Evil Geniuses baru saja dinobatkan menjadi juara Valorant Champions 2023 setelah mereka berhasil mengalahkan Paper Rex, Minggu (27/8).

Perjuangan panjang mereka dari awal tahun 2023, membuahkan sebuah gelar Major untuk menutup rangkaian turnamen VCT 2023.

Siapa yang bisa menyangka tim yang terdiri atas sekumpulan pemain muda antah berantah itu mampu menapaki level tertinggi kompetisi Valorant.

Evil Geniuses, Valorant Champions 2023, Valorant
Kredit: Riot Games

Namun, satu hal yang pasti keberhasilan Evil Geniuses tidak terlepas dari andil besar sang pelatih, seorang wanita bernama Christine “Potter” Chi.

BERITA VCT LAINNYA
Evil Geniuses juara Valorant Champions 2023
Momen clutch f0rsakeN gendong Paper Rex ke Grand Final Valorant Champions 2023
RESMI: VCT Masters 2024 digelar di Madrid

Mengenal Potter, pelatih wanita Evil Geniuses juara Valorant Champions 2023

EG Potter, Evil Geniuses, Valorant Champions 2023, Valorant,
Kredit: Riot Games

Sepanjang sejarah esports, Potter telah menjalani berbagai role mulai dari pemain, talent (caster/analyst) hingga akhirnya menjadi pelatih (Head Coach).

Sebelum terjun ke Valorant di awal tahun 2021, Potter lebih dikenal sebagai pemain yang lalu beralih jadi caster/analyst di scene CS:GO.

Potter hadir ke Evil Geniuses awalnya sebagai pemain, lalu beralih menjadi pelatih. Ia lalu mendidik pemain-pemain muda dari tier 2.

Nama-nama seperti Boostio, JAWGEMO, Demon1, COM siapa yang mengenal mereka? Jika ada satu pemain Evil Geniuses yang dikenal, adalah Ethan “Ethan” Arnold mantan pemain 100Thieves, mantan pemain CS:GO NRG.

Dengan tekun dan ulet, Potter mendidik mereka semua dan secara perlahan berproses jadi yang terbaik di kancah dunia.

“Kebanyakan pemain yang saya rekrut, bukan pemain yang terpilih. Faktanya, pemain yang saya rekrut adalah mereka yang tak dipandang. Tak ada satupun tim yang mau merekrut mereka, dan mereka tak punya pilihan lain,” ucap Potter kepada ONE Esports.

EG Potter, Evil Geniuses, Valorant Champions 2023, Valorant,
Kredit: Riot Games

“Sejak hari pertama, saya sudah membicarakan itu dengan para pemain ‘hey, kita bekerja di sini bersama-sama’,” tambah dia.

Potter menambahkan, Evil Geniuses bukanlah tipikal tim yang menggelontorkan dana besar untuk beli pemain. Namun, timnya memilih untuk mengembangkan berbagai aspek di dalam pemain. Dan hal itu selaras dengan pola pikirnya di scene esports.

Kredit: Riot Games

“EG tidak pernah menghabiskan uang untuk (membeli) pemain. Namun mengembangkan berbagai aspek pada pemain. Saya cukup memahami hal tersebut, jadi tipikal pemain yang kami punya sangat berbeda dengan tim lainnya,” tuturnya.

Akhirnya, filosofi penting Potter dalam mendidik Evil Geniuses adalah membentuk tim itu menjadi tim yang terbaik dan para pemain menjadi para pemain terbaik yang pernah ada. Pola pikir itu sangatlah unik, mengingat dia adalah wanita.

“Salah satu hal terpenting, saya sudah merasakan kalah berkali-kali. Saya tak pernah berada di tim terbaik dari yang terbaik. Sehingga, mengetahui cara untuk menang adalah saat kalian tidak memiliki rekan tim terbaik atau strategi terbaik atau bahkan (segala) yang terbaik dari yang terbaik” pungkas dia.

Evil Geniuses, Valorant Champions 2023, Valorant
Kredit: Riot Games

“Perspektif tersebut berarti besar, khususnya jika kalian memulai karier pertama kali sebagai sebuah tim. Perspektif unik itu membawa kami ke puncak.”

Dan mereka membuktikannya, mereka menjadi juara Valorant Champions 2023. Membawa Potter, menjadi wanita pertama peraih gelar Major di esports.

Ikuti akun resmi ONE Esports di FacebookInstagram dan TikTok untuk mendapatkan kabar terkini esports, hasil pertandingan, gosip transfer dan update harian lainnya.

BACA JUGA : Jadwal lengkap Valorant Champions 2023, format, hasil dan cara menonton