Pemain pro Valorant tampaknya seiring waktu berjalan kian bertambah dan meluas di seluruh dunia. Hal ini pun kemudian menjadi sorotan terkait apa yang memotivasi mereka untuk berkompetisi di game FPS besutan Riot Games tersebut, salah satunya dari pesaing mereka yakni CS:GO.

Sebagai dua kekuatan besar yang kini digandrungi banyak pihak, persaingan antara Valorant dan juga CS:GO tidak terhindarkan. Kendati keduanya masih meraih popularitas yang sama, akan tetapi dampak daripada pertumbuhan pemain profesional Valorant yang semakin meluas sedikit menimbulkan ‘isu’ yang mengkhawatirkan di mata para pemain CS:GO.

pemain pro Valorant
Sentinels Valorant Team | Kredit: Riot Games

Motivasi untuk berkarier di scene kompetitif permainan apapun itu tentu beragam, mulai dari uang, nama yang tenar hingga faktor lainnya. Namun, di samping menekankan esensi ‘berlatih’ disamping ‘bermain’ sebagai seorang profesional benarkah pemain pro Valorant hanya bermain karena lebih mudah meraih penghasilan (uang)?



ONE Esports kali ini akan mengulik lebih jauh fakta dibalik asumsi apakah benar para pemain pro Valorant bermain karena lebih mudah memperoleh penghasilan dibanding menjadi pemain FPS ‘berkualitas’. Check this out.


Region NA semakin kompetitif dengan pertumbuhan pemain pro Valorant yang signifikan, Twistzz: “Mereka bermain karena lebih mudah berpenghasilan di sana”

Pemain FPS ternama asal FaZe Clan, Russel “Twistzz” Van-Dulken memberikan pendapatnya terkait jumlah pemain pro Valorant yang semakin bertumbuh dan berkembang di region NA (Amerika Utara).

Faze Clan
FaZe Twistzz | Kredit: PGL

Menurutnya, para pemain pro yang semula bermain di scene CS:GO berpindah ke Valorant di sana hanya semata mengejar ‘uang’ dan ia menilai bahwa mereka lebih gampang mendapatkan penghasilan berlimpah dari game besutan Riot Games tersebut.

“Menurut saya banyak pemain pro yang tadinya bermain di sini (CS:GO) lalu kemudian beralih ke game Valorant karena di sana mereka lebih mudah meraih penghasilan (uang) atau lebih mengejar ‘cuan’ dan menurut saya mereka hanyalah orang-orang yang tidak terlalu gigih berjuang,” ujarnya.

Sebagai sosok bintang yang kini meraih ketenaran bersama FaZe Clan, tentu Twistzz memahami bahwa menjadi pemain terkenal dan berkelimpahan adalah sebuah proses panjang.

FaZe Clan
FaZe Clan as EPL S14 Champions | Kredit: Twistzz (Instagram)

Faktanya, beberapa tim esports ternama Amerika Utara (NA) sebut saja 100 Thieves, TSM, hingga OpTic Gaming lebih tertarik untuk berkarier di scene Valorant dibanding CS:GO (tadinya) hal itu juga menjadi sorotan sang bintang berkebangsaan Kanada tersebut.


“Kami memiliki banyak pemain (FPS) berbakat, di Amerika Utara dan sangat sedih bila melihat mereka meninggalkan scene (CS:GO),”

“Namun, saya bisa memahami faktor utama yang lebih luas dibalik keputusan mereka terlebih penilaian bahwa scene CS:GO tidak terlalu ramai di sini (NA),” sambungnya.

FaZe Clan
FaZe Twistzz dengan EPL Trophy | Kredit: Twistzz (Instagram)

Ia lebih menekankan, dibanding bermain untuk sekedar berpenghasilan adalah lebih baik bermain karena kerinduan untuk bisa menjadi pemain (FPS) terbaik dengan kemampuan yang teruji dan diakui.

“Menjadi pemain pro memang bukanlah pekerjaan yang normal (bekerja untuk dibayar), akan tetapi kami (pemain pro CS:GO) lebih bermain dan berkompetisi untuk menjadi ‘yang terbaik’ dan harusnya mereka bisa berpikir demikian,” pungkasnya.


Well, terlepas dari apapun motivasi setiap pemain profesional dalam bermain dan berkompetisi entah itu dalam scene CS:GO atau mungkin Valorant semoga semua pemain tetap saling respect.

BACA JUGA : Resmi! Valorant Champions Tour akan digelar di Kopenhagen dan Istanbul