Sejak pertama kali Riot Games merilis versi beta dari game FPS baru mereka, Valorant, sekitar tujuh bulan lalu, tak lama dari muncul perdebatan di antara para pemain tentang mana yang lebih baik antara senjata Phantom vs Vandal. Hingga sekarang, belum ada jawaban yang pasti.
Kini Riot Games baru saja merilis statistik akhir tahun untuk tiga senjata paling mematikan di dalam game, di mana Vandal berada di urutan teratas.
Menurut game stats log dari Riot Games, Vandal memiliki keunggulan atas Phantom dalam hal “jumlah kill sejak dirilis.” Tentu saja, hal ini menunjukkan bahwa Vandal lebih populer daripada Phantom, bukan karena senjata ini lebih baik secara objektif.
Alasan yang paling masuk akal soal mengapa Vandal berhasil mengalahkan Phantom adalah karena banyaknya pemain Valorant dengan background CS: GO. Dalam CS: GO, AK-47 masih dianggap sebagai assault rifle terbaik di dalam game. Itulah mengapa mereka lebih memilih menggunakan Vandal yang merupakan salinan dari AK-47 di Valorant.
Namun, beberapa pemain pro seperti Cloud9’s Tyson “TenZ” Ngo percaya bahwa Phantom adalah assault rifle yang lebih unggul karena tingkat tembakannya (rate of fire) yang lebih tinggi dan pelurunya tidak dapat dideteksi saat ditembakkan menembus smoke. Jika pemain melakukan spay menembus smoke menggunakan Vandal, agen musuh akan lebih mudah mencari tahu dari mana asal tembakan.
- Valorant bakal miliki Story Mode di masa mendatang?
- Sistem poin peringkat tersembunyi di Valorant telah bocor?
Di sisi lain dalam hal mengincar head shot, Vandal memiliki keunggulan di atas Phantom dengan potensi one-shot kill dengan konsistensi di jarak berapa pun, bahkan jika lawan memiliki perisai penuh. Sementara Phantom hanya dapat melakukan hal ini dengan jarak target 15 meter.
Sebagian besar, pemain pro juga memilih menggunakan Phantom di turnamen, itulah sebabnya Riot Games memutuskan untuk memberikan buff kepada Vandal di patch 1.07 pada September 2020. Buff tak terduga ini juga membantu para pengguna Vandal untuk meningkatkan potensi raihan kill-nya dengan fire rate yang lebih tinggi.
Senjata paling mematikan di peringkat ketiga, menurut lembar statistik global adalah Spectre. Hal ini bisa saja dikarenakan kemenangan di pistol round di Valorant begitu penting. Pemain yang memilih untuk membeli Spectre setelah memenangkan pistol round lebih sering mendapatkan hadiah berupa eco frag.
Postingan tersebut juga menyertakan rekor pertandingan terpanjang dalam sejarah Valorant, di mana melibatkan total 58 ronde dan berlangsung selama satu jam dan 28 menit, dan dimainkan di Ascent.
BACA JUGA: GeT_RiGhT indikasikan bakal pensiun dari CS: GO untuk beralih ke Valorant