FFML S5 Divisi 1 pada week 1 berjalan dengan sangat baik, mulai dari matchday 1, Jumat (18/2) hingga matchday 3, Minggu (20/2). Di periode ini seluruh penggemar scene kompetitif Free Fire Indonesia benar-benar disuguhkan sajian yang sangat luar biasa. Permainan yang begitu memacu adrenalin dan ketegangan sungguh membuat kita semua sulit beranjak melupakan berbagai momen-momen yang terjadi.
Dari berbagai fakta menarik yang terjadi sepanjang kompetisi week 1 berjalan, ONE Esports berkesempatan membuat ulasan khusus tentang GPX Esports, sang pemuncak klasemen yang berhasil mendapatkan 2 kali booyah dalam satu matchday dengan map yang sama yakni Kalahari. Pasti kalian penasaran kan bagaimana sih kekuatan pasukan Kapak Biru di map yang panas dan berbatu ini, yuk kita simak ulasannya berikut ini:
1. Dropzone GPX di map Kalahari
Yang pertama yang harus kita ketahui untuk mengukur kekuatan GPX di map Kalahari, adalah mengetahui dropzone yang mereka kuasai. Untuk dropzone di season kali ini, mereka memilih area Bayfront. Secara garis besar, tim-tim esports di scene kompetitif akan menggunakan satu atau beberapa skema (skenario) taktis untuk menggambarkan pergerakan mereka di dalam permainan.
Dan sepanjang yang kami bisa ikuti, kami memetakan ada dua skenario yang digunakan oleh GPX Esports dalam menghadapi map Kalahari. Untuk skenario pertama dapat dilihat sebagai berikut:

Dalam skenario pertama, GPX hanya akan menguasai area utama Bayfront. Area yang terdiri atas beberapa rumah tersebut merupakan tempat persinggahan yang sangat strategis. Dalam 1:10 kemungkinan, Bayfront dapat dikonfrontasi (ditempati) oleh dua hingga tiga tim secara bersamaan. Tak jarang, mereka hanya menggunakan Bayfront sebagai area transit sambil menunggu perpindahan zona terjadi.
Letak yang strategis inilah yang kemudian menjadi poin penting bagi GPX dalam memilih area tersebut sebagai wilayah kekuasaan. Tim-tim yang umumnya berasal dari area Council Hall, Confinement, Shrines, bahkan Santa Catarina umumnya akan mempertimbangkan melewati area Bayfront sebagai jalur rotasi mereka.
Tak jarang, pemain yang tersesat atau scouters yang salah mengambil langkah akan menjadi mangsa yang sangat empuk bagi setiap tim yang menguasai Bayfront. Hal tersebut dapat dilihat dalam kejadian EVOS AbaaX berikut ini:
EVOS yang umumnya biasa mengambil area Shrines sebagai wilayah kekuasaan mereka, mengirim AbaaX ke area Bayfront dan nasib yang kurang baik menghampiri, karena ia harus tereliminasi. Perlu diperhatikan bagi setiap tim, apabila mereka hendak mengirimkan scouter atau melakukan rotasi ke area ini, harus dpastikan dulu telah terjadi setup atau serangan atau pertempuran kecil di area ini.
Alasannya cukup jelas, yaitu agar pergerakan tim tersebut tidak mudah diketahui oleh tim yang menguasai area Bayfront (baik itu GPX Esports atau mungkin tim lainnya), dan juga dapat menjadi momentum bagi tim yang bergerak untuk melakukan serangan tambahan demi mengamankan placement atau pundi-pundi kill.
Untuk skenario kedua, dapat dilihat pada map berikut ini:

Berbeda dengan skenario pertama, dalam skenario kedua GPX Esports menambahkan rumah 4 atas Bayfront sebagai backup area.
Kalau kita perhatikan penjelasan sebelumnya di atas, dalam 1:10 Bayfront kemungkinan dapat ditempati atau di konfrontasi dua hingga tiga tim sekaligus. Maka, demi meminimalisir risiko terjadinya too soon atau kehilangan pemain di early game yang sangat merugikan, diperlukan backup area sebagai jawabannya.
Rumah 4 atas Bayfront sendiri juga memiliki looting percentage yang cukup mumpuni untuk kebutuhan sebuah tim. Objektifnya juga masih sama seperti area utama, backup area tersebut dapat digunakan untuk mencegah tim-tim tertentu dalam melakukan rotasi.
2. Arah pergerakan dan jalur rotasi GPX di map Kalahari
Selain memperhatikan dan memahami dropzone, arah pergerakan atau jalur rotasi juga merupakan kunci penting dalam mengukur kekuatan sebuah tim dalam map tertentu. Dalam kasus GPX Esports, kalau zona permainan masih memungkinkan berada di area tengah ke atas map, maka mereka akan bertahan di wilayah Bayfront atau area rumah 4 atas sebagai backup area.
Sedangkan kalau zona permainan berada di area tengah ke bawah map, umumnya mereka akan bertahan di area 2 rumah kembar di luar Bayfront yang tidak termasuk ke dalam area command post, atau mungkin mengambil area rumah 5 bawah Refinery tergantung arah lemparan zona. Sebagai contoh dapat dilihat sebagai berikut:
GPX yang semula berada di Bayfront membuat pergerakan ke arah rumah 2 kembar di luar Bayfront dan berusaha menjegal setiap tim yang mencoba melakukan rotasi, dalam video di atas dapat dilihat pergerakan ECHO Esports terjegal atau dapat diantisipasi oleh GPX.
Letak rumah kembar yang tidak termasuk ke dalam area Command Post, mampu meminimalisir adanya serangan tambahan dari third parties atau pihak ketiga. Nah, kurang lebih arah pergerakan serta jalur rotasinya dapat digambarkan demikian ya, survivors!
3. Komposisi pemain dan posisi serta senjata yang digunakan
Di samping dua hal penting yang telah dijelaskan di atas, maka hal terakhir yang akan melengkapi penjelasan bagaimana kekuatan GPX di map Kalahari adalah susunan pemain, role dan juga senjata yang mereka gunakan. Hal ini juga tidak kalah penting mengingat bahwa dua hal di atas tidak akan berjalan dengan baik jika tidak diiringi oleh pemilihan pemain yang tepat, jadi perlu diingat bahwa setiap pemain memiliki kemampuan dan penyesuaian dalam map tertentu.
Untuk susunan pemain GPX Esports, kapten tim atau shoutcaller diisi oleh sang pemain veteran Justeen, senjata yang umumnya digunakan adalah senjata bertipe rifle atau marksman rifle sebagai main weapon, dan juga sub machine gun atau shotgun sebagai secondary.
Lalu ada Wings yang mengisi posisi support/sniper, dengan M82B sebagai pilihan utama atau dia dapat menggunakan KAR98K, atau AWM bahkan berbagai jenis marksman rifle lainnya tergantung situasi. Untuk secondary, Wings lebih mengutaman shotgun daripada sub machine gun.
Sementara itu posisi rusher utama akan diisi oleh 18Deer, dengan senjata utama yakni rifle atau marksman rifle. 18Deer cenderung memilih shotgun sebagai secondary weaponnya daripada sub machie gun. Dan yang terakhir sebagai 2nd rusher atau backup rusher akan diisi oleh DVITOOO atau RAWWW yang menggunakan senjata double vector sebagai pilihan utama di dalam permainan.
Nah, itu dia survivors, semua hal yang perlu kalian ketahui tentang bagaimana kekuatan GPX Esports di map Kalahari. Kalian mungkin dapat mengikuti semua penjelasan yang telah kami berikan, akan tetapi penting juga untuk memahami terlebih dahulu bagaimana pelaksanaan atau penerapan yang dilakukan oleh GPX dalam scene kompetitif Free Fire ya, supaya kalian tidak salah nantinya dalam menerapkan semua informasi yang telah kami jelaskan di atas.
BACA JUGA : Kejurnas SEA Games 2021 Free Fire penuh kejutan! Tim komunitas menuju pelatnas