Week 3 MPL ID Season 10 sangat layak untuk dilupakan secepat mungkin oleh para penggawa RRQ Hoshi dan seluruh penggemarnya. Bagaimana tidak, tim juara bertahan ini memutus kemenangan beruntun di dua pekan pertama kompetisi dengan dua kekalahan berturut-turut. 

Bukan hanya sekadar kekalahan, tetapi Lemon dan kawan-kawan ditumbangkan oleh dua tim yang memiliki status berbeda di klasemen yaitu EVOS Legends dan Rebellion Zion. 

Kekalahan yang diderita RRQ sedikit banyaknya menimbulkan kehebohan. Tumbang di tangan seteru abadi tentu saja akan sulit untuk diterima oleh para Kingdom namun yang jauh lebih mengagetkan lagi adalah, sehari kemudian mereka juga dikalahkan oleh Rebellion, tim yang di atas kertas seharusnya dapat ditaklukkan dengan mudah.



RRQ meradang, Kingdom terguncang dan pertanyaan terbesarnya adalah apakah dua kekalahan yang diterima ini sudah lebih dari cukup bagi manajemen tim untuk menekan tombol panik dan melakukan perubahan secara drastis?

Panik? RRQ Hoshi punya sederet kualitas top!

Panic Button

Terlepas dari tekanan hebat yang sekarang tengah dialami oleh RRQ Hoshi, terdapat sederet fakta di musim ini yang tidak dapat dikesampingkan oleh siapapun \ pemerhati scene kompetitif Mobile Legends: Bang Bang.

  1. RRQ Hoshi bertabur bintang
    Jangan lupa, RRQ tetaplah RRQ. Tim ini adalah salah satu yang terkuat di Indonesia dengan pemain-pemain top menghuni di setiap lini. Siapa di antara kita yang berani meragukan kemampuan Alberttt, Lemon, Skylar, Vyn, Clay dan R7? Mereka adalah deretan pemain elit dengan pengalaman segudang di kancah domestik dan internasional.
  2. RRQ Hoshi tumbangkan tim kuat MPL ID
    RRQ Hoshi adalah penguasa singgasana klasemen hingga week dua MPL ID S10, dan mereka melakukan itu dengan menghajar sederet tim kuat lainnya seperti Bigetron Alpha, Alter Ego hingga ONIC Esports yang juga diperkuat oleh pemain-pemain top Indonesia.
  3. RRQ Hoshi di masa transisi
    RRQ masih dalam transisi? Masa iya, bukankah skuad Raja tidak banyak perubahan dari season sebelumnya? Argumen ini secara sekilas tepat, namun jangan lupa jika ada tambahan tenaga di balik layar berkat kedatangan Arcadia. Mencoba melebur gaya permainan Indonesia dan Filipina adalah ide yang apik, namun tentunya dibutuhkan waktu dalam berproses menuju sempurna.
  4. Jangan lupakan sejarah
    Bukankah RRQ Hoshi juga tumbang di tangan EVOS Esports di paruh pertama MPL ID Season 9? Ketika itu Raja dicakar Macan dengan skor 2-1 tepatnya pada pekan ketiga kompetisi, dan pada perjalanan berikutnya mereka melaju kencang lalu sukses melangkahkan kaki ke partai puncak untuk menjadi juara.

Kekalahan terkadang bagai pil pahit yang sulit ditelan namun tetap dibutuhkan agar kita dapat melihat secara jernih kesalahan atau kekeliruan untuk menjadi lebih baik. Dengan mencoba melihat perkembangan dan berbagai dinamika yang tengah terjadi di scene MPL ID S10, rasanya RRQ Hoshi belum perlu untuk menekan tombol panik. Kompetisi masih panjang dan kesempatan untuk Raja dari segala Raja untuk bangkit lebih kuat masih terbentang lebar.

BACA JUGA: Inilah senjata terkuat EVOS Legends di MPL ID S10!