Beberapa hari lalu, Riot Games telah mengumumkan bahwa map keenam yang baru diluncurkan, Breeze, tidak akan digunakan pada Valorant Circuit Tour (VCT) 2021 Masters Reykjavik.

Map baru yang terletak di surga tropis ini awalnya akan memulai debut kompetitifnya di Islandia. Namun pihak penyelenggara VCT menarik kembali keputusan tersebut demi kepentingan integritas kompetitif.

Pihak VCT mengutip dua poin utama dalam pengambilan keputusan itu, yakni pendapat pemain profesional dan waktu persiapan pemain yang sangat singkat. Jika Breeze tetap disertakan pada Master nanti, tim yang bersaing terpaksa harus berlatih pada map ini mengingat turnamen sebelumnya belum menampilkannya di pool. Waktu mereka berlatih juga akan sangat singkat karena harus melakukan perjalanan ke Islandia, tempat Master berlangsung.



Kredit: Riot Games

Banyak yang menyambut baik keputusan Riot ini dengan alasan integritas turnamen kompetitif internasional pertama Valorant harus terjaga. Meskipun para penggemar dan pemain profesional memberikan tanggapan positif pada map Breeze, menambahkan map ini ke turnamen Master jelas akan menghadirkan masalah.

Tengok saja pada masalah yang ditimbulkan Icebox pada turnamen perdananya. Karena jarak waktu antara peluncuran map dan pelaksanaan turnamen yang singkat, sebagian besar tim profesional tidak memiliki pemahaman map yang baik. Itu dimanfaatkan oleh tim-tim kecil untuk menumbangkan para profesional, seperti yang dialami Sentinels di kualifikasi terbuka VCT NA.

Meskipun keputusan ini cukup disayangkan karena kita harus menunggu lebih lama untuk melihat Breeze dimainkan oleh para profesional, namun integritas kompetisi profesional wajib dijaga.

BACA JUGA: Sepenggal kisah f0rsakeN, adik Xccurate yang sukses di scene Valorant