ECHO Esports dapat dikatakan saat ini merupakan tim yang sedang naik daun (breakthrough team) dalam scene kompetitif Free Fire Indonesia.

Menanjak dari kasta kompetisi FFML Divisi 2, beradu naik-turun di FFML Divisi 1 dan bertarung di FFIM 2022 Spring semua sudah dilewati.

Hasilnya pun luar biasa, sebagai sebuah tim debutan dengan pemain-pemain yang mostly adalah tier 2 player tampak mustahil untuk menjuarai turnamen major.



Namun, menepis semua kebencian netizen ECHO Esports berhasil keluar menjadi juara FFIM 2022 Spring pada Minggu (10/4).

ECHO Esports
Kredit: ONE Esports (Cristian WS)

Walau harus bermain terpisah dengan beberapa pemainnya karena Covid-19 pun tidak menjadi penghambat bagi ECHO meraih gelar juara.

Lantas, apakah benar ECHO berhasil keluar sebagai juara karena murni kerja keras dan skill mereka? Atau, mungkin semata karena tidak ada EVOS Divine di sana?

ONE Esports akan membahas lebih detail mengenai tanggapan pelatih ECHO Esports, Christian “ChrisJo” Jonathan terkait hal ini. Check this out.


ECHO Esports bisa menjadi juara karena absennya EVOS Divine? Chrisjo: “Biasa saja..”

Melalui konten #NgobrolBlay bersama sosok caster kondang Adji “Sven”, coach Chrisjo buka suara mengenai tanggapan tentang ECHO Esports.

Adji menanyakan kepada Chrisjo apakah yang menjadi faktor besar ECHO bisa menjadi juara FFIM 2022 Spring.

Chrisjo menjawab faktor mentalitas merupakan salah satu hal utama yang membuat ECHO berhasil menjadi juara.

ECHO Esports
Kredit: ONE Esports (Cristian WS)

Ia menambahkan, faktor bermain “satu hari saja” membuat mereka memfokuskan diri bagaimana bisa memaksimalkan hari itu dan berusaha bermain bagus.

“Kalau dari sudut pandang saya sih, mental ya. Karena kami hanya bermain satu hari, hanya 6 round jadi tidak terlalu merasakan tekanan-tekanan. Kami hanya berfokus pada satu hari itu bagaimana caranya kami bisa bermain bagus,”

“Makanya mental dibangun dan dilatih sebelumnya, kami juga tentu banyak belajar dari (kekalahan) FFML begitu,” ujarnya.

Kemudian, Adji pun mulai memberikan pertanyaan yang menohok terkait apakah benar ECHO bisa menjadi juara karena EVOS Divine tidak ikut bermain di FFIM.

Karena sebelumnya sebagai juara FFML S5 Divisi 1, EVOS berhak langsung melaju ke Grand Final FFWS 2022 Sentosa dan banyak teori yang menyebutkan demikian.

Chrisjo pun menanggapi dengan santai dan menyatakan ia bersikap biasa saja dan tidak terlalu memusingkan hal tersebut.

Sebagai pelatih ia pun yakin bahwa timnya benar-benar matang dan mendominasi dari segi skill, serta percaya diri mampu bisa menjadi juara.

ECHO Chrisjo & ECHO Ombaac | Kredit: ONE Esports (Cristian WS)

“Kalo respon saya sih sebenernya biasa saja, setuju tidak setuju biasa saja. Namun semua itu kembali kepada penilaian masing-masing orang saja,”

“Saya yakin (pede) menjadi juara karena data atau statistik di FFML tim kami lumayan mendominasi di week 1-2 walau menurunnya itu di week 3-4. Dari situ kita banyak belajar,” pungkasnya.

Well, terlepas dari apapun hasil yang sudah ada kita harus bisa mendukung ECHO Esports ya survivors semua.



Kita tidak boleh berlarut-larut memberi hujatan ataupun hal-hal negatif terhadap prestasi yang berhasil diraih oleh ECHO Esports.

Mari kita dukung ECHO Esports dan EVOS Divine untuk bisa berjaya membawa gelar juara dunia Free Fire kembali ke Indonesia!

BACA JUGA : Pro player dilarang mengucapkan ‘Nice Try’? Begini penjelasan ONIC Tabul!