Kesuksesan VALORANT terus berlanjut di fase closed beta-nya. Dengan penambahan region baru, Riot semakin percaya diri pada kapasitas server-nya untuk menyambut waktu launching game yang kian dekat.

Menjelang jadwal peluncuran VALORANT, para pemain mulai mempertanyakan beberapa fitur yang tidak ada di game fps Riot tersebut, salah satunya adalah solo ranked murni.

Di VALORANT, pemain memang bisa melakukan solo rank, namun nantinya pemain solo akan bertemu dengan mereka yang membentuk party, entah itu party dua atau party tiga. Tidak ada fitur solo rank murni yang hanya mempertemukan para solo ranker dengan solo ranker lainnya.



Sebagian pemain menyayangkan hal tersebut karena mereka meyakini jika solo rank murni adalah fitur game yang paling adil.

Dalam catatan update terbaru VALORANT, product manager Riot, Ian Felding, merespon pertanyaan mengenai solo rank tersebut dengan mengatakan jika fitur solo rank murni tidak ada karena VALORANT mengutamakan konsep team-play.

“Jika para player memiliki tim yang bisa membuat mereka bermain bagus, maka kami tidak akan memaksa mereka untuk bermain solo hanya karena anggapan bahwa sebenar-benarnya ujian skill adalah solo rank murni,” ungkap Felding.

Namun Felding tidak memungkiri jika para solo ranker mungkin akan mendapatkan formasi tim yang tidak seimbang, contohnya satu tim yang terdiri dari tiga solo rangker dan satu party dua orang bertemu dengan tim yang terdiri dari party lima orang. Oleh karena itu, sistem matchmaking VALORANT akan mengoptimalkan keadilan pertandingan dengan mempertemukan tim yang memiliki formasi serupa.

BACA JUGA: Godsent masuki esports Valorant dengan hadirkan tim wanita pertama