BOOM Esports berhasil mengungguli tim kuda hitam di turnamen VCT ID Stage 2 kali ini yakni Bigetron Arctic dalam laga lanjutan Lower Bracket round 2 yang akan menentukan siapa yang akan mengamankan tiket menuju VCT APAC Stage 2. Dalam laga sengit yang berlangsung, BOOM berhasil menang dengan skor yang meyakinkan 2-0.

Difavoritkan untuk “kembali” merengkuh gelar juara, faktanya perjalananan fl1pzjder dkk tidak semulus harapan mereka. Terkena dampak #tryeffect kala bertemu Alter Ego Esports membuat mereka harus menerima kenyataan jatuh ke lower bracket.


Menariknya, BOOM bukanlah tipikal tim yang mau mulus di upper bracket. Pada VCT ID Stage 1 yang lalu mereka juga harus terjerembab ke lower bracket usai menuai kekalahan dari ONIC G. Perjalanan mereka pun kian mulus di lower bracket, tumpas lawan sana-sini mereka akhirnya bisa mengungguli ONIC dan menaklukkan ‘Boy With Love’ (kini dikenal sebagai persija) di final.



Melihat skenario yang kurang lebih sama, apakah nantinya BOOM dapat kembali merengkuh gelar juara VCT ID Stage 2 dan melaju ke APAC? Alter Ego kembali menjadi tembok kuat yang berdiri di hadapan mereka nantinya. Akan tetapi, anak-anak asuhan Meow dan juga Owljan tidak perlu terlalu stress karena slot menuju VCT APAC sudah ada di tangan mereka.

ONE Esports kali ini akan membahas perjalanan BOOM Esports di lower bracket, taklukkan Bigetron Arctic dan peluang juara VCT ID Stage 2. Check this out.


Turun ke lower bracket, BOOM Esports sikat habis HIKE Digital dan Bigetron Arctic

Walau harus menelan kekalahan kala bertemu Alter Ego Esports, BOOM masih memiliki peluang besar untuk bisa bangkit menuju Grand Final seperti yang mereka lakukan di Stage 1. Menghadapi HIKE Digital pun tidak menjadi masalah bagi pasukan Serigala Hitam.

HIKE Digital
HIKE Digital | Kredit: VALORANT Esports Indonesia (Instagram)

HIKE Digital yang harus turun ke lower bracket usai kalah dari BTR Arctic tampak optimis menumbangkan tim sekelas BOOM. Namun, memasuki map pertama tampaknya semua itu hanyalah khayalan babu kala permainan Tehbotol dkk cukup menyulitkan HIKE Digital.

Icebox yang menjadi pilihan dari BOOM tampak sangat mudah didominasi oleh fl1pzjder dkk, lawannya pun tampak ‘di-goreng goreng’ saja kali ini. Half-time unggul 10-2, dan HIKE hanya mampu menambah 4 poin saja bagi mereka di map ini seiring BOOM amankan kemenangan dengan kill penutup oleh fl1pzjder.

Ascent yang menjadi map pilihan HIKE Digital pun tampaknya tidak dapat merubah nasib mereka kali ini. Dominasi BOOM benar-benar begitu memukul dan menurunkan mental serta semangat juang para pemain HIKE Digital.

BOOM Esports
BOOM Esports Valorant Roster | Kredit: BOOM Esports (Instagram)

Keunggulan 10-2 pun menjadi satu bukti bahwa ‘buff-lower bracket’ yang dimiliki oleh BOOM begitu bekerja. Namun, sesungguhnya performa mereka yang mulai lebih ‘step-up’ juga menjadi satu kunci penentu bahwa mereka layak memenangkan series ini. BerserX berhasil menutup kemenangan bagi BOOM 13-2 di map Ascent.


Lawan mereka selanjutnya adalah Bigetron Arctic yang berhasil memulangkan Persija Esports di lower bracket yang sama. BTR sebagai salah satu tim kuda hitam memang belum berhasil menang atas BOOM selama babak group stage, akan tetapi mental positif yang dibangun pada saat melawan Persija jadi modal kuat mereka untuk kembali mencetak sejarah.



Sempat tertinggal di awal permainan, strategi cepat ‘run-and-gun’ ala BOOM berhasil membawa poin pertama mereka di series ini. Walau tertinggal, faktanya BOOM berhasil mengejar ketertinggalan di Icebox sebagai pilihan mereka. Pada pertandingan ini, aksi Nakkya sangat membawa dampak besar bagi peningkatan BTR Arctic.

Jual beli serangan dan kejar-kejaran skor tidak terhindarkan, persaingan sengit diantara kedua tim ini menjadi bukti bahwa kualitas mereka sangat layak dibayar dengan tiket menuju VCT APAC Stage 2. Baik BOOM maupun BTR sama-sama memiliki semangat juang tinggi.

Berimbang di arah round 21, BOOM terus berusaha mengimbangi permainan dari Cud dkk. Retake 2v2 situation di round 22 menjadi satu bukti bahwa series ini sangat menarik untuk disaksikan. Permainan gemilang dari Tehbotol dan juga BerserX menutup kemenangan map pertama.


Ascent sebagai map piilihan BTR tampak memberi efek dejavu bagi BOOM dan nyatanya map pilihan mereka tidak terlalu menguntungkan. Kedua tim bersaing sengit dan jual beli serangan tampak kian mengagumkan dari BTR dan juga BOOM.

BOOM Esports - BTR Arctic
BTR Nakkya and BTR Sayoo | Kredit: BIgetron Esports (Instagram)

Berbeda dengan Nakkya yang cukup step-up di map pertama, kali ini Sayoo tampil sebagai salah satu pioneer utama BTR menghadapi BOOM. Keunggulan yang sempat dibangun pasukan Robot Merah tampak tidak begitu berarti kala BOOM berhasil mengejar ketertinggalan.

Walau sempat tersudut, BTR masih dapat memberikan perlawanan sengit terhadap BOOM. Retake 3v2 situation di arah round 23 menjadi penentu nasib kedua tim, siapakah yang berhasil melaju ke APAC regional qualifier. Cud berhasil di takedown oleh BerserX dan Sayoo yang tersisa tidak dapat berbicara banyak seiring BOOM memenangkan series ini 13-11.



Next, BOOM Esports akan kembali menghadapi Alter Ego untuk memperebutkan satu slot menuju final dimana ONIC G sudah menanti siapakah yang akan menjadi lawan mereka. Akankah #tryeffect bekerja untuk kedua kalinya? Atau fl1pzjder akan menggeber abis Alter Ego?

Saksikan terus VCT ID Stage 2 Knockouts Stage finals di kanal YouTube Valorant Esports Indonesia dan pantengin terus sosial media Valorant Esports Indonesia ya teman-teman.

BACA JUGA : Resmi! Valorant Champions Tour akan digelar di Kopenhagen dan Istanbul