Clover anak emas EVOS Legends menjadi sesuatu yang kerap dibicarakan sepanjang MPL ID S10. Hal ini terkait kondisi Macan Putih yang memasuki New Era.
Bersama roster yang benar-benar fresh, hanya Clover angkatan juara season 7 yang tersisa. Setelah para veteran di-farewell, Ferxiic yang awalnya ada di roster, malah diturunkan ke MDL. Alhasil Clover lah satu-satunya pemain senior di sana.

Fans bertanya-tanya. Mengapa Clover masih bertahan. Mereka menganggap pemain bernama asli Hafizhan Hidayatullah itu sebenarnya juga bukan pemain yang gendong-gendong amat. Apalagi EVOS memiliki Branz di Icon.
Musim ini performa Clover memang cukup memuaskan. Bukan yang sangat menonjol, tapi sejak kedatangan Sutsujin dan Dreams, Clover pun memperlihatkan permainan yang apik.

Terlepas dari itu, tetap saja julukan Mbappis atau Clover anak emas EVOS Legends masih sering terdengar.
- EVOS Legends juara paruh musim, bagaimana peluang angkat piala Macan Putih?
- EVOS Sutsujin jadi pusat perhatian, calon bintang atau overrated?
Clover anak emas EVOS Legends bukan tanpa alasan
Sebenarnya julukan Clover anak emas EVOS Legends terjadi bukan tanpa alasan. Bukan berarti posisinya adalah baku di tim dan tak tergantikan. Tapi lebih kepada pengaruhnya untuk para pemain muda yang ada di tubuh tim.
Saat live streaming, Zeys akhirnya mengungkapkan mengapa Clover begitu penting di tubuh tim dan relatif tak tergantikan.
“Hafiz itu jika main MM selain Wanwan memang rada kurang stabil. Cuma dia ada di tengah, benar-benar hati (jantung atau pusatnya) EVOS Legends. Dia adalah shotcaller, di outgame leadernya juga dia. Jika kalian ganti shotcaller dan leader, pengaruhnya akan besar,” kata Zeys.
“Andai Branz masuk ke posisi dia. Leader dan shotcaller siapa? Mungkin Branz bisa shotcaller, tapi tim lebih biasa main dengan shotcall-nya Clover. Kalau main sama Branz harus mulai dari nol lagi,” pungkas dia.
BACA JUGA: Apa arti simbol kiyowo EVOS Legends? Kami punya jawabannya