Masih segar diingatan ketika juara MPL ID Season 8 dan MPLI 2021, ONIC Esports, secara mengejutkan kalah pada dua dari tiga pertandingan fase grup M3 World Championship dan memaksa mereka untuk puas menjadi juru kunci.

Tim yang digadang-gadang memiliki kesempatan terbesar untuk menjadi juara dunia di tahun ini terkejut dengan perlawanan pesaingnya di Grup B. Setelah mengalahkan lawan terkuat di grup, ONIC PH, mereka justru kelimpungan saat berhadapan dengan Vivo Keyd dan Todak.

Apa yang terjadi dengan ONIC Esports? Mengapa mereka bisa menang melawan ONIC PH namun tidak dengan Vivo Keyd dan Todak? Simak penjelasan coach Mars berikut ini.



BO1 tidak cocok untuk ONIC Esports yang adaptif

ONIC Esports
Sumber: Muhammad Thalhah ONE Esports

Dalam beberapa pertandingan berkesan ONIC Esports, tim ini sering kali berhasil membalikan keadaan di situasi yang nyaris mustahil. Mulai dari comeback dari ketertinggalan 1-0, hingga mampu menumbangkan EVOS Legends dengan dua comeback berturut-turut.

Bisa kita lihat jika ONIC Esports adalah tim yang bisa beradaptasi dan berkembang di tengah pertandingan. Dengan menganalisa lawan, mereka perlahan berevolusi menjadi tim yang bisa mengalahkan siapa saja yang menghalanginya.

Tapi itu tidak bisa terjadi di pertarungan singkat BO1, di mana semua bergantung pada kesiapan sebelum pertandingan dan kesempurnaan eksekusi. Lebih dari itu, ONIC Esports bahkan melakukan beberapa kesalahan fatal di duel singkat ini.

“Untuk tim manapun, BO1 itu harus dijalani dengan sempurna jika ingin menang. Sedangkan ONIC Esports adalah tim adaptif yang berkembang seiring berjalannya pertandingan, dan kami melakukan beberapa kesalahan di pertandingan melawan Todak dan Vivo Keyd sampai harus menerima kekalahan. Itu akan kami perbaiki ke depannya,”

ONIC Esports M3
Kredit: Moonton

Dipaksa bertarung dalam posisi yang tidak menguntungkan bukan berarti ONIC Esports tidak menerima kekalahan dalam format BO1. Mereka sadar tak selamanya kondisi pertandingan akan selalu berpihak pada mereka.

“Kami tidak keberatan dengan BO1 di Grup Stage M3, hanya saja ONIC Esports kurang kuat di BO1 dan kami harus bisa melewati itu,”

Bagaimana kondisi ONIC Esports setelah jadi juru kunci?

ONIC Drian
Kredit: Moonton

Banyak penggemar yang kecewa karena tim jagoannya harus menerima skenario terburuk di fase grup, yaitu terbenam di dasar klasemen.

Tapi perlu kalian tahu jika para pemain akan menerima kekecewaan yang lebih besar ketimbang penggemarnya, terutama jika kekalahan itu terjadi karena kesalahan fatal dari pemain. Tapi coach Mars memastikan jika anak asuhnya telah belajar dari kesalahan mereka dan bakal bermain lebih baik di pertandingan selanjutnya.

“Ekspektasi penggemar cukup tinggi untuk ONIC Esports, begitu juga dengan pemain. Oleh karena itu mereka sempat down. Namun kami sudah melakukan evaluasi dan mencari solusi dari permasalahan yang ada. Untuk ke depannya, kalian bisa berharap ONIC Esports bermain lebih bagus,”

Apapun yang terjadi, ONIC Esports adalah salah satu perwakilan Indonesia di M3 World Championship yang wajib kita dukung. Terus gaungkan #INDOPRIDE!

Ikuti ONE Esports di Facebook untuk berita, panduan, dan highlight Mobile Legends: Bang Bang lainnya.

BACA JUGA: Jadwal M3 World Championship, prize pool, pembagian grup, hasil pertandingan