VCT Masters Kopenhagen 2022 memang telah berakhir, di mana FunPlus Phoenix berhasil menjadi yang terbaik. Meski demikian, masih ada banyak hal yang bisa dibahas dari turnamen Valorant bergengsi tersebut seperti komposisi Agent yang sering kali menjadi andalan para pro player di setiap map.

Pada ajang VCT Masters Kopenhagen ini, hadirnya agent Fade pun sedikit banyak telah mengubah META dan pilihan para pro player dalam menghadirkan komposisi agent yang cukup kontras jika dibandingkan dengan VCT Masters Reykjavik.

Sebelumnya, agent Jett yang menjadi paling banyak dipilih dengan pick rate sebesar 65 persen di VCT Masters Reykjavik, kini di VCT Masters Kopenhagen, pick rate agent tersebut turun menjadi hanya 17 persen saja. Sebagai gantinya, agent-agent seperti Chamber, Raze, dan Fade menjadi tiga pilihan teratas di Denmark.

Lalu, siapa saja agent yang memiliki pick rate tertinggi dan seperti apa komposisi agent paling banyak dipilih pro player di VCT Masters Kopenhagen di setiap map yang dimainkan? Berikut ulasannya.



Komposisi agent favorit di setiap map VCT Masters Kopenhagen

Ascent — KAY/O, Fade, Chamber, Astra, Jett/Raze

Valorant patch 3.06 Ascent site change, Valorant, Riot Games
Kredit: Riot Games
AGENTPICK RATE
KAY/O100%
Fade91%
Chamber68%
Astra59%
Jett32%
Raze18%

KAY/O tetap menjadi andalan di map Ascent, tetapi dia sekarang lebih sering dipasangkan dengan inisiator baru seperti Fade ketimbang Sova. Skill Haunt milik Fade memungkinkan dirinya untuk bisa mengetahui posisi musuh di balik tembok Ascent, meski cukup mirip dengan Recon Bolt milik Sova.

Sementara untuk Chamber, skill perangkap Trademark sangat efektif dalam memberikan informasi tentang lawan yang berputar melalui Mid. Sebagai salah satu agent paling mematikan sebagai Operator, ia juga dapat membatasi sudut pandang map yang panjang atau mengambil posisi agresif di A atau B Main map Ascent.

Jika Chamber tidak dipilih, maka pilihan berikutnya adalah Killjoy. Agent ini bisa menjadi alat yang ampuh dalam mempertahankan B Site, meski Killjoy tidak cukup populer jika dibandingkan dengan Chamber.

Sementara untuk Jett atau Raze juga masih sering digunakan sebagai duelist oleh para pro player di map Ascent, meski terkadang ada banyak tim juga yang memilih untuk memainkan Sage di map ini.


Icebox — Chamber, Viper, Sage, KAY/O, Sova/Fade

Kredit: Riot Games
AGENTPICK RATE
Chamber100%
Viper100%
Sage83%
KAY/O75%
Sova50%
Fade50%

Popularitas Chamber memang telah meroket, terutama di map Icebox. Agent ini selalu dipilih di setiap game yang digelar di map ini sepanjang VCT Masters Kopenhagen.

Sama seperti di map Ascent, skill perangkap Trademark milik Chamber menjadi alat yang sangat baik untuk menangkap lawan yang berlari melalui Mid atau Kitchen. Sementara itu, agent ini juga memiliki banyak titik pandang sebagai Operator untuk dimainkan di map sebesar Icebox.

Jika berbicara mengenai Controller, maka tidak ada yang bisa menggeser Viper di Icebox. Agent ini sangat berharga karena ia adalah satu-satunya yang mampu memblokir banyak garis pandang dengan satu Toxic Screen.

Di sisi lain, ada juga banyak tim yang telah memutuskan untuk melepaskan semua duelist di map dan lebih memilih KAY/O demi mendapatkan informasi tambahan dari flash-nya.

Sementara itu, saat ini Sova juga sudah tidak lagi menjadi pilihan wajib di Icebox karena Fade telah terbukti sepenuhnya mampu untuk mengisi perannya.


Split — Raze, Chamber, Astra, Viper, Fade

AGENTPICK RATE
Raze86%
Chamber71%
Astra57%
Viper43%
Fade50%

Sementara di map Split, di mana banyak tim yang terus membuat komposisi agent yang sangat bervariasi, Raze tetap menjadi pilihan utama sebagai duelist. Agent ini sangat disukai ketimbang Jett karena granat Paint Shells dan Boom Bot-nya sangat bagus untuk membersihkan ruang sempit seperti Vents, Screens, and A Elbow.

Di sisi lain, Omen dan Astra juga kurang lebih dapat menjadi pilihan yang bagus sebagai controller, tetapi FunPlus Phoenix yang menjadi juara lebih memilih untuk menggunakan double controller dengan memainkan Viper bersama Omen atau Astra.

Chamber juga menjadi andalan lain di map Split sejak VCT Masters Reykjavik. Sementara Fade dan KAY/O telah menggantikan posisi Skye dan Breach sebagai inisiator pilihan utama.


Haven — Chamber, Breach, Omen, Raze, Fade

AGENTPICK RATE
Chamber77%
Breach77%
Omen77%
Raze55%
Fade50%

Breach terus menjadi pilihan teratas sebagai inisiator di map Haven, tetapi banyak tim yang telah memasangkan dirinya dengan Fade atau Sova, bukan Skye.

Tiga agen inti untuk sebagian besar tim di VCT Masters Kopenhagen adalah Breach, Omen, dan Chamber. Sedangkan dua agen terakhir sangat bervariasi.

Contohnya seperti Paper Rex, mereka memainkan Sage untuk menggantikan Breach. Sementara OpTic Gaming lebih suka memainkan Neon ketimbang Raze.


Fracture — Chamber, Breach, Brimstone, Raze, Sage

interactive narrative objects, Fracture, new Valorant map, Riot Games
Kredit: Riot Games
AGENTPICK RATE
Chamber100%
Breach65%
Brimstone65%
Raze65%
Sage27%

Pick rate Chamber di map Fracture tidak mengalami penurunan sama sekali, bahkan setelah mendapatkan nerf dari skill perangkat Trademark-nya. Faktanya, agent ini selalu dipilih pada setiap pertandingan yang dimainkan di map ini sepanjang VCT Masters Kopenhagen.

Chamber, Breach, dan Brimstone masih menjadi andalan dalam setiap komposisi agent untuk map Fracture. Trademark milik Chamber masih sangat penting dalam mengawasi flank, sementara stun Faultline milik Breach sangat diperlukan dalam menyiapkan duelist sebelum mengambil alih area seperti A Main atau B Tower.

Di sisi lain, Raze adalah duelist yang paling disukai oleh sebagian besar tim di VCT Masters Kopenhagen, bahkan bagi tim-tim seperti Paper Rex, OpTic, dan DRX yang menyukai agent cepat seperti Neon.


Bind — Raze, Viper, Brimstone, Chamber, Skye

Valorant's new map
Kredit: Riot Games/Anessa Silzer
AGENTPICK RATE
Raze96%
Viper88%
Brimstone81%
Skye65%
Chamber54%

Di map Bind, Raze hampir selalu dipilih di sepanjang turnamen, di mana Viper membuntutinya di peringkat kedua.

Sulit untuk mengganti kemampuan Raze dalam membersihkan area tertutup seperti Hookah dan Lamps dengan granat Paint Shells-nya. Hal ini memungkinkan setiap tim untuk lebih mudah memaksa lawan mundur, ketimbang memainkan Jett.

Komposisi double controller juga tetap populer di map Bind, di mana Viper sering kali dipasangkan dengan Brimstone. Penggunaan Toxic Screen dan Poison Cloud secara aktif tetap menjadi tanggung jawab demi membantu eksekusi menjadi lebih mudah.

Di sisi lain, Omen tidak dipilih sama sekali di Bind di Kopenhagen. Sementara pengecualian yang paling berkesan tentu saja dari Paper Rex yang memainkan Yoru, Raze, Brimstone, Breach, dan Fade di map ini.


Breeze — Viper, Sova, Chamber, Jett, Skye/KAY/O

Breeze, Valorant
Kredit: Riot Games
AGENTPICK RATE
Viper90%
Sova80%
Chamber70%
Jett70%
KAY/O50%

Komposisi agen di map Breeze ini tidak terlalu bervariasi. Di sisi lain, map ini juga menjadi yang paling sedikit dimainkan di VCT Masters Kopengahen. Di sepanjang turnamen, ada enam dari total 12 tim yang tidak melihat peta ini sama sekali.

Tidak mengherankan, Viper masih menjadi pilihan teratas di map Breeze berkat kemampuannya yang tak tertandingi dalam memblokir sudut pandang menggunakan Toxic Screen.

Sova juga menjadi pilihan favorit di map ini berkat Recon Bolt-nya yang dapat dengan aman memberikan lebih banyak informasi di area yang tidak dapat dijangkau dengan mudah oleh Haunt milik Fade, contohnya seperti bagian belakang A Site.

Jika dikombinasikan dengan suppression blade dan granat dari KAY/O, hal ini juga membuat tim dapat membersihkan sudut dan membasmi pemain bertahan, terutama di B Site dengan lebih mudah.

BACA JUGA: Deretan skin Valorant terbaik dijamin gampang taklukkan musuh!