Bermain FPS tampak seperti hal yang mudah bagi sebagian orang. Namun pada kenyataannya, itu tak semudah yang mereka kira. Butuh kerja keras dan komitmen untuk bisa menguasai genre game yang satu ini, tak terkecuali Valorant, garapan Riot Games yang dirilis Juni tahun lalu.
Jika kalian menganggap game FPS hanya soal membidik dan menembak, maka kalian salah besar. Menghempaskan peluru pada target sasaran bukanlah hal yang mudah. Pemain harus bisa menahan hentakkan yang dihasilkan senjata saat meluncurkan peluru, itu membuat bidikkan bergoyang tak beraturan. Akan lebih sulit lagi jika target terus bergerak.
Tak hanya sampai di situ. Pada game Valorant, pemain bisa memanfaatkan berbagai skill yang memiliki beragam kegunaan. Setiap agent dilengkapi dengan skill yang berbeda, itu yang membuat Valorant berbeda dengan game FPS lain.
Oleh karena itu, Valorant adalah game FPS yang tak mudah untuk dikuasai dan bahkan terbilang lebih sulit dari game lain di kelasnya. Namun tenang saja, salah satu pemain BOOM Esports, Nanda “Asteriskk” Rizana telah membagikan cara latihan yang membuatnya menjadi pro player.
Pertama-tama, Asteriskk mengatakan jika modal utama dalam Valorant adalah AIM atau bidikkan, sama dengan game FPS lainnya. Untuk melatihnya, kalian butuh waktu, kerja keras, dan komitmen.
“Modal utama dalam bermain FPS adalah AIM, membutuhkan waktu dan proses untuk melatih hal tersebut, semuanya bergantung pada usaha kalian,” ungkap Asteriskk.
Perihal yang satu ini, kalian bisa mengikuti pola latihan yang biasa dijalani Asteriskk bersama rekan-rekannya di BOOM Esports.

“BOOM Esports selalu melakukan latihan (AIM) di awal matchday, sebelum sesi latihan, dan sebelum tidur menggunakan KovaaK. Minimal dua set latihan,” ujar Asterisk.
KovaaK adalah platform pelatihan FPS definitif di PC (tersedia di Steam) yang cukup populer, bahkan di kalangan pro player. Sistem ini menyediakan lebih dari 8.300 skenario latihan, analisis kinerja, serta berbagai senjata dan target yang realistis.
Sedangkan masalah peguasaan penggunaan skill agent, pemain bernama lengkap Nanda Rizana menyarankan untuk terus berlatih sambil bermain karena pengguasaan utilitas sangat bergantung pada jam terbang.
“Dalam berlatih penggunaan skill utility, saya sarankan untuk tekun bermain karena itu bisa membuat kalian terbiasa dengan mekanisme unik Valorant ini,” ungkap Asteriskk.
Pada dasarnya, semua saran dari Asteriskk tadi menyarankan kita untuk berkomitmen dalam berlatih. Bisa andal dalam game memang hal yang paling menyenangkan bagi para gamer, namun siapkah kalian untuk berjuang keras guna mencapai titik itu?
BACA JUGA: Map Breeze batal digunakan di VCT Masters Reykjavik