BOOM Esports dan Persija Esports resmi terdepak dari VCT 2022 APAC Stage 1 Challenger setelah keduanya menelan kekalahan pada babak Lower Bracket round 2 dan juga round 3.

Kami tidak terkejut dengan hasil ini, karena sebelumnya hal itu sudah kami perkirakan bagaimana peluang Indonesia untuk bisa memiliki wakil ke VCT Masters amatlah sulit.

Kendati demikian, kita harus berikan apresiasi terbaik bagi BOOM dan juga Persija atas kerja keras mereka selama gelaran turnamen VCT 2022 APAC Stage 1 Challenger.



Lebih jauh, ONE Esports akan memberikan ulasan mengenai perjalanan BOOM dan Persija di babak lower bracket. Check this one out.


Persija Esports tampil “nothing to lose” hadapi XERXIA

Babak kedua lower bracket dimulai dari Persija Esports yang bertanding menghadapi XERXIA. Mungkin benar, jika kemarin mental XERXIA sebagai rival sempat berantakan akibat kalah dari Paper Rex.

Namun, kami telah mengantisipasi bahwa kemungkinan mereka akan bangkit dan tidak akan goyah tentu sangatlah besar.

Di awal pertandingan, Macan Kemayoran berhasil mengimbangi kekuatan yang dimiliki oleh tim XERXIA. Akan tetapi, mereka tampak kewalahan karena di round-round selanjutnya tim lawan berhasil membalikkan keadaan.

Sempat mendominasi, XERXIA mulai dibaca oleh Persija dan perlahan Macan Kemayoran mulai mengejar selisih poin yang tertinggal.

Menuju late game, kekuatan Persija pun mulai kendor. Alhasil XERXIA yang sudah merasa mantap mendominasi, berhasil unggul dan map pertama ditutup 13-11 untuk kemenangan mereka.

Memasuki map kedua, pasukan Macan Kemayoran tampil sedikit lebih beruntung di awal. Unggul 2-0, namun hal itu tidak bertahan lama karena XERXIA berhasil mengejar.

Kendati demikian, pola permainan Persija di map kedua seolah menggali kuburan mereka sendiri. Hanya mendapat tiga poin saja, berbagai skenario mereka berhasil dipatahkan.

Menuju late game tidak ada perubahan sama sekali, XERXIA pun mantapkan langkah menuju babak selanjutnya dengan kemenangan 13-3 di map kedua.


Pasang surut perjuangan terakhir BOOM Esports

Melihat rekannya gugur, BOOM tentu sadar bahwa mereka adalah yang tersisa sebagai harapan terakhir Indonesia untuk melaju ke VCT Masters Reykjavik.

Bersiap menghadapi FULLSENSE, pasukan Serigala Hitam tampak percaya diri dapat mengalahkan tim asal Thailand tersebut dan melaju ke babak selanjutnya.

Sempat tertinggal poin di map pertama, BOOM berusaha sebaik mungkin hadapi kekuatan FS. Masuki mid-game pun kekuatan masih berimbang, BOOM semakin pede kali ini.

Kejar-kejaran skor pun terjadi di antara kedua tim, akan tetapi BOOM yang sudah mengunci pola permainan dari tim FULLSENSE. Alhasil mereka sukses raih kemenangan dengan skor 13-11 pada map pertama.

Berganti ke map berikutnya, FS kembali unggul di awal. Namun, kali ini BOOM tidak tinggal diam dan beri perlawanan untuk menghindari ketertinggalan.

Menuju ke arah mid-game jual beli serangan kedua tim tidak dapat dihindari dan sangat menarik untuk disaksikan. Baik BOOM dan juga FS mengerahkan seluruh kekuatan maksimal untuk mempertahankan harga diri.

Para pasukan Serigala Hitam pun tidak bisa berdiam diri, mereka terus berusaha menciptakan selisih poin yang jauh dari lawan mereka.

Kebuntuan yang dialami oleh para pemain FULLSENSE pun menjadi suatu pertanda baik. Walau lawan sempat menambah pundi-pundi poin, akan tetapi BOOM berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 13-9.

Manisnya kemenangan di match pertama, tentu tidak dapat dinikmati oleh BOOM karena mereka menyadari akan menghadapi zona hidup dan mati babak knockouts kali ini.

Seolah berjodoh, BOOM kembali menghadapi XERXIA untuk mengetahui siapa yang berhak melaju ke babak selanjutnya.

Memasuki map pertama, BOOM begitu mendominasi jalannya pertandingan namun para pemain XERXIA berhasil mengejar gap poin yang tercipta.

Mengarah ke mid game, kejar-kejaran skor pun terjadi. Strategi demi strategi dilancarkan kedua tim agar gap poin tidak demikian jauh

Akan tetapi, BOOM yang masih membawa aura positivisme dari match sebelumnya sudah berusaha dengan baik menuju late game. Map pertama pun ditutup dengan kemenangan 13-8 atas XERXIA

Memasuki map kedua, sushiboys dkk harus putar otak balikkan keadaan. XERXIA begitu mendominasi jalannya pertandingan sampai-sampai BOOM bahkan tidak mampu mengejar gap poin yang tercipta.

Mengarah ke late game, BOOM Esports pun tampak buntu dan sudah tidak memiliki strategi lainnya. XERXIA yang sudah berambisi besar untuk balikkan keadaan berhasil amankan map kedua 13-6.

Map penentu pun tampaknya akan menjadi saksi bisu, siapakah yang pulang menanggung rasa pilu. Masuki awal-awal permainan, jual beli serangan kedua tim tercipta dan saling kejar-kejaran skor.

BOOM kali ini tampil cukup baik di map ketiga, akan tetapi kekuatan XERXIA benar-benar di atas rata-rata, gap poin pun menjadi bukti nyata.

Hal itu juga yang kemudian membuat para pasukan Serigala Hitam tidak dapat banyak berbicara kali ini. XERXIA layak mendapatkan kemenangan mereka di map penentu ini.

Berjuang sampai titik darah penghabisan, BOOM pun harus menerima takdir pahit kekalahan mereka. XERXIA menutup map ketiga dengan skor 13-7.

Kekalahan ini pun menandakan asa tim-tim Indonesia untuk melenggang ke VCT Masters Reykjavik pupus sudah. Hal terakhir yang bisa diambil hanyalah apresiasi kepada setiap buah perjuangan mereka.

Terima kasih BOOM Esports, Persija Esports dan juga ONIC G yang sudah berjuang keras selama VCT 2022 APAC Stage 1 Challenger, see you on the next major tournament.

BACA JUGA : Apakah kutukan skor 9-3 di Valorant itu nyata?