PR tim-tim Valorant Indonesia tentu sangatlah banyak, bukan hanya berbicara tentang BOOM Esports, Persija Esports dan juga ONIC G pada VCT 2022 APAC kemarin.

BOOM Esports - Persija
Kredit: ONE Esports

Namun, hal itu juga merujuk ke seluruh tim-tim Valorant Indonesia lainnya juga. Kita tahu, bahwa di Indonesia begitu banyak tim-tim esports dengan segudang potensi.

Kemenangan Paper Rex tentu harus dijadikan sebagai suatu pedoman bagi tim-tim Valorant Indonesia. Mengapa demikian? Karena di sana ada Jason “f0rsaken” Susanto dan juga Aaron “mindfreak” yang notabene berkebangsaan Indonesia.



Hal itu tentu sangatlah penting, karena kita pasti mengenali istilah “Kalau dia bisa, kenapa kita tidak?” Dorongan positif itulah yang menjadi poin penting perbaikan tim-tim Valorant Indonesia nantinya.

Lebih jauh, ONE Esports akan membahas lebih jauh mengenai apa saja PR tim-tim Valorant Indonesia berkaca dari kejayaan tim Paper Rex.


PR tim-tim Valorant Indonesia berkaca dari kejayaan tim Paper Rex

Untuk membahas hal ini, ONE Esports berkesempatan untuk melakukan interview dengan caster VCT yakni Antonius “SON” Willson.

PR tim-tim Valorant Indonesia
Kredit: Instagram/glhfson

Pertama jika melihat dari perjalanan tim Paper Rex di scene kompetitif FPS, Willson menguraikan beberapa hal terkait tim asal singapura tersebut.

Ia menjelaskan, kejayaan tim Paper Rex saat ini bukanlah hal yang diperoleh dalam waktu singkat. Butuh proses panjang supaya mereka bisa menjadi demikian kuat.

“Ketika Paper Rex (PRX) pertama kali dibentuk, mereka bukanlah tim terkuat di Asia Tenggara bahkan di Singapura. Bongkar pasang pemain, eksperimen dengan strategi dan dalam 2 tahun akhirnya mereka bisa jadi juara. Sukses butuh waktu,” ujarnya.

Paper Rex
Kredit: Instagram/pprxteam

Kemudian ia juga menambahkan bahwa Paper Rex dari awal VCT 2022 APAC Stage 1 Challenger sudah benar-benar diunggulkan di atas kertas. Dan juga, hal itulah yang membuat aksi mereka begitu gila dan brutal.

“Dari awal Paper Rex memang sudah diunggulkan dalam turnamen ini. Tapi saya tidak menyangka bila mereka akan segila ini di Stage 1 Challenger,”

“Permainan mereka inovatif, fresh, dan beresiko tinggi, sebuah resep permainan yang mengandalkan nekat dan kepercayaan diri pemain-pemainnya,” sambungnya.

Willson berpandangan, bahwa saat ini performa tim-tim Indonesia sudah cukup baik. Namun, dikarenakan adanya pergantian roster di dalam tubuh masing-masing tim hal itu tentu berpengaruh besar. Kematangan tim dan juga pengalaman adalah kunci penting bagi sebuah tim dalam turnamen besar.

“Dibandingkan tahun lalu, performa tim Indonesia jelas membaik. Strategi, Teamwork, Komunikasi, Mental semua terlihat ada peningkatannya. Tapi dibandingkan dengan tim lain, satu hal yang tidak mereka miliki yakni pengalaman,”

“Itu terlihat jelas pada tim-tim perwakilan Indonesia mulai dari ONIC G, BOOM, dan PSJ. Umur mereka sebagai sebuah tim belum sampai 1 tahun (setelah adanya pergantian roster), hal itu jelas mempengaruhi bagaimana mereka mengambil keputusan sebagai sebuah tim mulai dari retake, swing, menahan site. Masih belum sinkron,” ucapnya.

Lalu, Willson juga memberi masukan kepada tim-tim Indonesia untuk bisa lebih berani bereksperimen dan juga bermain secara unorthodox.

“Secara gameplay, Indonesia harus lebih berani dalam bereksperimen. Karena selama ini mereka sering mengambil jalur aman dalam bermain, mengikuti meta yang sudah ada dan mengadaptasi jadi gameplay sendiri,”

“Coba lihat agent pick Paper rex dan cara mereka bermain, sangat unorthodox dan berani. Mereka sudah melatih hal tersebut dan menurut saya itu yang harus dicoba oleh tim-tim Indonesia,” pungkasnya.


Well, sebuah sudut pandang dan ulasan singkat yang sangat baik diberikan oleh Willson “SON”. Semoga nantinya tim-tim Valorant Indonesia bisa lebih maju dan berkembang ya teman-teman!

BACA JUGA : Nice try BOOM Esports dan Persija Esports!