Persija Esports telah tiba di penghujung jalan VCT ID Stage 2 Group Stage kali ini usai tertimpa berbagai kesialan dan hasil buruk yang kerap mereka terima belakangan ini. Macan Kemayoran kini bertengger di posisi ke-6 harus menempuh perjalanan panjang hadapi ARF Team.

3 tim terbawah klasemen Group Stage saat ini terdiri atas Persija Esports, ARF Team dan juga DEWA Utd Esports. DEWA United dipastikan kandas usai menelan kekalahan dari Alter Ego, di lain sisi laga hidup mati akan dilakoni Persija dan ARF.


Sebuah kebetulan, keduanya berhasil mengantongi kemenangan namun dapat dikatakan ARF Team lebih dapat dikatakan ‘menang’ dibanding Persija karena Macan Kemayoran menang atas BTR dengan status ‘forfeited’ oleh pasukan Robot Merah.



Babak Knockouts hanya mengambil 6 tim dari 8 tim yang berpartisipasi pada babak Group Stage kali ini, baik ARF maupun Persija tentu keduanya ingin melaju ke babak Knockouts. Terlebih Persija, yang benar benar ingin meraih gelar juara VCT ID Stage 2.

Persija Esports
Persija Esports | Kredit: VALORANT Esports Indonesia (Instagram)

ONE Esports kali ini akan membahas siapakah yang akan berhasil melaju ke babak Knockouts apakah ARF Team atau Persija Esports. Check this out.


Jalani laga hidup mati, ARF Team dan Persija Esports harus pertaruhkan semua resiko

ARF Team merupakan salah satu contender dari open qualifier VCT ID Stage 2 dimana tim yang bernama ‘Babi Guling’ ini, dikomandoi oleh dua ex-pemain BTR Arctic yakni Vascaliz dan no1syboy.

Bigetron Arctic
Kredit: Bigetron Esports (Instagram)

Kedua pemain yang digantikan sebelum VCT ID Stage 2 ini memutuskan untuk berkompetisi di open qualifier bersama beberapa rekan mereka. Nasib baik, mereka berhasil lolos lalu kemudian diakuisisi bersama ARF Team.

Persija Esports di lain sisi merupakan satu kekuatan yang kompleks dari VCT ID Stage 1 sebelumnya. Berisikan Asteriskk, Eeyore, Famouz, Flynchh dan Roseaufy semuanya adalah veteran-veteran FPS ternama di Indonesia. Bergabung dengan Macan Kemayoran dari VCT APAC Stage 1, performa mereka menurun drastis di Stage 2 kali ini.

Albert “Frostmisty” Giovani menyatakan bahwa penampilan beberapa pemain Persija Esports sangatlah kontras dibandingkan Stage 1 sebelumnya.

“Dibalik kekalahan yang diterima Persija, saya melihat bahwa individual performance masing-masing pemain sangat kontras dibandingkan dengan mereka saat Stage 1 kemarin ya,” ujarnya.

Lebih jauh, mengandalkan Kevin “Xccurate” Susanto sebagai sosok ‘senjata rahasia’ juga tidak menolong terlalu banyak skuad Macan Kemayoran. Bahkan, mereka harus menelan pahitnya kekalahan dari DEWA United yang notabene tidak pernah menang.



Frostmisty menyatakan kehadiran Xccurate/Xcc belumlah dapat mempengaruhi penuh performa Persija secara kolektif. Ia pun menyatakan bahwa jika xcc benar akan mengambil peran penuh di dalam tim, tentu akan memakan waktu.

Persija Esports - XCC
Kevin “Xccurate” Susanto | Kredit: Xccurate (Instagram)

“Terkait kehadiran xcc di dalam tubuh Persija saya sih tidak terlalu terkejut ya, maksudnya saya juga tidak melihat impact yang demikian besar sejak debut kemarin. Saya tidak bisa berpekspektasi apa-apa tentang xcc, karena pasti semua tim butuh waktu untuk bisa menyesuaikan,” pungkasnya.


Partai menghadapi ARF Team pun akan menjadi pembuktian kekuatan Persija Esports. Alih-alih kembali melaju ke Knockouts mereka malah harus gigit jari menahan pahitnya kekalahan. Hal tersebut sangatlah memilukan bagi Persija kala mereka menargetkan diri untuk bisa menembus VCT Masters.

Kita tunggu saja ya teman-teman jangan lupa saksikan pertarungan hari terakhir Group Stage VCT ID Stage 2!

BACA JUGA : Waspadai Persija, manajer ONIC Esports: “Mereka bisa bangkit”