Pelatih baru AURA Esports akhirnya terungkap! Setelah beberapa waktu berpisah dengan Muslih WR (Bang Fayad) dan melewati musim 2022 Spring bersama Kahfiman, akhirnya Rizaa merapat sebagai pelatih tim Naga Api untuk FFML musim depan.
Hal itu menjadi satu sinyal positif bahwa AURA saat ini berusaha untuk mencapai banyak prestasi dengan Rizaa karena sepak terjang dan kualitasnya terlebih dahulu bersama GPX. Sebelum menjadi pelatih, Rizaa sempat bersinar bersama RRQ Poseidon.
Di balik layar, mungkin banyak pihak terkejut dengan kepindahan Rizaa ke AURA karena sebelumnya ada desas-desus bahwa sang pemain senior yakni Abdul Aziz “DeadLy” Husein yang tengah digadang-gadang menjadi pelatih baru AURA Esports.

- ONIC Olympus gemparkan FFML dengan buyout bintang muda asal EVOS, Zaack
- EVOS Immortal hadirkan bintang baru sebagai standins player
Momentum kebangkitan AURA Esports pun tampaknya akan segera dimulai, seiring berbagai perubahan sudah mulai terlihat di berbagai divisi lainnya. AURA Free Fire tercatat masih mencoba untuk meraih performa terbaik mereka usai beberapa kali jatuh bangun.
Walau sebenarnya DeadLy memang cukup piawai sebagai sosok pemain senior, namun kualitas pada diri Riza Setiawan yang lebih teruji tampaknya membuat AURA lebih yakin untuk memboyong eks-pelatih GPX Esports tersebut untuk membawa gelar FFML musim depan.

Bagaimana dampak kehadiran Rizaa sebagai pelatih baru AURA Esports di FFML musim depan? Simak ulasan ONE Esports berikut ini.
Hadirkan Rizaa sebagai pelatih baru AURA Esports, apakah saatnya Naga Api bersinar di FFML musim depan?
Melalui pengumuman pada akun Instagram AURA Esports, Jumat (1/7) siang akhirnya Rizaa secara resmi bergabung sebagai pelatih baru divisi Free Fire.
Banyak fans berasumsi jika ia akan merapat ke RRQ Kazu karena saat ini mereka tengah membutuhkan sosok pelatih. Hal tersebut menjadi menarik karena latar belakang Rizaa yang pernah menjadi bagian RRQ semasa menjadi pemain, namun ia memilih merapat ke kubu Naga.
Prestasi Riza sebagai pelatih pun cukup baik kala masih bersama dengan GPX. Berbagai prestasi major yang cukup meyakinkan menjadi satu bukti bahwa Rizaa dinilai layak dan sangat cocok meneruskan buah pekerjaan Fayad yang belum selesai. Nasib Kahfiman sendiri pun belum diketahui, kini ia masih akan mengisi posisi penting di AURA Free Fire sebagai analis.

AURA Esports kini tengah memaksimalkan potensi terbaik mereka usai membubarkan tim keduanya, Ignis dan menjadikan Ignite sebagai tim utama dan satu-satunya. Langkah ini dinilai penting, mengingat fokus AURA untuk menjadi juara sangatlah besar bersama dengan Rizaa.
Bagaimanakah perjalanan AURA Ignite di bawah komando Rizaa selaku pelatih? Apakah ini saatnya sang Naga bangun dan mengamuk? Good luck, Riza!
BACA JUGA : Resmi! Map Alpine Free Fire akan digunakan di scene kompetitif