XERXIA benar-benar mendominasi pada gelaran VCT 2022 APAC Stage 1 Challenger beberapa pekan yang lalu. Tim asal Thailand tersebut berhasil memulangkan seluruh tim Indonesia.

Tidak hanya satu, namun semua tim Indonesia berhasil dilumat oleh tim berlogo bunga shuriken ini. Mulai dari ONIC G, Persija Esports bahkan BOOM Esports tak luput dari target mereka.

Sebenarnya menarik jika dibahas mengapa sebenarnya tim asal Thailand selalu menjadi momok menakutkan bagi tim asal Indonesia dalam setiap turnamen FPS.



Bukan hanya di Valorant saja, bahkan sebenarnya dari gim-gim FPS lainnya pun Indonesia selalu tertinggal dibanding Thailand.

Tak jarang, itulah mengapa sampai saat ini tim-tim asal Thailand masih saja berhasil menumbangkan tim-tim asal Indonesia dalam setiap gelaran turnamen FPS.


XERXIA mendominasi, benarkah Thailand adalah momok menakutkan bagi Indonesia dalam scene FPS?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kami telah mendapatkan berbagai sudut pandang terkait fakta tersebut melalui para caster VCT yang paham seluk-beluk sejarah panjang Thailand-Indonesia.

ONE Esports pun berkesempatan untuk melakukan interview bersama para caster VCT yakni Yanto “KOCUL“, Antonius “SON” Willson, dan juga Daffa “Davee” Rizky.

Yang pertama ada Yanto, ia berpendapat bahwa sejak dulu Thailand benar menjadi momok menakutkan di scene FPS. Ia pun berujar di setiap game FPS, mereka (tim Thailand) selalu mendominasi.

Kredit: Instagram/lukasyantoo

“Sudah dari jaman dahulu kala (mereka mendominasi), Thailand itu selalu menakutkan di scene FPS, mau di game FPS apapun, mereka selalu terlihat bisa mendominasi,” ujarnya.

Lalu, membahas mengenai XERXIA, ia pun berujar bahwa wajar adanya tim itu sangat mendominasi karena pemainnya sudah terlebih dahulu bermain di international stage VALORANT.

“Ngomongin XERXIA sih, mereka udah jadi tim yang pernah nyobain international stage di VALORANT. Jadi wajar ada sesuatu yang belum di miliki sama pemain-pemain VALORANT kita (tim Indonesia),” pungkasnya.


Di lain sisi, Willson mengutarakan hal senada bahwa Thailand sudah menjadi rival Indonesia di game FPS sejak dari gim Point Blank ataupun CS:GO.

PR tim-tim Valorant Indonesia
Kredit: Instagram/glhfson

“Fakta berbicara dan memang Thailand adalah rival Indonesia di game FPS dari jaman Point Blank ataupun CS:GO,” ujarnya.

Namun jika melihat pada performa tim-tim Indonesia di VCT 2022 APAC Stage 1 Challenger kemarin, ia berpandangan bahwa tim-tim Indonesia jelas sudah siap untuk bersaing atau setidaknya memiliki kualitas yang tidak kalah dibanding dengan tim-tim Thailand.

“Tahun lalu kalau segrup dengan FULL SENSE, jujur saya langsung melengos dan ketar-ketir Tapi sekarang saya sangat pede melihat tim Indonesia kalau segrup dengan tim-tim Thailand, bahkan XERXIA sekalipun. Memang kali ini kita masih kalah, tapi tahun ini tim-tim Indonesia berhasil ‘catch-up’ terlihat dari hasil setiap pertandingan,” sambungnya

Ia pun yakin, bahwa jika tim-tim Indonesia bisa berlatih lebih keras dan tekun, tentu region lain bahkan Thailand sekalipun tidak akan menjadi masalah ke depannya.

“Kalau mereka (tim-tim Indonesia) investasi latihan 2 kali lipat lebih keras dari tim-tim negara lain, saya yakin region manapun (termasuk Thailand) tidak akan menjadi masalah,” pungkasnya


Sementara itu, Davee mengutarakan alasan dibalik Thailand mengapa selalu menjadi momok menakutkan bagi tim Indonesia adalah karena gaya bermain mereka yang kian sempurna.

Kredit: Daffa Rizky Nasution

“Well, Thailand being Thailand (begitulah tim-tim Thailand), mereka selalu punya playstyle unik, tapi game sense, aim power, mini games dan pocket strat mereka di tahun 2022 ini just too perfect (sempurna banget),” ujarnya.

Lalu, senada dengan Yanto ia pun berpandangan bahwa XERXIA bisa mengungguli tim-tim Indonesia karena bekal pengalaman yang mereka miliki.

“Apalagi (membahas tentang) XERXIA, pengalaman memang gabisa bohong. Kalau dibandingkan dengan tim-tim Indonesia, memang Thailand masih lebih baik untuk saat ini,” pungkasnya.


Well, apapun yang terjadi tampaknya kita tetap harus respect dan dukung terus ya tim-tim Indonesia untuk bisa maju dan berkembang di turnamen-turnamen internasional VALORANT lainnya.

Semoga asumsi-asumsi bahwa Thailand adalah momok menakutkan dapat terpatahkan seiring berjalannya waktu. Dan #INDOPRIDE bisa selalu berjaya.

BACA JUGA : Belajar dari Paper Rex, inilah PR tim-tim Valorant Indonesia menuju VCT APAC Stage 2