Jatuhnya ONIC Esports ke Lower Bracket mungkin merupakan kejutan terbesar di fase grup M3 World Championship. Tapi kejutan di piala dunia MLBB tahun ini bukan hanya itu saja, contohnya adalah dua Maniac dan satu Savage dari Alberttt yang tidak pernah tumbang sama sekali dan dua perwakilan Singapura yang tak diduga-duga mampu mengamankan slot Upper Bracket.

Menanggapi dua fenomena tersebut, midlaner RRQ Hoshi “Clay” mengungkapkan pendapatnya saat melakukan live streaming bersama Ererki Moba.

Syarat lain yang harus dipenuhi Alberttt jika ingin jadi jungler terbaik dunia

RRQ Alberttt
Kredit: Moonton

Kekecewaan penggemar MLBB Indonesia setelah ONIC Esports gagal di fase grup sedikit terbayar saat RRQ Hoshi beraksi. Dari tiga pertandingan yang dijalani tim Raja dari segala Raja, mereka mampu memenangkan semuanya.

Lebih hebatnya lagi, jungler Alberttt berhasil mencatatkan dua Maniac dan satu Savage tanpa pernah terkena kill sama sekali. Tak heran jika banyak orang mulai beranggapan jika pemain asal Bali ini layak dinobatkan sebagai jungler terkuat di dunia.

https://youtu.be/dVmH861ihPw?t=20483

Namun rekan setim sekaligus midlaner RRQ Hoshi, Clay, memiliki pendapat yang sedikit berbeda dengan mengatakan status tersebut baru layak disematkan setelah Alberttt mampu membawa RRQ Hoshi menjuarai M3 World Championship.

“Saya setuju dengan status Alberttt sebagai jungler terkuat di dunia, namun dia baru benar-benar layak mendapatkan gelar itu setelah menjadi juara M3.”

https://www.youtube.com/watch?v=gFWxtZvmqiQ&t=38s


Clay sebut faktor tuan rumah berkontribusi dalam keberhasilan tim Singapura

EVOS SG
Kredit: ONE Esports

Selain memberikan komentar tentang Alberttt yang kini disebut sebagai jungler terkuat di dunia, Clay juga memberikan tanggapannya tentang kesuksesan tim Singapura di fase grup M3 World Championship.

Menurutnya EVOS SG dan RSG SG bisa mendapatkan tiket upper bracket karena mental mereka terbantu oleh faktor tuan rumah. Namun Clay juga tidak menyangkal jika kedua tim tersebut sudah berkembang pesat.

“Faktor tuan rumah bisa menjadi faktor pendukung yang membuat tim Singapura bisa lolos ke upper bracket dan mereka juga sudah berkembang,” ujar Clay.

Ketika ditanya tim mana yang ingin dia hadapi setelah melihat putaran fase grup. Pemain asal Bogor mengatakan dia penasaran dengan Blacklist International karena dia tidak ada di skuat saat RRQ Hoshi ditumbangkan back-to-back champion MPL PH di MPLI 2021.

“Komposisi tim Blacklist International terlihat kuat, namun kami (Clay dan Xinn) belum mengetahui pasti tentang hal tersebut karena di MPLI 2021 kami tidak bermain. Semoga saja nanti kita bisa bertemu.”

Ikuti ONE Esports di Facebook untuk berita, panduan, dan highlight Mobile Legends: Bang Bang lainnya.

BACA JUGA: Jadwal M3 World Championship, prize pool, pembagian grup, hasil pertandingan