Skuad Valorant T1 telah mengumumkan bahwa mereka akan bermain tanpa pemain Operator dan mantan pemenang CS:GO ELEAGUE Boston Major 2018, Tyler “Skadoodle” Latham, di turnamen Pop Flash Ignition Series yang akan dimulai pada 26 Agustus mendatang.
Skadoodle sendiri menyampaikan kabar tersebut dengan mengatakan bahwa dia masih dalam proses memperluas penguasaan agennya. Kemudian ia lanjut menjelaskan bahwa dia akan kembali ketika waktunya tepat.
Perubahan ini tidak mengherankan, karena T1 terpuruk sejak dimulainya kompetisi Ignition Series. Alih-alih berkembang, tim ini justru terus mengalami penurunan performa. Padahal T1 sebenarnya memiliki daftar pemain berbakat yang dipenuhi dengan bintang CS:GO seperti Skadoodle dan Braxton “brax” Pierce.
Keputusan Skadoodle untuk menguasai agen lain sebagai pengguna Operator (Operator: Senapan Sniper yang sering digunakan satu pemain dalam tim sebagai penyerang utama) utama tim adalah langkah yang benar. Skadoodle sebelumnya selalu menggunakan agen Sage, sementara tim top Valorant seperti TSM dan Cloud9 mendominasi turnamen Amerika Utara dengan meta agen Jett-Operator.
- Shroud takkan bergabung dengan tim Valorant profesional
- BOOM Esports tersingkir secara dramatis dari Valorant Pacific Open 2020
Saat ini Skadoodle sering mengasah kemampuannya menggunakan Jett dalam ranked match Valorant, bahkan terkadang ia bermain dengan roster Cloud9 2015 lamanya yang terdiri dari Shroud, Sean Gares, Ryan “freakazoid ” Abadir, dan Jordan “n0thing” Gilbert.
T1 belum mengumumkan pengganti Skadoodle di turnamen Pop Flash Ignition Series mendatang, namun, pelatih Daniel “fRoD” Montaner telah mengisi tempat Skadoodle di turnamen terakhir T1, dan dia mungkin akan diminta untuk menggantikannya lagi.
BACA JUGA: Kembali berinvestasi di Korea, Cloud9 umumkan tim Valorant-nya
