Masalah Blacklist International muncul ketika mereka dipastikan gugur di playoff MPL PH S13. Setelah berhasil memulangkan Minana EVOS dan Fnatic ONIC PH, kisah indah Blacklist tak berlanjut.
Mereka seperti kehilangan sentuhan saat menghadapi RSG PH. Banyak yang menganggap bahwa duel RSG PH dan Blacklist akan benar-benar panas, sayang Blacklist malah tampil kurang menggigit.
RSG PH menang 3-1 atas Blacklist. Banyak yang dipertanyakan soal performa Blacklist terutama tentang draft pick yang dikeluarkan.

Dua kali memakai Helcurt roamer dan gagal, tentu ada gameplan yang tak sesuai ekspektasi BON CHAN. Ini jelas hasil yang mengecewakan, karena Blacklist dipastikan tak akan ke Riyadh untuk MSC 2024.
Ada hal menarik yang diungkap Edward setelah kegagalan Blacklist. Dia mengatakan beberapa masalah Blacklist International yang membuat mereka tak bisa mengalahkan RSG PH.
Masalah Blacklist International kalah dari RSG PH
Dilansir dari Tiebreaker Times, Edward mengungkap kekecewaannya akan kegagalan Blacklist International. Apalagi pemain berkaca mata itu sangat ambisius untuk mengejar MSC.
“Ini sangat mengecewakan karena kami sangat ingin bermain MSC di Riyadh. Faktor lainnya adalah karena saya belum pernah juara MSC, sehingga sangat ingin menjuarai turnamen tersebut. Satu-satunya hal yang belum saya dapatkan,” katanya.

Edward pun membahas performa Blacklist yang awalnya menjanjikan di playoff, tapi akhirnya gugur dengan anti klimaks.
“Melawan ONIC dan Minana, kami bermain sembilan game. Secara teknis, mereka (RSG) sudah melihat hero-hero, strategi, dan rotasi kami,” jelasnya.
“Saya pikir BREN dan RSG mempelajarinya. Pada akhirnya saya tak terlalu meyakini apakah bermain di play-ins sebegitu tidak menguntungkannya atau memang bukan hari kami saja. Kami tak bisa mematahkan semangat RSG,” pungkas dia soal masalah Blacklist International.
Ikuti akun resmi ONE Esports di Facebook, Instagram dan TikTok untuk mendapatkan kabar terkini esports, hasil pertandingan, gosip transfer dan update harian lainnya.
BACA JUGA: Pahlawan Liquid ECHO, kisah Jaypee ubah hinaan menjadi motivasi