Para pegiat PUBG Mobile mungkin sudah tidak asing lagi dengan kompetisi PMCC 2021. Tidak hanya menyuguhkan pertarungan battle royale antarkampus, turnamen ini juga mencari bakat-bakat esports lain seperti Caster dan Ambassador.
Pencarian bakat Caster dan Ambassador ini dilakukan melalui event Caster Hunt yang mencari talenta panelis terbaik dalam mengiringi jalannya pertandingan, dan Campus Ambassador yang mencari individu unggul dengan semangat dan passion untuk menjadi representatif di dunia Esports.
Setelah melalui proses panjang dan kompetitif, akhirnya terpilih dua juara dari masing-masing event. Mereka adalah Erik Alfons Boga dari Universitas Dharma Yogyakarta (pemenang Caster Hunt) dan Clarissa Novianty Ishen (pemenang Campus Ambasador) dari Universitas Prasetya Mulia.
- PMCC ID 2021: UNSRAT NIER kuasai Grup B, ini 14 tim yang lolos ke grand final
- Punya 4 wakil di final PMCC ID 2021, UNSRAT ternyata belum miliki UKM esports
Bagaimana komentar mereka tentang PMCC 2021?

Yang membedakan Reski dari kontestan lain di Caster Hunt PMCC 2021 adalah budaya timur yang kental dalam dirinya. Lahir dan tumbuh di lingkungan berbudaya Timur membuatnya memiliki logat bicara yang unik.
Usai memenangkan Caster Hunt PMCC 2021, mahasiswa Universitas Dharma Yogyakarta itu mengungkapkan jika kompetisi ini sangat sengit. Ia juga berharap kariernya di dunia esports bisa semakin berkembang setelah memenangkan event ini.
“Kompetisinya sengit sekali, karena tidak hanya dari voting, tapi ada juga public speaking, dan lain-lain. Jadi bahkan sampai momen terakhir tidak tahu siapa yang menang. Jadi senang sekali bisa menang.”
“PMCC ini jadi pintu awal dimulai perjalanan saya dari nol dan harapannya semoga bisa belajar dan mengikuti jalan berkembangan seperti Windy dan Sanskuy yang semakin kondang.”

Di sisi lain, pemenang Campus Ambassador Clarissa Novianty Ishen dinobatkan sebagai juara setelah unggul tipis enam poin dari peringkat dua Destin Angela. Menurutnya, Campus Ambassador kali ini tidak hanya kompetitif, namun juga sangat mendukung pesertanya untuk berkembang.
“Memang seharusnya PUBG Campus Ambassador kompetisi, tapi memang praktiknya sangat suportif dan mereka semua mau membantu satu-sama lain dari yang lebih mengerti ke yang kurang mengerti. Sangat menarik dan suportif sekali untuk kompetisi Campus Ambassador.”
Gadis berusia 21 tahun itu juga mengutarakan jika dirinya tidak menutup diri untuk menjadi pro player, seperti yang dilakukan pendahulunya “MUTE” yang beralih dari Ambassador menjadi pro player.
“Untuk keinginan pro player saya lihat kesempatannya. Selama ada kesempatan yang terbuka, itu akan saya jalankan.”
BACA JUGA: Hasil undian PMGC 2021 East League – Genesis Dogma GIDS di grup berat