Team Liquid Valorant tampaknya tengah diterpa isu-isu tidak mengenakkan kala beberapa waktu yang lalu sang pelatih yakni Connor “Sliggy” Blomfield. Sang pelatih yang diketahui bergabung sejak Liquid membuka divisi Valorant ini pun memutuskan untuk hengkang atas keputusan pribadi.

Team Liquid memang sedang mengalami masa-masa yang kurang menyenangkan terlebih seusai VCT Masters Reykjavik Stage 1 yang lalu dimana mereka harus menelan kekalahan pahit dari LOUD, tim asal Brazil hingga ZETA Division asal Jepang di babak Lower Bracket.

Team Liquid
Team Liquid | Kredit: Team Liquid (Instagram)

Kekalahan tersebut tentu benar-benar menghadirkan guncangan di dalam tubuh tim Liquid, pasalnya mereka cukup difavoritkan untuk bisa meraih gelar juara dengan segudang potensi yang mereka miliki terutama pada 1Tap King, Adil “ScreaM” Benrlitom.



Team Liquid
ScreaM & Nivera | Kredit: TL ScreaM (Instagram)

Namun sayang seribu sayang, asa tersebut harus kandas diterpa angin. Kini, Team Liquid harus berpisah dengan sang pelatih ternama. Akan tetapi semangat juang mereka tetap tinggi untuk bisa membawa ‘peak result’ kembali ke tangan mereka.


Akui tak lagi sevisi dan sejalan, Sliggy meninggalkan Team Liquid

Melalui tulisan pada akun twitternya, Sliggy mengungkapkan bahwa alasan utama dibalik kepergiannya sebagai seorang pelatih adalah dikarenakan tak lagi memiliki kesamaan visi dan kesepahaman dengan para pemain Team Liquid.

Benar saja, buntut kekalahan mereka pada VCT Masters Reykjavik kemarin cukup memukul moral setiap pemain Team Liquid. Perpecahan pun tentu tak terhindarkan maka perpisahan diyakini menjadi solusi terbaik bagi kedua belah pihak.



“Saya resmi mengundurkan diri dari tim (Liquid) setelah (VCT Masters) Iceland dikarenakan perbedaan visi dan arah pemikiran di dalam tubuh tim,”

“Terima kasih atas semua support yang telah diberikan oleh Team Liquid selama ini, dan teruntuk para fans kalian luar biasa. Banyak kenangan tercipta bersama dengan kalian (Liquid) dan saya sudah banyak belajar,” ujarnya.



Sebelum berkarier sebagai pelatih Team Liquid Valorant, Sliggy merupakan salah seorang pemain CSGO yang tidak terlalu dikenal. Ia lebih banyak menghabiskan waktu sebagai seorang observer bagi Valve, induk perusahaan game FPS ternama tersebut.

Bak kejatuhan durian runtuh, sontak ia meraih popularitas di Valorant dengan menciptakan berbagai meta unik dan penguasaan banyak pool agent bagi setiap pemain di timnya. Racikannya pun selalu tepat dan sangat membantu performa Team Liquid.

Team Liquid
Kredit: Team Liquid (Instagram)

Bersama Sliggy, Liquid berhasil melaju sebanyak 3 kali ke gelaran VCT Masters (kecuali Berlin). Pada VCT Champions 2021, Ia berhasil membawa Liquid finis ke 4 besar. Sejak kepergian Sliggy diumumkan, untuk saat ini Team Liquid belum mengumumkan nama pengganti.


Potensi Jammpi meninggalkan Team Liquid untuk kembali ke CS:GO

Terungkap! Seusai kepergian sang pelatih, Team Liquid kembali diterpa isu tak sedap kala sang aimstar yakni Elias “Jammpi” Oikonnen berpotensi meninggalkan tim dan kembali beralih bermain di scene kompetitif CS:GO.

Dalam sebuah sesi live-stream yang direkam oleh Jake Lucky seorang esports reporter dan inside-man, Jammpi menyatakan bahwa dirinya sedang mempertimbangkan untuk kembali bermain di scene CSGO terlebih saat ini status “banned” sebagai seorang pemain profesionalnya telah dicabut oleh Valve beberapa waktu yang lalu.



“Saya tengah mempertimbangkan untuk kembali ke CSGO,” ujarnya.

Lebih jauh, dalam sebuah kepingan clip yang tersebar dan kini sudah dihapus juga terungkap bahwa kemungkinan besar Jammpi akan meninggalkan Team Liquid pada bulan Oktober atau seusai VCT Masters Stage 2: Kopenhagen bagaimanapun hasil yang diperoleh bersama Liquid.


Tampaknya, situasi yang cukup serius melanda Team Liquid teman-teman, kita tunggu saja nanti apa yang akan terjadi selanjutnya. Good luck, Sliggy and Jammpi.

BACA JUGA : Benarkah para pemain pro Valorant bermain karena lebih mudah menghasilkan uang?