EVOS Glory mengubah banyak hal jelang MPL ID S13. Mulai dari staf pelatih hingga para pemain terbilang sangat segar.

Mereka memulai semuanya dari nol dan mencoba membangun sesuatu yang bisa dibanggakan setidaknya untuk 2024 ini. Apalagi Macan Putih sudah cukup lama puasa gelar MPL ID. Terakhir mereka mendapatkannya di season 7.

Namun, EVOS yang biasanya sangat kental dengan permainan agresif lewat aksi-aksi inisiasi para roamernya. Atau pun jungler yang kerap bergerak bebas dan punya kualitas individual untuk outplay, sepertinya tak akan lagi terlihat.

Kapten EVOS Glory, Jadwal EVOS Glory di MPL ID S13, MLBB, Mobile Legends
Sumber: EVOS TV

Di bawah arahan pelatih asal Filipina, Theo, dengan para pemain baru seperti Vann, Super Red, dan Warlord. Gameplay EVOS Glory benar-benar berubah 180 derajat dari era EVOS sebelumnya.

Penulis langsung mengingat sebuah filosofi yang sempat menjadi buah bibir di dunia sepak bola dan dibawakan oleh Jose Mourinho.

Mourinho pelatih jenius dengan taktik pragmatis

Mourinho adalah antitesis dari sepak bola indah yang diproklamirkan oleh Barcelona milik Pep Guardiola beberapa tahun lalu, yakni tiki-taka.

Mourinho adalah pelatih yang sangat memikirkan cara menghalau lawan. Cara counter terbaik, bahkan dengan skema seburuk apapun, akan dia lakukan jika memang bisa membuahkan hasil positif.

Saat memimpin Inter Milan di musim 2009/10, Mourinho melepas hampir semua nama besar mulai dari Luis Figo, Patrick Vieira, Hernan Crespo, Adriano, hingga Zlatan Ibrahimovic.

Mourinho
Sumber: AFP

Penggantinya tak sepadan di mata fans. Thiago Motta, Diego Milito, Goran Pandev, Olivier Dacourt, Ricardo Quaresma. Mungkin cuma Wesley Sneijder dan Samuel Eto’o yang memuaskan fans, itu pun usia mereka sudah tak muda lagi.

Kapten EVOS Glory terkuak, bukan Vaanstrong
Bangkrut? Aktivitas bursa transfer EVOS telan dana hampir Rp1 miliar
EVOS Glory dihujat, EVOS Glory bersemangat

Banyak yang meragukan, tapi Inter dari Mourinho malah mampu meraih treble winner di musim tersebut dengan gaya pragmatis atau parkir bus yang diperlihatkan. Menghadapi tim super atraktif seperti Barcelona dan Bayern Munich, Inter berhasil menang dengan filosofi yang dimiliki.

Sumber: AFP

Tiki-taka dibekuk negative football dengan parkir bus dan serangan balik super cepat. Efektivitas berbicara di sana. Dan apa yang menjadi ciri khas Mourinho di masa keemasannya itu, sedikit terlihat dari apa yang EVOS Glory coba usung.

EVOS Glory coba filosofi Mourinho di Land of Dawn

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Filipina punya gameplay yang sangat objektif dan tanpa terlalu banyak aksi freestyle di Mobile Legends. Itu menjadi alasan kenapa banyak fans Indonesia kerap bosan ketika menonton MPL PH yang full akan makro play.

Jumlah kill yang sedikit, late game di hampir semua pertandingan, menjadi ciri khas. Tak lupa bagaimana pengambilan keputusan pada tiap momen menjadi yang paling penting. War di waktu yang tepat, pengaturan minion wave sempurna, sampai tahu kapan split kapan tidak.

Profil dan biodata Vann, EVOS Vann, EVOS Glory, MPL ID S13, MLBB, Mobile Legends
Kredit: Dhonazan Syahputra/ONE Esports
Profil dan biodata Vann: The next rising Jungler, harapan baru EVOS!

EVOS Glory benar-benar dalam proses menuju ke arah sana. Setidaknya dari apa yang mereka perlihatkan di Hope Cup beberapa waktu lalu.

Jika melihat secara sekilas, performa EVOS Glory jauh dari kata menghibur. Mereka selalu kalah early game melawan siapapun lawannya. Pembuka dan penutup turnamen juga tidak begitu memuaskan.

Kalah dari ONIC Prodigy dan takluk di grand final melawan Bigetron Alpha memperlihatkan Vann Cs masih dalam proses penyempurnaan gameplay serta chemistry.

Meski begitu di sisa pertandingan lainnya, EVOS Glory perlahan memperlihatkan identitas baru. Performa yang sangat sabar, sangat objektif, dan menunggu momen tepat untuk melakukan tusukan menjadi yang paling terlihat.

Vann adalah jungler yang benar-benar fokus akan objektifnya. Mungkin KDA sang pemain kerap tak mencolok dan permainannya pun tak seperti kebanyakan jungler Indonesia yang sering gendong-gendong. Tapi cara dia retribution masih ada di level atas.

Profil dan biodata Super Red, Super Red, EVOS Super Red, EVOS Glory, EVOS Esports, MLBB, Mobile Legends
Kredit: Dhonazan Syahputra/ONE Esports
Eksklusif: Super Red gabung EVOS gara-gara Ducky, sempat didekati 4 tim besar

Bagaimana dia membuat space kala EVOS menang di semifinal lewat split push melawan Bigetron pun menjadi pembicaraan. Diserang semua pemain BTR, Vann masih bisa meng-cancel Moreno dengan skill 2 Baratsnya padahal jarak terbilang jauh.

Super Red sebagai gold laner juga sangat amat pasif dan sabar. Jangan harap Super Red terpancing di early dan mid game karena fokus dia hanya farming dan mengamani diri sendiri agar di momen yang tepat bisa melakukan eksekusi.

Permainan Warlord dan Vaanstrong mengikuti gaya ini. Mungkin hanya Veldora satu-satunya pemain agresif di EVOS Glory yang kerap membuat pergerakan-pergerakan.

Itu pun dia bergerak berdasarkan target dari kawan-kawannya. Sejauh ini Veldora adalah tipe zoning dan split push yang sangat baik. Tak kaget hero pegangannya adalah Cici, Benedetta, dan Paquito.

Permainan objektif dan late game menjadi ciri khas baru EVOS Glory. Sama seperti tiap tim besutan Mourinho, Macan Putih saat ini mengabaikan permainan indah yang atraktif penuh freestyle. Fokus mereka benar-benar tentang memenangi pertandingan apapun cara yang digunakan. Sehingga objektif dan gameplan late game merupakan pegangan mereka.

Menarik menunggu apakah taktik ini bisa dimatangkan dengan cepat oleh Theo pada MPL ID S13? Hanya waktu yang bisa menjawab.

Ikuti akun resmi ONE Esports di Facebook, Instagram dan TikTok untuk mendapatkan kabar terkini esports, hasil pertandingan, gosip transfer dan update harian lainnya.

BACA JUGA: Jadwal EVOS Glory di MPL ID S13