BTR Arctic sebagai salah satu tim VCT ID Stage 2 yang lolos dari babak Open Qualifier cukup memberi tantangan tersendiri bagi para tim-tim invited seperti BOOM Esports, ONIC G, Alter Ego hingga Persija Esports.
Pasukan Robot merah kini tengah berbenah usai melakukan perombakan di dalam tubuh tim. Kekalahan pada VCT ID Stage 1 merupakan akar pahit yang harus diatasi oleh BTR. Perubahan pemain pun diyakini oleh sang manajer juga manajemen tim sebagai opsi terbaik.
Mengawali VCT ID Stage 2, BTR Arctic terbilang ‘kurang hoki’ usai insiden blackout (mati lampu) yang menimpa mereka kala berjumpa dengan Persija Esports di awal match day. Yakin berpotensi menang, Bigetron menunjukkan impact yang lebih serius di beberapa pertandingan selanjutnya.
- VCT Challengers Indonesia Stage 2 Group Stage: Jadwal, hasil, klasemen dan cara menonton
- Waspadai Persija, manajer ONIC Esports: “Mereka bisa bangkit”
Walau saat ini BTR tercatat dapat mengatasi lawan-lawan yang tidak begitu tangguh, ujian sesungguhnya hadir di pekan selanjutnya. ONIC G hingga nama-nama lainnya seperti BOOM Esports hingga Alter Ego tampaknya siap menjadi tembok besar yang harus di runtuhkan.
ONE Esports kali ini akan membahas mengenai performa BTR Artic pada pekan pertama VCT ID Stage 2 dan juga persiapan mereka menuju pekan kedua. Check this out.
Insiden ‘mati lampu’ dan peningkatan performa BTR Arctic di VCT ID Stage 2
Melalui text interview bersama ONE Esports, Reinaldo “Dugong” selaku manajer dari BTR Arctic Valorant tim Bigetron Esports memberikan tanggapan terkait performa timnya pada pekan pertama VCT ID Stage 2 yang cukup berliku.
Sebagaimana telah disebutkan di atas, Bigetron tampak ‘kurang hoki’ kala tertimpa insiden mati lampu yang membuat mereka harus forfeited/mengaku kalah dari Persija Esports.
“Kemarin itu (saat terjadi insiden mati lampu) kita memang bener-bener unlucky ya. Akan tetapi dari kita selaku manajemen, sudah menyiapkan backup plan kedepannya jika terjadi insiden yang sama,” ujarnya.
Kendati demikian, seolah mencoba mengambil hikmah dari peristiwa tersebut performa BTR tampil cukup baik menghadapi lawan-lawan mereka di awal seperti DEWA United dan juga ARF Team.
“Menurut saya selepas adanya masalah teknis kemarin performa yang ditampilkan anak-anak belum terlalu maksimal ya,”

“Walau kami berhasil menang dalam beberapa match, namun dari segi taktis dengan adanya patch baru membuat tim harus beradaptasi dan menghadapi trial and error beberapa kali,” sambungnya.
Berbicara tentang kekurangan yang dialami oleh BTR Arctic, Rei (sapaannya) mengutarakan bahwa kini timnya telah memiliki pelatih yang masih ‘dirahasiakan’.
“Sebelumnya (di VCT Stage 1) kami memang belum memiliki pelatih. Namun, untuk Stage 2 sekarang sudah ada pelatihnya ya. Menurut saya itu juga menjadi ‘kejutan’ dari kami untuk pekan pertama kemarin,” ungkap sang manajer.
HIKE Digital sebagai tim yang sama seperti BTR berasal dari open qualifier kurang lebih performanya cukup baik sejauh ini pada pekan pertama. Bersiap untuk menghadapi mereka esok, Rei memberi apresiasi terhadap HIKE yang cukup impresif.
“Sesama tim yang berasal dari open qualifier, saya merasa semua tim ingin menunjukkan kualitas yang sama ya baik itu tim esports ternama atau bukan dan semua tentu tidak mau dianggap remeh oleh satu sama lain. Menurut saya HIKE itu salah satu tim yang cukup baik,” ujar Rei.
Respek terhadap semua tim, ujian berat di pekan kedua dan siap memberikan kejutan
Sebagai salah satu lawan yang akan menghadapi BTR Arctic, ONIC G cukup mewaspadai gebrakan apa yang dapat dilakukan oleh pasukan Robot Merah. Hal tersebut disampaikan oleh sang manajer yakni Ryan “RIGGS”.
“Kalau berbicara tentang lawan kita yakni BTR atau Persija menurut saya keduanya cukup kami antisipasi. BTR itu sejak kemarin terkena technical issue performanya cukup meningkat drastis,” ujarnya.
Menanggapi pernyataan tersebut, Rei menyatakan bahwa timnya sangat respek terhadap semua peserta VCT ID Stage 2 baik invited teams atau open qualifier teams. Ia juga menyatakan bahwa timnya sangat excited untuk menghadapi pasukan Landak Kuning nantinya.

“Kami sangat respek kepada semua tim peserta VCT ID Stage 2, khususnya ONIC G sebagai salah satu tim terkuat. Kami sangat mengapresiasi bahwa kami cukup diantisipasi, dan kami juga sangat excited untuk menghadapi mereka nantinya,” sambungnya.
Menyadari bahwa lawan-lawan di sisa laga cukup tangguh, Rei tetap optimis timnya bisa memberikan yang terbaik bahkan siap untuk memberi ‘kejutan’ di pekan selanjutnya.
“Kami menyadari bahwa lawan-lawan kami selanjutnya adalah lawan yang cukup tangguh, namun kami sangat excited untuk menghadapi mereka semua dan kami siap memberikan ‘kejutan’ nantinya, tunggu saja ya,” pungkasnya.
Menarik untuk disaksikan ya teman-teman, tampaknya tim BTR Arctic sudah meraih momentum mereka saat ini semoga tetap bisa konsisten hingga akhir turnamen.
BACA JUGA : Tips Valorant: Pilihan map terbaik untuk Agent Fade