SEA Games 2021 PUBG Mobile squad mode telah dimulai pada Kamis (19/5) waktu setempat. Usai sebuah penundaan dikarenakan faktor teknis, qualifier tetap digelar secepat mungkin agar tidak mengacaukan jadwal yang telah di susun oleh panitia.
17 tim berlaga untuk mencari 16 tim utama yang akan bersaing dalam 2-hari pagelaran babak finals dari nomor pertandingan squad (tim). Untungnya, Indonesia tetap tampil gemilang seusai Alan “Satar” yang berhasil meraih medali perak untuk Indonesia, di nomor individu.

Kendati Indonesia berhasil tampil gemilang, akan tetapi performa salah satu tim tampak menjadi sorotan yakni dari tim ‘Merah Putih’. Tim yang dipimpin oleh Katou sebagai IGL sedikit lemas dan harus berpuas di papan kanan klasemen akhir kemarin.
- SEA Games 2021 PUBG Mobile: Jadwal, hasil, klasemen dan cara menonton
- 3 rival terberat timnas PUBG Mobile di SEA Games 2021 versi Ssanskuy
Tim yang diasuh oleh Andrew “Cloveer” Harwin tersebut tidak terlalu menunjukkan kekuatan maksimal yang mereka miliki kendati pemain-pemain seperti Microboy, Potato ada di sana.

Lantas, bagaimana kah nantinya peluang mereka untuk bisa tampil lebih baik di babak finals? ONE Esports kali ini akan membahasnya bersama IGL BOOM, Kent413.
Tampil kurang bersinar di qualifier SEA Games 2021 PUBG Mobile Squad mode, leaderboard diyakini bukan acuan untuk mengukur kualitas tim
Melalui text interview bersama ONE Esports, BOOM Kent memberi tanggapannya terkait performa tim Indonesia dalam ajang SEA Games 2021 PUBG Mobile qualifier.
Menanggapi performa tim ‘Merah Putih’ yang tidak terlalu bersinar kemarin, Kent menyebut bahwa leaderboard atau klasemen bukanlah acuan penentu kualitas dari performa sebuah tim.

“Kalau dibilang mereka (Merah Putih) kurang bersinar saya sih kurang setuju ya mas. Karena jujur, performa sebuah tim baik di turnamen esports biasa atau SEA Games 2021 ini ya tidak bisa semata diukur berdasarkan hasil pada leaderboard/klasemen,” ujarnya.
Berbicara tentang sosok pelatih tim ‘Merah Putih’ yakni Andrew “Cloveer” Harwin yang pernah bekerja sama dengan Kent selama menangani BOOM dulu pun, ia yakin bahwa staf pelatih timnas PUBGM Indonesia sudah bekerja keras dan melakukan yang terbaik.
“Saya yakin bantuan dari coaching staff yang dimiliki oleh timnas PUBGM dan didukung oleh pengalaman masing-masing pemain di tim ‘Merah Putih’ kita tetap bisa meraih hasil maksimal,” sambungnya.
BOOM Kent yakin tim ‘Merah Putih’ siap tampil lebih menggila di babak finals, antisipasi Thailand dan Vietnam sebagai rival
Lebih jauh, BOOM Kent tetap yakin dan optimis bahwa tim ‘Merah Putih’ siap tampil menggila dan meraih hasil maksimal di babak finals.
“Bagi saya, data yang telah dikumpulkan pada saat babak qualifier dapat menjadi satu tumpuan bagi tim ‘Merah Putih’ agar bisa memberikan performa yang lebih baik selanjutnya. Saya yakin dan optimis, tim ‘Merah Putih’ bakal lebih menggila di babak finals,” tuturnya.
Sebagai catatan tambahan, Kent menyampaikan bahwa Indonesia perlu mewaspadai kekuatan negara pesaing seperti Thailand dan Vietnam sebagai tuan rumah. Mental tentu menjadi faktor penentu bagi masing-masing tim untuk bisa meraih prestasi terbaik.
“Kalau menurut saya terkait performa Thailand dan Vietnam ya, Thailand will always be favourite. Dan tuan rumah, Vietnam juga akan menjadi rival/kontender yang kuat bagi timnas Indonesia. 15 games penentu di babak finals akan menjadi saksi siapakah yang layak mendapatkan medali emas,”

“Bagi saya, its all about mentals dan semua tim akan melakukan yang terbaik bagi negara masing-masing termasuk juga Indonesia,” pungkasnya.
Well, kita tunggu saja ya teman-teman bagaimana performa timnas PUBG Mobile kita di babak finals SEA Games 2021 PUBGM Squad mode finals nantinya. Semoga mengikuti jejak Alan “Satar” Raynold Kumaseh kita bisa meraih medali emas sekaligus perak.
BACA JUGA : Perak rasa emas! Kisah Cinderella Alan (Satar) di PUBG Mobile Individu SEA Games 2021