Keberhasilan Timnas Valorant Indonesia menjegal Timnas Filipina di semifinal SEA Games 2023 memberi harapan besar di nomor pertandingan Valorant.
Melalui babak Group Stage yang berliku, ujian bagi Timnas Valorant Indonesia seolah tak usai kala mereka bertemu dengan Filipina, salah satu pesaing kuat.
- Gacor! Timnas Valorant Indonesia ke final SEA Games 2023, Filipina jadi korban
- Dramatis! Timnas Valorant Indonesia langkahi Kamboja menuju playoff
Namun, mujizat terjadi bagi Timnas Valorant Indonesia. Mereka menggulung Timnas Filipina di babak semifinal dengan skor telak 2-0. Dominasi terlihat kala Timnas Valorant Indonesia menggila di setiap match dengan keunggulan tak tersaingi.
Mari, kita simak faktor-faktor penting di balik kemenangan Timnas Valorant Indonesia atas Timnas Filipina pada babak semifinal SEA Games 2023 Valorant.
3 Faktor di balik keunggulan Timnas Valorant Indonesia atas Filipina di SEA Games 2023
1. Kehadiran duo veteran Asteriskk/Eeyore

Duo veteran, Nanda “Asteriskk” Rizana dan Kevin “Eeyore” Gunawan yang mengawal lineup Timnas di sisa laga Group Stage kembali hadir di semifinal SEA Games 2023.
Terlihat, dengan adanya duo veteran, permainan Timnas Valorant Indonesia berhasil tampil gemilang dan bermain dengan sangat disiplin. Setup dilakukan dengan matang, sinkronisasi komunikasi dan gameplay semua penggawa benar-benar mantap.

Bahkan Eeyore, dalam 2 laga di babak semifinal menjadi MVP dengan Killjoy sebagai agent yang ia gunakan benar-benar membuktikan kapasitas terbaiknya.

Hal tersebut menjadi keputusan terbaik dari sang pelatih, Baskoro “Roseau” Dwi Putra dan staf pelatih lainnya mempercayakan kombinasi antara para senior dan para bintang muda seperti deLb, Gemma, Sayoo dan M0rea.
2. Belajar dari kesalahan
Di samping kehadiran para veteran, Timnas Valorant Indonesia sudah belajar dari kesalahan. Satu contoh, melakukan ban terhadap map Haven, map yang menjadi keunggulan Filipina yang membuat Indonesia di laga pembuka ‘terbantai’.

Haven di ban, selain itu belajar dari kesalahan ketika melawan Singapura, Indonesia berhasil memperbaiki permainan mereka. Tak heran, sebagai map pilihan mereka, Filipina dibuat tak berkutik dengan pattern permainan mereka.
Map Ascent sebagai map unggulan Filipina tak buat Indonesia gentar. Semangat juang yang tinggi dari semua penggawa membuat mereka begitu berapi-api.
3. Mental juang yang tinggi, semangat mengukuhkan sejarah baru untuk Indonesia
Yang terakhir yang paling penting adalah mentalitas dari semua pemain. Dengan kehadiran duo senior, Asteriskk dan Eeyore mampu membina para pemain muda di Timnas untuk tetap stabil, berfokus jadi terarah di setiap round/match.

Menjadi pencetus/pelopor dalam sejarah tentu sudah menjadi misi penting bagi Timnas. Sebagai contoh berkaca dari Timnas Free Fire, berhasil menyabet dua medali sekaligus medali emas dan medali perak di nomor pertandingan perdana.
Walau hanya ada satu tim, tak menutup kemungkinan Indonesia tetap menargetkan diri untuk meraih hasil terbaik, merebut medali emas di Grand Final.
Ikuti akun resmi ONE Esports di Facebook, Instagram dan TikTok untuk mendapatkan kabar terkini esports, hasil pertandingan, gosip transfer dan update harian lainnya.
BACA JUGA : Jadwal SEA Games 2023 Valorant, format, hasil dan cara menonton