Megabintang Valorant milik Sentinels, Tyson “TenZ” Ngo, sejauh ini begitu identik dengan agent Jett. Ia bisa dibilang hampir selalu memainkan agent ini di setiap pertandingan kompetitifnya.

Namun secara mengejutkan, player asal Kanada berdarah Vietnam itu justru menyebut Sova sebagai agent paling penting yang ada di dalam game saat ini. Bukan Jett yang hampir selalu menjadi andalannya, termasuk saat meraih gelar MVP di VCT Masters Reykjavík beberapa waktu lalu.

Sejak pertama kali masuk ke scene kompetitif Valorant, TenZ hampir tidak pernah memainkan Sova di setiap pertandingannya. Ia hanya tercatat pernah memainkan agent tersebut di fase awal ajang Twitch Rivals: VALORANT – Series 1 menghadapi Team Tiffale pada Februari 2021.

Di luar pertandingan tersebut, Jett merupakan agent andalan utama TenZ di setiap pertandingannya. Jika tidak, ia biasanya memainkan Reyna dan Raze sebagai andalannya. Namun akhir-akhir ini ia sesekali terlihat memainkan Yoru.

Sentinels, TenZ, Valorant
Kredit: Riot Games

TenZ sebagai player duelist, memang tidak cocok untuk menjadikan Sova sebagai andalan. Namun agent ini disebut sebagai yang terbaik dan paling penting di dalam setiap pertandingan.

Di sisi lain, hal ini diungkapkan oleh TenZ karena didasarkan kepada seberapa pentingnya keberadaan sang agent bagi tim, dan juga termasuk untuk menunjang permainan agent yang ia mainkan secara individual.

Saking pentingnya keberadaan Sova, TenZ juga sempat mempertanyakan keputusan tim-tim Valorant dari Eropa yang lebih senang memainkan Skye sebagai initiator atau agent pencari informasi bagi tim.

Recon Bolt milik Sova dan cooldown recharge-nya jadi alasan TenZ

Valorant, Sova
Sova | Kredit: Riot Games

TenZ percaya bahwa Sova adalah agen terbaik dalam permainan saat ini dan menjadi salah satu yang harus dipilih oleh tim di setiap pertandingan. Keberadaan agent ini bisa banyak membantu tim, terutama dalam hal mengumpulkan informasi.

Meski demikian, TenZ mengungkapkan bahwa ada satu map di Valorant, di mana Sova bisa dikesampingkan untuk dipilih. “Setiap map kecuali Split, Sova adalah agen S-tier,” ucap TenZ dalam streaming-nya.

Hal ini dikarenakan oleh skill signature Sova, Recon Bolt yang berfungsi untuk mendeteksi keberadaan lawan, dapat digunakan dari jarak yang aman. Selain itu cooldown recharge dari skiil juga hanya 40 detik.

Owl Drone sebagai kemampuan dasar milik Sova juga bisa digunakan sebagai entry tool. Hal ini dapat meminimalisir risiko menjadikan rekan satu tim sebagai tumbal saat melakukan push. Skill ini juga dapat menandai agen musuh.

Segala tools yang dimiliki Sova ini menjadi alasan utama bagi TenZ untuk menjadikannya sebagai S-tier agent Valorant dan telah memberi tim apa yang ia disebut sebagai “wall hacks”. “Jika ada yang ditandai di balik asap, di balik wall, mereka akan mati,” ucap pemain berusia 20 tahun itu.



TenZ heran Riot Games belum beri nerf kepada Sova

TenZ, Sova, Sentinels, Valorant
Kredit: Riot Games

Meski dimanjakan oleh keberadaan Sova di dalam timnya, TenZ justru berharap Riot Games sebagai pengembang Valorant untuk memberikan nerf kepada agent tersebut. Bahkan ia mengaku heran hal tersebut belum juga dilakukan oleh pengembang.

“Saya pikir jika mereka (Riot Games) memberinya nerf sampai titik tertentu, dia (Sova) tidak akan lagi menjadi agent yang wajib dipilih di map Ascent, Bind, dan Haven,” tutur TenZ.

Kurang populernya Sova di map Split ini juga begitu terlihat di sepanjang gelaran Valorant Champions Tour Amerika Utara (VCT NA) Stage 3 Challengers 2.

Di ajang tersebut, Sova adalah agent yang memiliki pick rate tertinggi yaitu sebesar 80 persen, mengalahkan Jett di posisi kedua dengan 74 persen. Namun, agent ini sama sekali tidak pernah hadir ketika permainan digelar di map Split. Tidak pernah sekalipun dipilih oleh setiap tim.

Kini, TenZ bersama Sentinels akan segera tampil di VCT NA Stage 3 Challengers Playoffs yang baru akan digelar pada Kamis (12/8/2021). Di ajang ini, tiga tim teratas akan melaju ke turnamen internasional Valorant berikutnya, VCT Masters Berlin.

Sebagai juara VCT Masters Reykjavik, Sentinels tentu sangat berambisi untuk bisa lolos ke Berlin dan mempertahankan gelar juaranya itu demi melanjutkan dominasi mereka sebagai tim Valorant terbaik di dunia saat ini.

BACA JUGA: VCT NA Stage 3 Challengers Playoffs: Jadwal, hasil, tim, cara menonton