NFT Esports benar-benar berhasil membuktikan diri mereka sebagai salah satu kuda hitam di musim kompetisi 2022 PMPL ID Spring.

Svafveel dkk berhasil menjadi juara fase liga (league phase) setelah selama 3 pekan berturut-turut berjuang dalam fase Country League.

Walau tak jarang harus bergelut dalam naik-turunnya performa tim selama fase liga berjalan, pasukan kebanggaan Sulsel tetap tampil dominan.



Merekrut 3 pemain veteran sekaligus merupakan salah satu keberhasilan NFT Esports setelah tampil kurang maksimal dengan roster sebelumnya.

Svafveel dan Ramones yang diborong dari BOOM Esports dan juga DRON dari RRQ RYU pun berhasil beri warna baru bagi NFT Esports.

Di musim kompetisi kali ini juga, para veteran dibekali 2 talenta muda berbakat yang juga tampil cukup impresif yakni Flippy dan BADMAN.

NFT Badman
Kredit: PUBG Mobile Indonesia

Berhasil membungkam tim-tim besar lainnya, sebagai pemuncak klasemen, NFT juga berhasil meraih 9x WWCD terbanyak di musim ini.


Perjalanan NFT Esports di 2022 PMPL ID Spring: Antara ambisi juara liga hingga dibayangi Pelatnas SEA Games 2021

Memulai perjalanan di 2022 PMPL ID Spring, NFT Esports harus beradaptasi keras. Kendati demikian, mereka tetap tampil baik sejak hari pertama.

Sang IGL yang semula berada di tangan Febrianto “Svafveel” Genta Perkasa, terpaksa dialihkan ke tangan Daffa “Ramones” sahabat seperjuangannya.

Hal itu dikarenakan, Svafveel harus menjalani proses Pelatnas sebagai bagian dari timnas PUBG Mobile Indonesia untuk SEA Games 2021.

PUBG Mobile, Ramones, NFT Esports
Kredit: Instagram/DaffaRamones

Dijumpai pada media interview 2022 PMPL ID Spring 31 Maret 2022, Svafveel mengungkap alasan mengapa ia memilih Ramones sebagai IGL.

Sebagai 2 sahabat yang sudah berjuang bersama di tim sebelumnya pun, Ia yakin akan kemampuan Daffa dalam memimpin rekan-rekannya.

“Alasan dibalik mengapa saya memilih dia (Ramones) sebagai IGL ya tentu karena kita udah cukup lama ya berjuang bersama, saya yakin lah sama kemampuannya,” ujarnya.

Di samping itu pula, svafveel mengungkapkan bahwa gameplay mereka yang cukup baik adalah kunci penting bagi mereka tampil konsisten.

“Kunci konsisten kami ya kembali ke gameplay yang baik dari setiap pemain, juga tim. Namun, tentu masih banyak minor mistake yang harus kami perbaiki,” pungkasnya.

Selama fase liga berjalan juga, NFT Esports cukup menghadapi kesulitan dari berbagai tim-tim kuda hitam lainnya mulai dari ION Esports, ZONE Esports hingga RRQ RYU.

Secara kumulatif klasemen, memang NFT tertinggal dibanding ION Esports. Perbandingan kedua tim pun terbilang sengit.

Akan tetapi, penentuan juara fase liga pun bukan didasarkan pada hasil kumulatif klasemen tim tiap pekannya.

Melainkan, penentuan juara fase liga diambil berdasarkan kumulatif bonus poin mereka (League Bonus Point) 2022 PMPL ID Spring.

Konsistensi dan dominasi NFT Esports di tiap pekan pun berbuah manis, 9x WWCD tidak menjadi kesia-siaan belaka.

Selamat untuk NFT Esports yang berhasil keluar sebagai juara fase liga dalam ajang 2022 PMPL ID Spring, semoga performa tim semakin baik di fase Finals.

BACA JUGA : Ryu kena imbas bug PMPL, Team RRQ langsung banding!