Genfos ungkap sosok inspiratif di balik kariernya kini sebagai seorang pemain profesional di scene PUBG Mobile Indonesia. Ternyata, sosok tersebut adalah pemain yang sudah terlebih dahulu melejit di scene esports Indonesia, khususnya PUBG.

Genta “GenFos” Effendi merupakan sosok veteran dalam permainan PUBG yang kini menekuni karier di scene kompetitif PUBGM bersama Bigetron RA. Mengapa ia disebut “veteran”? Tentu saja karena Genta (sapaannya) bukanlah sosok pemain yang bermain di scene kompetitif PUBGM karena ia bermain game PUBG Mobile semata.

Kemahiran dan kemampuan baiknya kini sudah ia bangun jauh hari sejak ia masih bergelut di scene PUBG PC yang cukup melegenda di Indonesia. Ia pun sudah menjalani berbagai pengalaman di tim-tim besar walaupun lebih dikenal melejit bersama tim Victim RISE pada tahun 2020.



Ia pun kemudian ‘banting stir’ ke PUBG Mobile mengikuti jejak rekan sejawatnya sebut saja Misery yang sudah terlebih dahulu meninggalkan scene PUBG PC. Genta mengaku bahwa peralihan dari PUBG PC ke PUBG Mobile bukanlah hal yang mudah, ia pernah merasa gengsi untuk banting stir.

Bigetron RA - Genfos
Genta “Genfos” Effendi | Kredit: Bigetron Esports (Instagram)

“Memang saya dulu gengsi pindah dari PUBG PC ke PUBG Mobile, tapi saya bilang ke diri saya sendiri mau sampai kapan gengsi terus? Dulu ketika saya mengikuti turnamen/kompetisi saya biasanya bawa peralatan (gaming gear) yang cukup banyak kini hanya bermodalkan sebuah handphone dan juga headset,” ujarnya.

Lantas, siapakah sosok inspiratif yang memotivasi seorang Genfos untuk membangun karier di scene PUBG Mobile Indonesia? Simak ulasan ONE Esports berikut ini.


Genfos akui termotivasi oleh sosok Ryan “Supernayr” Prakasha untuk berkarier di scene PUBG Mobile

Dalam obrolannya melalui konten di kanal YouTube Riantoro “Bro Pasta” Yogi, Genfos mengungkap satu nama penting di balik kesuksesannya berkarier di scene PUBG Mobile.

Genfos
Kredit: Bro Pasta (YouTube)

Namun, sebelumnya ia menyatakan bahwa ada sebuah kesulitan tersendiri ketika memulai karier di PUBG Mobile yakni mencari sensitivitas permainan yang tepat.

“Susah sih dulu, jadi saya tidak selalu memainkan mode classic. Saya bisa menghabiskan 5 jam penuh di training mode untuk mencari sensitivitas yang tepat,” sambungnya.

Lebih jauh, Genfos mengaku jika kariernya di PUBG Mobile ternyata adalah saran yang disampaikan oleh Ryan “Supernayr” Prakasha salah seorang seniornya di scene PUBG PC.

BTR Ryzen
Ryan “SuperNayr” Prakasha | Kredit: SuperNayr (Instagram)

“Pindah dari PUBG PC ke PUBG Mobile? Ryan, Ryan ‘Supernayr’. Dia yang menyarankan saya untuk pindah berkarier ke PUBG Mobile. Saya banyak bertanya dan mendapatkan referensi dari dia,” ungkap Genfos.


Genta pun mengaku jika tak jarang ia mengeksplor lebih banyak detail tentang mengatur sensitivitas dari seorang Supernayr.

“Kalau saya merasa (sensitivitasnya) aneh nih, saya selalu tanya ke dia, ‘bang, sensitivitas x4 lu berapa nih?’ atau mungkin ‘bang, sensitivitas paling kecil di PUBGM itu berapa sih?’ begitu,” tuturnya.

Kemudian, ia juga mengungkap bahwa pentingnya satu hal sebelum menekuni karier di PUBG Mobile adalah pembenahan hal dasar seperti sensitivitas. Seorang Supernayr menurut Genfos bisa memakan waktu 10 jam lebih untuk mencari sensitivitas yang tepat.

“Dia (Supernayr) kurang lebih sama seperti saya. Bahkan dia bisa menghabiskan waktu lebih lama, bisa sampai 10 jam hanya untuk di training mode saja (mencari sensitivitas),” pungkasnya.

GenFos - ION Esports
ION GenFos as 2022 PMPL ID Champion | Kredit: ION GenFos (instagram)

Sekarang kita sudah tahu mengapa Genfos bisa demikian berbakat dan sukses, bukan?

BACA JUGA : Bigetron RA rebut tiket emas dampingi MORPH ke 2022 PMWI