Teaming PMPL SEA Play-Ins masih menyisakan kesan yang kurang berkenan bagi seluruh fans PUBGM khususnya Indonesia. Aksi memalukan yang dilakukan oleh 2 wakil Vietnam yakni 4NIX dan ETP telah menciderai sportifitas berkompetisi.
Kendati demikian, pihak-pihak yang terlibat telah diberikan sanksi oleh pihak penyelenggara setempat yakni PUBG Mobile Vietnam dengan larangan bermain di scene profesional selama satu tahun penuh terhitung sejak tanggal pelarangan diberlakukan (4/9).
Sanksi demikian ternyata masih dinilai belum cukup adil di mata para fans PUBGM Indonesia yang masih menginginkan keadilan bagi seluruh peserta lainnya termasuk Indonesia yang diwakilkan oleh Bigetron Red Aliens, GPX dan Dewa United.
- 2 Wakil Vietnam di PMPL SEA Play-Ins terbukti teaming, ini tanggapan Luxxy
- Pancing BTR Ryzen Comeback, eks-pelatih Red Aliens: Ga takut karat?
Tidak ada rematch! Tencent Indonesia beri keputusan final terkait aksi teaming PMPL SEA Play-Ins

Suarakan rasa protes netizen, salah satu pemain dari Genesis Dogma GIDS, Bangpen membuka obrolan melalui akun Instagramnya membahas persoalan teaming PMPL SEA Play-Ins. Di sana, ia meminta pihak PUBG Mobile untuk melakukan rematch.
“Kenapa tidak langsung di-diskualifikasi (2 tim terkait) atau rematch tanpa 2 tim itu ya, jelas merugikan tim lain terutama tim (perwakilan) Indonesia, can you do miracles?,” tulis Bangpen.

Postingan tersebut ia tujukan kepada pihak PUBG Mobile Indonesia, dan Esports Director PUBG Mobile Indonesia, Agung Chaniago. Agung kemudian menjawab pertanyaan dari Bangpen, mewakili pihak PUBG Mobile Indonesia, Ia menyatakan keputusan (pemberian sanksi) sudah final dan tidak dilakukan rematch karena tim lainnya bermain dengan gigih.
“Untuk keputusan (pemberian sanksi) sudah final dan no rematch karena tim yang lolos (Vampire Esports, Don’t Break Dreams, TEM Entertainment) juga sudah berjuang. Tetap dukung 4 tim Indonesia (di PMPL SEA Finals),” tulis Agung sebagai balasan postingan Bangpen.
Lebih jauh, para caster pun turut membantu memperjelas keputusan dari Agung Chaniago mewakili pihak Tencent Indonesia, PUBG Mobile Indonesia terkait teaming PMPL SEA Play-Ins:
1. Teaming (4NIX dan ETP) berupa giving point, maka tidak diadakan rematch.
2. Aksi menabrak dengan sengaja yang dilakukan sebagai ‘motif’ tetap dinilai sebagai pelanggaran walau masih banyak hal ‘mencurigakan’ lainnya.
3. Sanksi yang dijatuhkan kepada pihak terkait (4NIX dan ETP) sudah sesuai dengan rules book PUBG Mobile secara global.
Well, apapun yang menjadi keputusan Tencent Indonesia atas kasus teaming PMPL SEA Play-Ins mari kita beri apresiasi kepada wakil Indonesia yang sudah berjuang ya teman-teman.
BACA JUGA : Tampil di final PMPL ID Fall 2022, BTR Ryzen: Saya siap comeback!