Pertempuran di Valorant Circuit Tour (VCT) NA Challengers Finals telah berakhir, Sentinel menutupnya dengan tiga kemenangan langsung atas daftar Version1 di grand final. Kini kedua finalis harus mempersiapkan diri untuk berjuang di ajang penutup Stage 2 di Reykjavík.
Version1 (V1) membuka pertandingan dengan sesuatu yang baru di Bind, Jordan “Zellsis” Montemurro memilih Viper dan Anthony “vanity” Malaspina mengejutkan semua orang dengan Yoru pick. V1 cukup sukses saat jadi kubu bertahan tetapi tidak bisa menembus pertahanan Sentinel di babak selanjutnya. Pada akhirnya juara VCT Masters 1 mengunci kemenangan di map pertama dengan skor 13-8.
Sentinels semakin mendominasi jalannya pertandingan dengan penampilan mereka di map dua, Haven. Selain mengejutkan V1 dengan memilih Haven, Sentinels juga mampu menguasai map tersebut dengan aksi SicK, TenZ, dan dapr yang sama-sama mendapatkan lebih dari 21 kill.
- Menang 3-1 di All Thailand Finals, X10 wakili SEA di VCT 2021: Stage 2 Masters Reykjavík
- Hasil pertandingan & jadwal lengkap Valorant Challengers SEA Playoffs
Di map selanjutnya, Icebox, V1 harus melakukan comeback dan mendapatkan kemenangan jika tidak mau memberikan takhta juara pada lawannya.
Kedua tim bermain imbang 6-6 pada babak pertama. Tapi Sentinels muncul sebagai kubu yang lebih kuat setelah ShahZaM bermain apik mengantongi 31 kill bersama Jett-nya. Dengan kemenangan tersebut, untuk kesekian kalinya Sentinels menjadi yang terkuat di Amerika Utara dan mengamankan hadiah utama sebesar US$40.000.
Usai kemenangan tersebut, ShahZaM cs sudah tidak sabar untuk bersaing di level internasional, terutama dengan Fnatic dan Team Liquid. “Eropa mungkin wilayah terkuat lainnya di luar Amerika Utara,” katanya usai pertandingan. “Saya menonton banyak pertandingan mereka dan saya tertarik untuk melihat bagaimana gaya mereka saat bertarung dengan kami karena mereka suka menjalankan setup post-plants dan menggunakan Brimstone.”
Di sisi lain, meski tadi malam V1 menjalankan beberapa draft baru, namun pelatih Ian “immi” Harding tidak ingin membuat perubahan strategi yang besar untuk pertarungan di Islandia nanti. “Mungkin ada beberapa perubahan, tapi tidak ada yang terlalu drastis,” katanya setelah pertandingan. “Kami tidak khawatir dengan tim Eropa yang dikenal sering bermain taktis, kami hanya perlu menghantam mereka. Itu tidak masalah bagi kami, mereka tidak bagus.”
Untuk kedua finalis, perjalanan VCT Stage 2 mereka belum berakhir karena mereka bakal menjadi perwakilan Amerika Utara di Islandia. Akan ada 10 tim dari seluruh dunia yang bersaing di turnamen offline resmi pertama, VCT Master Reykjavík, Hanya dengan lolos ke Master saja, setiap tim telah mendapatkan poin VCT dalam jumlah besar untuk modal utama mendapatkan tiket VCT Champions di akhir tahun nanti.
BACA JUGA: 6045 Pirates tampil di panggung Valorant terbesar Asia Tenggara dari warnet!