IeSF World Championship 2022 Bali telah memasuki fase hitung mundur (countdown) menuju event terbesar esports yang akan digelar di akhir tahun 2022.

Dalam kompetisi yang digadang sebagai “World Cup”-nya Esports, IeSF World Championship 2022 akan menampilkan berbagai cabang kompetisi game/esports scene yang terdiri atas beberapa game populer di kalangan masyarakat, tidak hanya Indonesia namun dunia.

Ternyata, walau sudah beberapa kali menggelar kompetisi level internaasional, Free Fire sebagai salah satu game mobile terpopuler tidak termasuk ke dalam list atau daftar cabang pertandingan yang akan dimainkan di IeSF World Championship 2022. Mengapa?



Tanpa Free Fire, inilah proses panjang pemilihan game di dalam IeSF World Championship 2022

Perwakilan IeSF, Boban Totovski menjelaskan jika proses pemilihan game yang akan dipertandingkan di IeSF World Championship cukup panjang.

Tujuan IESF sendiri ingin menjaga kompetisi esports melalui beberapa game yang telah dilakukan dari tahun ke tahun. Beberapa game yang terpilih cukup familiar di kalangan publik.

Kredit: PBESI

Game lain juga akan dipilih oleh komite lokal, agar turnamen ini bisa menarik banyak komunitas lokal yang ada di Indonesia. Tidak lupa, mereka juga melakukan survey di lebih dari 100 negara untuk mengumpulkan game terfavorit.

“Kita (IeSF) mau mencoba untuk maintain kompetisi game-game tersebut dari tahun ke tahun. Jadi beberapa game tersebut juga dipilih oleh komite lokal, kita mau mencapai ke komunitas lokal di level yang tertinggi.

Kita juga sudah melakukan survey game apa saja yang populer di negara mereka. Akhirnya kita mulai berdiskusi, negosiasi dengan publisher game, dan inilah nama-nama game yang muncul,” ucap Boban.


Batasan umur jadi alasan Free Fire tidak dipertandingkan di IeSF World Championship 2022?

Lebih jauh, Boban menjelaskan adanya regulasi mengenai batasan umur atlet yang akan bertanding di IeSF World Championship 2022.

Attack All Arround (AAA)
Elracha “PoonGOD” Khunain | Kredit: Elracha Poon (Facebook)

Peraturan mengenai batasan umur memang menjadi polemik atau permasalahan tersendiri dalam event atau kompetisi esports yang kerap dilaksanakan di berbagai belahan dunia. Namun, hal ini diambil atas kebijaksanaan komite dan semua pemangku keputusan.

“Batasan umur atlet tergantung dari regulasi masing-masing game itu sendiri. Kami mengikuti aturan yang berlaku dari publisher, beberapa pemain akan melakukan perjalanan panjang (dari negara masing-masing) maka kami menetapkan batasan umur 16-18 tahun ke atas,” pungkasnya.

Well, apapun yang terjadi semoga tidak mengurangi euforia event yang akan berjalan ya survivors semua mari kita tetap dukung IeSF World Championship 2022.

BACA JUGA : Jelang IeSF World Championship 2022: PBESI siap suguhkan potensi besar esports Indonesia dalam event nasional dan global