FFML S5 Divisi 1 kembali berlanjut ke matchday 2, Sabtu (19/2) malam. Ada 12 dari 18 tim yang kembali tampil di kasta tertinggi kompetisi Free Fire Indonesia ini. Kali ini, tim-tim yang belum berkesempatan bermain di matchday perdana mendapatkan giliran untuk bermain, seperti Island Of Gods, The Pillars OPI, KINGS Esports, Bigetron Rosugo, Team NXL, dan AURA Ignite.

Format baru FFML S5 Divisi 1 kali ini benar-benar semakin memperketat musim kompetisi yang ada. Format baru ini juga pasti lebih memotivasi tim-tim peserta untuk bisa lebih berjuang menjadi yang terbaik dan jadi juara di akhir musim.

Pada matchday 2 FFML S5 Divisi 1 kali ini, ONIC Olympus dan ECHO Esports bersaing sengit demi mengklaim puncak klasemen sementara.



ONIC Olympus dan ECHO berebut takhta GPX Esports

Sesuai dengan jadwal yang telah dibuat membuat GPX Esports yang menguasai puncak klasemen sementara harus absen di matchday 2. Dari 12 tim yang beradu di matchday kali ini, ONIC Olympus dan ECHO mencuat sebagai tim yang siap untuk mengambil alih takhta milik GPX.

Pada round pertama di map Bermuda, ONIC Olympus dan ECHO masuk ke dalam jajaran top 3, bersama EVOS Divine yang tampaknya mulai bangkit dari kekurangan mereka di matchday 1.

Tampil meyakinkan, ONIC Olympus berhasil melumat EVOS Divine dan memulangkannya di posisi ke-3 dan menyisakan ECHO Esports di pertarungan terakhir. Pada pertarungan tersebut, Kojaa dan KIBA dari ECHO ternyata berhasil menggungguli ONIC Olympus dan mendapatkan Booyah.

FFML - ECHO Esports
Kredit: Garena

Di map kedua, ECHO tampil lebih percaya diri dan lebih menggila lagi. Di fase early game, mereka langsung berhadapan dengan AURA Ignite. Dutzz sebagai inisiator serangan langsung maju bersama Kojaa dan berhasil meratakan Sang Naga di awal permainan.

Akan tetapi di map kedua kali ini, nasib baik tidak begitu berpihak bagi ECHO maupun ONIC Olympus. ECHO harus takluk di posisi ke-10 di tangan Team NXL. Sementara ONIC Olympus tersingkir di posisi ke-6 oleh First Raiders Eclipse setelah hanya menyisakan ONIC Garee yang tak bisa bertahan lama. Booyah di map kedua inipun secara mengejutkan di ambil oleh The Pillars OPI.

Memasuki map ketiga, ECHO tetap mengandalkan strategi agresif di early untuk mengamankan pundi-pundi kill. Sementara ONIC Olympus tampil sedikit lebih defensif. Namun keduanya berhasil masuk ke dalam jajaran top 3.

Namun, ECHO sedikit kurang beruntung. Mereka mampu bertarung sengit, tetapi mereka harus takluk di tangan Island of Gods. Melihat situasi menguntungkan ini, ONIC Olympus pun langsung bergerak masuk dan menyapu bersih pemain IOG untuk dapatkan Booyah.

FFML - ONIC Olympus
Kredit: Garena

Di map keempat, ONIC Olympus hampir saja terkena kutukan kompetitif (habis Booyah terbitlah too soon). Setelah mendapatkan gempuran dari NXL, Landak Kuning sukses memenangi pertempuran tanpa kehilangan anggotanya.

Tidak hanya sampai di situ saja. Memasuki mid game, mereka kembali mendapat gempuran AURA Ignite. Bersaing sengit dan kehilangan hampir seluruh pemainnya, ONIC Olympus justru berhasil memenangkan pertemuran dengan AURA.

Kendati demikian, ONIC Olympus tak bisa bertahan lebih lama lagi. KINGS Esports yang berhasil mengendus sisa-sisa pertempuran, berhasil masuk dan menyapu sisa pemain ONIC yang ada, yaitu Garee. Alhasil Landak Kuning pun harus puas berada di posisi ke-9.

Di sisi lain, ECHO yang tampak belajar dari kesalahan mampu bermain aman hingga ke late game. Namun, mereka juga harus puas berada di posisi ke-3, setelah mereka berhasil ditumbangkan oleh Bigetron Rosugo yang kemudian mengamankan Booyah untuk round keempat.

Menyisakan dua map terakhir yakni Kalahari dan Purgatory, masing-masing dari ECHO dan ONIC Olympus masih bersaing untuk berebut puncak klasemen. Berbeda dengan ONIC Olympus yang lebih bisa menjaga diri, pasukan Singa Muda (ECHO) tampak kurang beruntung kali ini dan harus gugur di posisi ke-7. Sementara itu, pasukan Landak Kuning juga harus tumbang di posisi ke-5.

Memasuki map penutup, ECHO tampaknya kembali harus menelan pil pahit. Sempat berusaha menghalau serangan dari West Bandits, tetapi mereka ternyata tidak mampu mengatasinya. Sementara ONIC yang tidak bermain lebih safety, berhasil menyisakan dua player-nya di late game.

Sayangnya bagi ONIC, zona yang bergerak begitu cepat di fase akhir berhasil dimanfaatkan oleh KINGS Esports yang berhasil mengamankan Booyah di round terakhir. Namun, Landak Kuning pun harus bersyukur karena Bigetron Rosugo harus takluk di posisi ke-3 yang membuat mereka duduk di peringkat kedua di map terakhir.

Walau sedikit pahit di akhir, tetapi performa agresif dan baik yang dibangun oleh ECHO Esports berhasil membawa mereka menjadi Team Predator untuk matchday 2 dengan perolehan 43 poin kill. Hal ini juga membuat ECHO berhasil mengumpulkan 151 poin, atau sama dengan ONIC Olympus.

Meski memiliki poin yang sama, ONIC Olympus berhasil menjadi pemuncak klasemen sementara FFML S5 Divisi 1 secara keseluruhan berkat perolehan placement poin yang lebih baik ketimbang ECHO.

Sengit sekali bukan, apakah GPX akan bisa membalas menjelang matchday ketiga yang akan digelar, Minggu (20/2) malam? Kita tunggu saja!

Tetap ikuti perkembangan FFML Season 5 Divisi 1 bersama ONE Esports ya, survivors. Kami akan sajikan semua hal seputar pertandingan dan banyak konten-konten menarik lainnya untuk kalian semua!

BACA JUGA : Tips Booyah Free Fire menurut DylandPROS beserta penjelasannya