Alter Ego Limax memang harus berbesar hati gagal meraih gelar juara PMPL ID Fall 2022 di depan mata yang digondol oleh tim Genesis Dogma GIDS.
Sebagai tim dengan misi besar, performa Alter Ego Limax sudah sangat sempurna terlebih ketika mereka mencoba untuk meraih gelar juara PMPL ID, melaju ke PMPL SEA, dan mengunci tempat melaju ke PMGC 2022. Apa daya, semesta seolah tidak memihak kepada mereka ketika gelar di depan mata harus sirna bahkan jatuh ke tangan tim lain.
Ternyata, hal itu bukanlah tanpa alasan. Ada satu momen di mana Alter Ego Limax benar-benar terjebak dalam satu momen yang krusial dan hal itu kemudian dijelaskan oleh sang IGL, Sharfan “Potato” Sharman yang bertanggung jawab atas momen tersebut.
Ada cerita apa di balik momen pahit tersebut? Apakah di balik keputusan fatal tersebut tersimpan satu alasan yang dapat diterima para penggemar? Check this out.
- Tampil di final PMPL ID Fall 2022, BTR Ryzen: Saya siap comeback!
- Beda 1 poin! GD GIDS curi gelar juara PMPL ID Fall 2022 dari AE Limax
Alter Ego Limax antiklimaks di Final PMPL ID Fall 2022, Potato beri klarifikasi

Pada match terakhir Grand Final PMPL ID Fall 2022, map Erangel rotasi zona mengarah ke bagian atas map di mana Alter Ego Limax memiliki dropzone di sana. Di awal para pemain turun saja, semua lawan ingin melibas mereka pulang ke lobby.
Kemudian, bergerak ke arah mid game, Alter Ego Limax memiliki opsi untuk bermain di area atas. Tapi Potato dkk lebih memilih rotasi ke area bawah dan sedikit berisiko. Alhasil, benar saja, mencoba untuk mencari momentum di sela pertandingan musuh, mereka terjegal oleh tim DG Esports yang berhasil memporak-porandakan AE hingga too-soon.
Sebagai IGL, Potato kemudian menjelaskan apa cerita pahit di balik keputusan dan momen tersebut. Ia menjelaskan timnya hanya mencoba untuk memanfaatkan momentum permainan untuk bisa meraih pundi-pundi kill dan point.
“Kalau ditanya kenapa saya memilih rotasi ke kanan itu, karena di sana saya melihat ada killfeed berjalan kan antara HFX dan Dewa United di area kanan. Saya menilai tim bisa memanfaatkan momentum dari sana, ternyata, ya demikianlah (too-soon),” ucap Potato kepada media.
Gagal meraih gelar juara, menyisakan rasa pilu bagi Potato dkk. Kendati demikian, atas usaha dan kerja keras selama babak liga dan Grand Final mereka berhasil mengamankan slot final PMPL SEA dan jadi wakil Indonesia di PMGC 2022 mendatang.
“Perasaan gagal menjadi juara pasti campur aduk, ada senang, ada sedih namun kita tetap bersyukur, ambil hikmah saja,” tuturnya. Ponbit selaku pemain juga menambahkan bagaimana tanggapannya atas hasil akhir yang diraih oleh AE Limax.

“Kalau dari saya, perasaan pribadi merasa senang dan tentunya sedih. Tapi kami sadar, ini juga karena performa kami kurang maksimal di akhir. Meraih posisi kedua ini tidak mudah bagi kami, karena ini adalah hasil kerja keras kami sampai sejauh ini,” pungkasnya.
Mungkin memang bukan rejeki dari pasukan AE Limax pada hari itu, semoga kedepannya mereka bisa membalas di hari lain.
BACA JUGA : BOOM Esports gagal juara PMPL, Bobohoo: Kami seharusnya bisa lebih dari ini!