Juara APAC West, RRQ menuntaskan petualangan di Pokémon UNITE World Championship di peringkat 9-12 sehingga berhak membawa pulang hadiah uang US$10.000 atau sekitar Rp152,5 juta (kurs saat artikel diterbitkan), sekaligus mendapat perspektif segar soal cara mereka menyikapi turnamen di masa depan.
28 tim dari seluruh dunia terbang ke Yokohama, Jepang, selama dua hari untuk bertarung di Pokémon UNITE World Championship untuk memperebutkan status tim terbaik di dunia.
Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama ONE Esports, kapten RRQ Judha “Eeyorr” Panggabean, berbagi pengalaman dan pelajaran yang didapat selama bersaing di WCS Yokohama.
Kejuaraan dunia tuntut semua tim tampil habis-habisan
Tidak seperti turnamen regional di mana semua tim hanya bertarung melawan tim dari wilayah masing-masing, di WCS semua peserta mendapat ujian berat karena memiliki gaya bermain yang berbeda sehingga semua tim benar-benar beradu kemampuan di setiap pertandingan.
Tidak ada kemenangan yang diraih secara gratis.
Eeyorr berbagi cerita tentang performa RRQ dan bagaimana mereka berencana menjadi lebih baik di turnamen-turnamen di masa yang akan datang: “Jika ingin merajai WCS, semua anggota tim harus mengerahkan segenap kemampuan.”
Hal tersebut termasuk saat melakukan scrim, team research dan persiapan mental sehingga tim bisa menyuguhkan permainan terbaik. Setiap pertandingan termasuk di fase grup sangat penting, karena penentuan peringkat bisa ditentukan oleh regulasi tiebreaker.
“Setiap region punya meta masing-masing, dan kita harus menaruh respek kepada mereka, bukannya meremehkan. Sebelum kompetisi hal-hal seperti ini harus dipikirkan sehingga bisa mempersiapkan diri lebih baik,” tegasnya.
- Eksklusif: 3 Pokémon meta pilihan RRQ Necr0
- Jadi Raja Pokémon UNITE APAC West, RRQ intip kans taklukkan dunia
Inkompabilitas Inteleon dengan meta Asia hambat persiapan RRQ
Salah satu Pokémon paling berpengaruh di WCS adalah Inteleon yang merupakan Pokémon baru. WCS sendiri merupakan debut sang pokemon tipe Attacker tersebut di scene kompetitif.
Sejumlah region tampak mudah mengadaptasi Pokémon ini ke dalam lineup mereka, sayangnya hal tersebut tidak terlihat di RRQ.
“Kami gagal memanfaatkan Inteleon saat melakukan scrims dengan tim Asia lainnya sebelum turnamen, jadi kami pikir Pokémon itu tidak terlalu kuat. Ketika kami melakukan scrim dengan tim internasional, mereka memperlihatkan betapa bagusnya Pokémon itu namun kami tidak punya waktu yang cukup untuk berlatih,” lanjutnya.
Banyak tim peserta WCS yang melakukan deny pick Inteleon dari lawan karena hanya ada satu ban tersedia untuk semua tim di draft phase. Situasi seperti ini jadi bukti pentingnya persiapan turnamen dan menguasai sejumlah gameplay strategi Pokémon.
Setelah mendapatkan sejumlah pelajaran penting, mereka menjadi sangat optimistis bakal bangkit dan menjadi lebih kuat ketika musim baru dimulai tahun ini.
BACA JUGA: Luminosity juara Pokémon UNITE World Championship 2023, RRQ patut berbangga