PMPL SEA Play-Ins ternodai dengan perilaku tidak sportifitas dari 2 wakil negara Vietnam yang lakukan sikap teaming (kerja sama di dalam pertandingan) dan merugikan seluruh peserta yang ada, termasuk perwakilan Indonesia.

Perilaku tidak sportif tersebut terjadi pada final day 2, Minggu (4/9) malam di mana menjadi penentuan langkah para peserta Play-Ins menuju final PMPL SEA Fall 2022. Teaming merupakan salah satu perilaku curang yang tidak sepatutnya dilakukan tim profesional.

Kendati dicurangi, para peserta lainnya tetap harus berbesar hati karena hasil dari penyelidikan tidak mengubah hasil akhir dari PMPL SEA Play-Ins. Sebagai pemain yang merasakan kerugian, Luxxy pun meluapkan kekecewaannya melalui media sosialnya.



Terbukti curang! 2 wakil Vietnam di PMPL SEA Play-Ins dijatuhi sanksi, Luxxy: Ada saja tim yang kelakuannya begitu!

Kredit: PUBG Mobile Indonesia

Pada final day PMPL SEA 2022 Fall Play-Ins, semua tim harus berjuang menuju babak final PMPL SEA 2022 Fall di mana hanya ada 3 tim saja yang diberikan slot ke babak final. Namun, berjalan baik di awal match day, menuju akhir tepatnya pada match 4 kisruh terjadi.

Diketahui, ada 2 tim perwakilan Vietnam yakni tim Phoenix (4NIX) dan juga Eighteen Plus (ETP) mencoba bekerja sama atau teaming. Teaming merupakan salah satu pelanggaran berat di dalam scene kompetitif PUBGM.

Bentuk teaming yang terjadi adalah pemain dari tim 4NIX dengan sengaja menabrakkan diri pada tim ETP yang sedang berkendara. Perilaku tidak sportif ini kemudian diketahui pihak panitia yakni PUBG Mobile Vietnam.

Atas perilaku tidak profesional tersebut, kedua tim di atas yakni Phoenix (4NIX) dan Eighteen Plus (ETP) dijatuhi sanksi berupa larangan bermain selama 1 tahun penuh dalam scene kompetitif major PUBGM Vietnam.

Kredit: PUBG Mobile Vietnam

“Pada matchday ke-4 hari ke-2 PMPL SEA Championship Fall 2022 Play-Ins, melalui hasil investigasi dan verifikasi pihak penyelenggara, anggota dari kedua tim PHOENIX (4NIX) dan EIGHTEEN PLUS (ETP) telah melakukan teaming,”

“Berdasarkan peraturan, para pelaku yang terbukti akan diberikan larangan bermain selama 1 tahun dalam liga major PUBG Mobile secara global per tanggal 4 September 2022,” tertulis dalam pernyataan resmi laman facebook PUBG Mobile Vietnam.


Merasa dirugikan, Made “Luxxy” Bagus Pramudita mengaku kesal melihat tindakan tidak sportif dari wakil Vietnam tersebut. Ia pun mencurahkan kekesalannya melalui akun Instagramnya.

Kredit: BTR Luxxy

“Capek-capek latihan mau lolos ke SEA, ada saja tim yang kelakuannya (teaming) begitu. Sayangnya beberapa match tadi banyak yang tidak tersorot, netizen hanya tahu kita mati doang,” tulis Luxxy lewat akun Instagramnya.

Kredit: BTR Luxxy

Saudara kembarnya, Made “Zuxxy” Bagas Prabaswara juga meluapkan kekesalannya dengan memberi hasil screenshot keputusan pihak PUBG Mobile Vietnam.

Terlepas dari sikap tidak terpuji itu, Bigetron Red Aliens finis di posisi ke-6, GPX finis di posisi ke-5 serta Dewa United Esports finis di posisi ke-7 menandakan tidak ada wakil Indonesia yang berhasil lolos dari PMPL SEA Fall 2022 Play-Ins.

BACA JUGA : Tinggalkan Bigetron RA, uHigh juara bersama Geek Fam MY