Fase grup MSC 2023 sudah akan dimulai besok, Sabtu (10/6/2023). EVOS Legends sebagai salah satu wakil Indonesia memiliki pandangan tersendiri mengenai persaingan yang akan terjadi, terutama di Grup B yang mereka tempati.
Berdasarkan hasil undian fase grup MSC 2023, EVOS Legends tergabung di Grup B bersama Fenix Esports (Myanmar) dan RSG Slate SG (Singapura). Meski di atas kertas Saykots dkk lebih diunggulkan, tetapi setiap tim harus tetap respek kepada setiap lawan yang akan dijumpai, apalagi di ajang sebesar ini.
Apalagi jika ingin belajar dari gelaran SEA Games ke-32 di Kamboja beberapa waktu lalu, Saykots, Branz dan DreamS yang merupakan anggota timnas MLBB Indonesia juga sempat dikalahkan Myanmar dan kesulitan menghadapi Singapura.
Lalu, sebesar apa peluang EVOS Legends untuk bisa lolos ke playoff dari Grup B? Pelatih EVOS Age pun memiliki pandangannya sendiri mengenai persaingan yang akan mereka hadapi di fase tersebut.
- Daftar tim peserta MSC 2023 dan roster dari setiap regional
- Eksklusif Yawi: Format baru MSC 2023 bertentangan dengan tradisi juara ECHO
Age yakin EVOS Legends bakal hadapi fase grup seru di MSC 2023

Pada acara pelepasan pemain yang digelar oleh Moonton beberapa waktu lalu, ONE Esports sempat mewawancarai EVOS Age untuk mengetahui beberapa pandangannya soal EVOS Legends di MSC 2023, termasuk prediksi persaingan yang akan terjadi di Grup B.
Secara langsung, Age menilai bahwa Grup B MSC 2023 ini dipastikan akan berlangsung seru. Pasalnya EVOS Legends, Fenix Esports, dan RSG Slate SG bukanlah tim sembarangan karena memiliki kekuatan yang patut diwaspadai satu sama lain.
Soal Fenix Esports, meski di atas kertas EVOS Legends masih diunggulkan, Age tetap menilai bahwa tim tersebut punya potensi besar untuk menyulitkan Harimau Putih, terlebih tim tersebut berasal dari Myanmar, di mana saat ini wakil-wakil mereka tengah meningkat performanya.
“Sebenarnya grup kami ini lumayan seru sih karena akan bertemu lawan yang kuat juga. Kita tahu Myanmar itu adalah region yang kuat,” ucap Age kepada ONE Esports.
“Fenix bisa mengalahkan AI Esports (di kualifikasi Myanmar), yang merupakan mantan Burmese Ghouls, juga menjadi bukti bahwa mereka itu tim yang kuat. Kami juga tidak pernah meragukan hal itu,” tuturnya.
Sedangkan soal RSG Slate SG, Age juga tidak ingin memandang sebelah mata kekuatan Diablo dkk. Hal ini disebabkan oleh para pemain dari tim tersebut semuanya merupakan anggota timnas MLBB Singapura di SEA Games ke-32 yang juga sempat menyulitkan Indonesia.
“Untuk RSG SG, kita tahu di SEA Games kemarin ketika timnas Indonesia melawan Singapura juga lumayan susah ya,” kata Age.
“Jadi pastinya grup kami ini lumayan kuat dan bisa dibilang jadi flashback SEA Games juga. Namun tentunya saya dan pemain akan sebisa mungkin berikan hasil yang terbaik,” tuturnya.
Dengan bermodalkan begitu banyak pelajaran yang bisa diambil hikmahnya, terutama di SEA Games ke-32, tidak ada alasan lagi bagi EVOS Legends dan ONIC Esports untuk merasa lebih besar dari tim lain. Segala hal bisa terjadi di level tertinggi, membuat persiapan matang dan respek akan tetap menjadi kunci untuk bisa melalui pertandingan demi pertandingan dengan baik.
Ikuti akun resmi ONE Esports di Facebook, Instagram dan TikTok untuk mendapatkan kabar terkini esports, hasil pertandingan, gosip transfer dan update harian lainnya.
BACA JUGA: Jadwal MSC 2023, format, hasil pertandingan dan cara menonton