ONIC G yang berhasil tampil sebagai juara VCT ID Stage 2 cukup terdorong sejak kehadiran sang pelatih mereka kini, Martin “Exiled Ewok” yang ternyata mengakui bahwa ada dua tim terbaik Valorant di dunia yang menjadi panutannya.
Sebagai salah satu tim besar, tak jarang ONIC G atau tim Indonesia lainnya perlu mengadaptasi metode permainan dari tim-tim terkenal lainnya yang cukup mengesankan khususnya di scene internasional Valorant.
Walau pada akhirnya mereka berhasil menciptakan metode permainannya sendiri berdasarkan skill para pemain yang cukup mumpuni, tentu tidak salah jika sang pelatih andalan mereka juga kerap belajar dari para tim-tim yang berprestasi di level dunia.
- VCT APAC Stage 2 Play-Ins: Jadwal, hasil, klasemen dan cara menonton
- 3 Agent Valorant favorit ONIC Shiro, beberkan posisi musuh sekarang!
Diketahui ternyata ada dua tim dunia Valorant yang menjadi panutan sang pelatih ONIC G yakni Martin “Exiled Ewok”. Bahkan, kedua tim ini juga berasal dari region yang sama.
ONE Esports berkesempatan untuk bisa menggali lebih dalam tim apakah yang menjadi panutan dari sang pelatih anyar. Check this out.
Pelatih ONIC G, Ewok ungkap bahwa OpTic Gaming dan Cloud9 sebagai tim panutannya dalam melatih
Dijumpai dalam acara awarding VCT ID Stage 2 di daerah PIK Jakarta Utara, pelatih ONIC G Martin “Exiled Ewok” membeberkan dua tim dunia Valorant panutannya dalam melatih.

Sebelumnya, ia menyebutkan bahwa tidak mungkin tim-tim besar tidak belajar dari permainan tim-tim berkelas lainnya di dalam scene kompetitif, hal itu sangatlah mustahil.
“Menurut saya sebagai pelatih tim besar tentu tidak mungkin kami tidak memperhatikan bagaimana tim (besar) lainnya bertanding dalam setiap turnamen dan tidak meniru sedikit strategi mereka, cara mereka bermain dan hal-hal detail lainnya itu sangatlah mustahil,” ujarnya.
Ewok menyampaikan bahwa dirinya banyak belajar dari permainan tim ternama seperti OpTic Gaming yang berhasil menjadi juara VCT Masters Stage 1: Reykjavik 2022 dan juga tim asal regional NA lainnya yakni Cloud9.

“Sejujurnya, bahkan sebelum OpTic Gaming menjadi juara di VCT Masters Stage 1: Reykjavik kemarin saya sudah banyak mempelajari bagaimana strategi mereka sebagai sebuah tim besar,”
“Kami juga belajar banyak dari Cloud9 sebagai salah satu tim ternama, dalam hal keputusan setiap round dan juga bagaimana cara mereka bisa berkembang pesat di scene kompetitif merupakan salah satu hal penting yang harus saya implementasikan ke dalam tim,” sambungnya.

Tak lupa, ia juga menyebutkan bahwa sebagai sosok pelatih FNATIC merupakan salah satu tim favoritnya yang cukup ia kagumi perkembangannya sejauh ini.

“Di sisi lain saya juga sebagai salah satu fans FNATIC, cukup mengagumi dan mempelajari bagaimana setup-setup yang mereka lakukan sebagai sebuah tim lalu membandingkannya dengan bagaimana cara OpTic juga Cloud9 bermain dan semua itu saya lakukan untuk mengembangkan tim (ONIC G) ini,” pungkasnya.
Menarik ya teman-teman ternyata mengadaptasi permainan dari tim-tim ternama dapat sedikit memberi inspirasi sekaligus motivasi tim lainnya juga untuk bisa berkembang dan mendominasi.
BACA JUGA : ONIC G juara, Severine: “Kemenangan ini hadiah dari Tuhan”