih bagus, dan tembus ke lan event stage nya,” pungkasnya.
Well, semoga dari tanggapan caster-caster di atas nantinya tim-tim Indonesia bisa lebih maju dan berkembang ya teman-teman!
BACA JUGA : Mari temui Persija Esports: Senior-senior FPS berkualitas tinggi!