FFML S5 Divisi 1 kembali bergulir di akhir week 1, Minggu (20/2) malam. 12 dari 18 tim esports terbaik kembali beradu dalam kasta tertinggi kompetisi Free Fire Indonesia. Masing-masing tim telah mendapatkan kesempatan untuk merasakan panasnya panggung kompetisi yang baru di season ini, dan semua tim semakin bersaing sengit untuk menutup week 1, berusaha mengklaim puncak klasemen sementara.
Format baru FFML S5 Divisi 1 benar-benar semakin memperketat musim kompetisi yang ada. Format ini juga lebih memotivasi tim-tim peserta untuk bisa lebih berjuang menjadi yang terbaik dan jadi juara di akhir musim.
Pada matchday 3 kali ini, GPX Esports yang sempat absen di matchday sebelumnya bangkit dan mengamuk berhasil mengklaim puncak klasemen, serta menutup week 1 dengan sangat baik.
- Jadwal FFML Season 5 Divisi 1, hasil pertandingan, dan live streaming
- FFML S5 Divisi 1: Landak dan Singa beradu menuju puncak!
GPX kantongi dua booyah untuk puncaki klasemen week 1
Memasuki map Bermuda, di round pertama bisa dikatakan GPX memiliki awalan yang kurang baik. Terlibat konfrontasi dengan Team Galaxio di area factory, mengakibatkan mereka harus bermain dengan 3 orang ke arah mid game dan late game. Namun, sangat disayangkan sekali kekuatan yang dimiliki seolah kurang maksimal dan mereka hanya bisa bertahan di posisi sembilan.
Akan tetapi GPX belajar dari kesalahan sebelumnya di Kalahari. Tampil lebih percaya diri, mereka berhasil masuk ke arah mid game. GPX 18Deer tampil menggila di round kali ini, dengan Charge Booster (baca tips dari kami cara menggunakan Chage Booster di sini) berhasil menumbangkan semua lawan, mengeliminasi The Pillars OPI. Memiliki modal yang baik, GPX memasuki late game dengan semangat yang berapi-api.
Bersama sang kapten, GPX 18Deer semakin tak terkalahkan, bagaikan panen buah mereka mengamankan poin kill di akhir dengan mudah. Rebellion Tabor yang berhasil booyah di map sebelumnya, harus takluk dan mengakui kekuatan pasukan Kapak Biru.
Memanfaatkan momentum pertikaian antara AURA Ignite dan Island Of Gods, GPX berhasil menyapu bersih semua musuh dan mengklaim booyah pertama mereka di matchday 3 kali ini.

Kembali ke Purgatory, di round ketiga GPX mencoba bermain lebih defensif untuk menjaga ritme permainan mereka. Strategi yang cukup ampuh, walau hanya mengemas 1 kill tapi mereka dapat bertahan menuju hingga ke late game dan berusaha untuk mengamankan pundi-pundi kill terlebih dahulu.
Berhasil mendapatkan kill tambahan, GPX mulai tersudut karena posisi dan juga pergerakan zona yang kurang baik. Sang kapten, Justeen bersama 18Deer pun ditumbangkan oleh penggawa-penggawa IOG. Manfaatkan momentum yang ada, IOG kembali mengeliminasi Wings, dan Dvitoo yang tersisa dari pasukan Kapak Biru pun tidak bisa berbuat banyak kemudian gugur di tangan Tangcity Esports. GPX harus puas hanya sampai di posisi ketiga.
Menerapkan strategi bermain pasif di awal, GPX tidak mau mengalami petaka seperti start yang kurang baik di round pertama. Bahkan di arah mid game, mereka terlihat berusaha untuk menghindari segala bentuk konfrontasi yang dinilai kurang krusial atau lebih bermain safety menuju late game.
Akan tetapi, strategi ini tampaknya tidak berhasil seperti map sebelumnya. Berbagai gempuran serangan musuh tampaknya sangat ingin menjatuhkan GPX di matchday kali ini. Sama seperti bermuda di awal, mereka berhasil ditumbangkan oleh team NXL dan hanya bertahan di posisi sembilan.
Panasnya map Kalahari terlihat sedikit membangkitkan semangat pasukan Kapak Biru berbeda dengan map-map sebelumnya. Bermain lebih taktis, GPX mencoba untuk menghindari berbagai resiko pertempuran yang dapat merugikan mereka.
Benar saja, setelah banyak tim harus gugur dalam pertempuran berdarah di area command post, GPX hadir untuk memanfaatkan momentum yang bisa diambil. Bermodalkan poin kill yang mereka amankan di awal ke arah mid game, GPX kembali menunjukkan taringnya menuju arah late game. Berbagai stealed-kill dikumpulkan oleh masing-masing pemain, mulai dari 18Deer hingga Wings.
Tampil solid dengan jumlah pemain yang utuh, GPX pun menyapu bersih semua sisa-sisa musuh di medan pertempuran, dan berhasil mengklaim booyah kedua mereka di map yang sama.

Menutup matchday 3 kali ini, GPX mencoba untuk bermain lebih aman sama seperti Purgatory di round ketiga sebelumnya. Dengan kepercayaan diri yang baik, mereka bahkan bertahan hingga ke arah late game. Mendapat gempuran dari sang Naga Api tampak tidak mengurangi kekuatan pasukan Kapak Biru. Kemudian, AURA pun dapat mereka tumbangkan dengan mudah.
Namun, berhasil memanfaatkan kelengahan GPX, Team NXL pun kembali menjegal pasukan Kapak Biru untuk bisa melangkah masuk lebih jauh. Dan, pil pahit kembali harus ditelan oleh GPX yang hanya bertahan hingga posisi kelima. Kendati demikian, pundi-pundi kill yang cukup didukung oleh poin placement terbilang sudah menjadi modal kuat GPX puncaki klasemen matchday ke 3.
Akhirnya selesai sudah week 1 FFML S5 Divisi 1, dan dipenghujung matchday ke 3 berkat performa yang sangat baik dan dua booyah yang berhasil dikantongi, GPX memuncaki klasemen dengan total 156 poin, diikuti oleh ONIC Olympus di posisi kedua dengan 151 poin dan ECHO Esports di posisi ketiga serta tim-tim lainnya.

Tetap ikuti terus perkembangan FFML S5 Divisi 1 bersama ONE Esports ya, survivors. Kami akan sajikan berita-berita seputar turnamen dan juga konten-konten menarik lainnya untuk kalian semua!
BACA JUGA : Kejurnas SEA Games 2021 Free Fire penuh kejutan! Tim komunitas menuju pelatnas