Jika menilik sejarah dan perjalanan scene Mobile Legends Indonesia, Facehugger adalah player pendatang baru dari game MOBA lain yang dihadirkan Aura Fire pada akhir MPL ID S7. Memasukkan player baru tanpa memiliki track record di scene MLBB untuk masuk ke dalam tim MPL secara instan merupakan hal yang tidak biasa.

Meski demikian, Aura yang sekarang sangat berbeda dengan beberapa musim terakhir. Sejak MPL ID S5 hingga S7, mereka seakan menjadi tim pesakitan, tetapi di MPL ID S9 mereka berubah menjadi penantang gelar terbesar.

Kebangkitan Aura ini merupakan hasil dari sebuah proses dan keputusan besar yang telah dilakukan manajemen tim agar mereka bisa bersaing dan tidak selalu menjadi bulan-bulanan tim lainnya.

Selain disebabkan oleh peningkatan performa dari para pemainnya, kebangkitan Aura ini juga sedikit banyak disebabkan oleh masuknya Facehugger ke dalam tim pada akhir MPL ID S7. Padahal, sang player dihadirkan ke dalam tim sebagai perjudian.

Roster Aura Fire MPL ID Season 8
Kredit: Youtube

Disebut sebagai perjudian karena Facehugger sebelumnya tidak memiliki pengalaman bermain Mobile Legends di level kompetitif. Ia hanya dihadirkan ke dalam tim berkat pengalaman dan kedewasaannya untuk mengendalikan rekan satu tim lainnya dan terbukti berhasil menjadi jawaban dari keterpurukan mereka.

“Permasalahan Aura itu bisa teratasi setelah kami berpikir bahwa tim ini membutuhkan lebih dari satu player yang memiliki pengalaman. Saat itu saya gambling dengan memasukkan Facehugger di week 7 Season 7, padahal saat itu dia sudah tidak main Mobile Legends selama tiga bulan,” ucap pelatih Aura, Reza Pahlevi, kepada ONE Esports.

“Ibaratnya di Season 7, kami bermain dengan empat orang dan Facehugger itu seperti sedang main catur, memerintahkan pemain lainnya ke sini dan ke sana. Baru setelah Season 7, Facehugger mengasah mekaniknya dan bisa jadi player seperti sekarang,” tuturnya.

Mobile Legends, Reza Pahlevi, Aura Fire
Kredit: Instagram/Rezaaphlev

Dengan kata lain, pada awalnya player berusia 24 tahun ini dimasukkan ke dalam tim bukan karena kemampuannya bermain Mobile Legends. Namun karena pengalamannya di game MOBA dan tahu seperti apa seharusnya cara bermain MOBA itu.



Facehugger adalah penengah dari dua alpha di Aura Fire

Aura Fire, Mobile Legends, MPL ID Season 8
Kredit: MPL ID

Selain menjadi sosok yang mengatur para pemain Aura di in game, sang midlaner juga memiliki jasa besar dalam menyatukan ego, keinginan, dan pikiran dari para pemain lainnya, terutama dari High dan God1va.

Di dalam tim, player bernama lengkap Usep Satiawan ini seakan menjadi kakak tertua dari player-player lainnya di dalam roster dan selalu dihormati serta didengar saran-sarannya agar tim memiliki satu suara saat bermain.

“Aura memiliki empat player muda yang dalam hal mekanik, mereka bisa bersaing lah. Namun tidak ada yang bisa menyatukan otak mereka berempat,” kata Reza kepada ONE Esports.

“Apalagi kami memiliki dua orang alpha di dalam tim yaitu High dan God1va, di mana kalau mereka sudah berdeba, tidak ada yang mau mengalah. Tetapi Facehugger selalu bisa menemukan jalan tengahnya dan keduanya pasti setuju,” tuturnya.

Dengan kata lain, memasukkan Facehugger ke dalam tim merupakan sebuah perjudian tersukses yang pernah dilakukan Aura dalam usaha untuk keluar dari keterpurukan yang telah berlangsung selama hampir empat musim.

BACA JUGA: Jamet dipastikan tampil di MPL ID S9 dan bakal mengubah game play Aura Fire