Tim Valorant Bren Esports telah muncul sebagai salah satu favorit juara baru setelah tampil dengan kinerja mengesankan di putaran Playoff VCT SEA Challengers Stage 2.
Pertama-tama, Bren Esports mengirim rival Asia Tenggara mereka, BOOM Esports, ke lower bracket dengan mengambil dua kemenangan bersih. Skuad Filipina mendominasi BOOM di kedua map, Haven dan Bind, dengan skor telak 13-3.
Semua pemain dari Bren melakukan peran mereka dengan baik hingga membuat setiap ronde kemenangan terlihat mudah. Hanya ada sedikit kesalahan uang ditunjukkan Bren saat mereka memanfaatkan ketidaktegasan BOOM dengan permainan agresif mereka sendiri.
Pemain baru Bren, Riley “witz” Go, adalah faktor kunci dalam kesuksesan tim. Dengan kehadiran pengguna Skye dan Sova di tim mereka, Bren bisa tahu persis apa yang dilakukan BOOM. Mereka menggunakan informasi ini dan menyusun rotasi yang tepat waktu.
Sementara sorotan utama jatuh kepada kapten tim Bren, Jessie “JessieVash” Cristy Cuyco, yang memperoleh penghargaan MVP di Haven untuk performa 20/7/8 KDA. Di map berikutnya, JessieVash menutup pertandingan dengan skor 17/6/7 KDA.
Setelah Bren menang, pelatih tim Gilbert “Gibo” Sales Jr. mengatakan kepada ONE Esports bahwa kinerja tim bisa meningkat karena anggota baru di skuad. “Menurut pendapat saya, witz sangat membantu tim karena (dengan kehadirannya) sekarang kami dapat menggunakan komposisi agent yang selalu ingin kami jalankan.”
Witz memiliki latar belakang CS: GO dan merupakan seorang pemain AWP. Dia kemudian beralih ke Valorant, bergabung dengan NG.Blue yang kemudian diakuisisi oleh Made in Thailand (MiTH).
Gibo berbagi bahwa selama witz bersama MiTH, dia diminta untuk memainkan peran Initiator. Jadi ketika dia bergabung dengan Bren, mereka meminta agar dia main Skye. Tim percaya bahwa dia adalah agen penting dalam meta Valorant saat ini.
- Player Valorant Amerika Utara terbaik di setiap role versi 100 Thieves
- Agent Valorant terbaik untuk taklukkan Breeze
Sayangnya, meski melakukan upaya yang berani, Paper Rex terbukti sedikit lebih ungul dari Bren Esports setelah mereka dikalahkan 1-2. Meskipun demikian, di pertandingan terakhir, Bren berhasil memaksakan perpanjangan waktu dan secara konsisten memberikan perlawanan sengit pada lawan mereka.
Saat wawancara pasca pertandingan, Paper Rex Benedict “Benkai” Tan mengakui, “Kami tidak siap dengan kecepatan yang dijalankan Bren.”
Dia menggaris-bawahi jika push Bren adalah tantangan khusus. “Sisi menyerang mereka adalah bagian yang lebih sulit. Pertandingan berpusat pada menyesuaikan dengan kecepatan mereka.” Benkai juga memuji Bren sebagai “tim tersulit yang mereka hadapi sejauh ini”.
Kini Bren Esports akan melawan NXL, CERBERUS Esports, atau CBT Gaming di perempat final lower bracket. Sementara, Paper Rex melaju ke final upper bracket di mana mereka akan menghadapi juara bertahan X10 Esports.
BACA JUGA: Hasil pertandingan & jadwal lengkap Valorant Challengers SEA Playoffs