Pelatih Paper Rex Alexandre “alecks” Sallé mengakui jika 2023 adalah tahun yang penuh tantangan.
Di tahun ini, hampir setiap tim Valorant mengalami perubahan roster. Ada yang direncanakan, namun ada pula yang terpaksa.
Paper Rex menambahkan duelist Ilya “something” Petrov di awal VCT Pacific, menggeser Jason “f0rsakeN” Susanto dari posisi duelist, lalu mencadangkan Benedict “Benkai” Tan sebelum Masters Tokyo, dan memasukan Patiphan “CGRS” Posri setelah salah satu pemainnya dikonfirmasi tidak dapat bergabung dengan tim di Jepang karena masalah Visa.
Namun di tengah gejolak tersebut, mereka mampu meraih pencapaian luar biasa. Setelah menyapu rival di VCT Pacific DRX, mereka dijatuhkan oleh tim raksasa EMEA Fnatic ke lower bracket. Di jalur ini f0rsaken cs berhasil menumbangkan mitra scrim mereka Edward Gaming dan NRG Esports 2-1 hingga berhasil menembus posisi tiga besar.
Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan ONE Esports, coach alecks mengungkapkan apa yang sebernanya terjadi di belakang layar dalam kedatangan CGRS dan adanya bantuan yang membuat tim bisa melangkah jauh di turnamen.
- PRX f0rsakeN dan cara main duelist terbaik ala ‘W-Gaming’
- Eksklusif: Tips push rank Valorant terbaik dari duelist PRX
Pelatih Paper Rex, Alecks, mendapat bantuan dari analis paruh waktu

Kisah perjuangan bersaing dengan pemain pengganti di Masters Tokyo
Tidak bermain dengan roster utama berdampak signifikan pada gaya bermain Paper Rex di Masters Tokyo, karena tim terpaksa menggunakan gaya berbeda untuk menyesuaikan diri dengan CGRS.
“Jujur banyak tim lain yang lebih baik dalam apa yang kami coba lakukan saat ini,” kata coach alecks kepada ONE Esports. “Apa yang benar-benar kami kuasai saat ini adalah strategi duelist ganda. Saya tidak tahu apakah kami yang terbaik di dunia dalam strategi ini, tetapi saya yakin kami cukup dekat dengan hal itu. Tidak bisa memainkan duelist tentu saja menyakiti kami.”
Penyesuaian taktik dalam mengakomodasi CGRS juga membuat mereka tidak memiliki kapasitas untuk menghasilkan strategi kreatif seperti memilih agen non-meta.
“Sayangnya kalian tidak akan melihat strategi yang mengejutkan kali ini karena itu mustahil dilakukan,” Alecks meyakinkan.
Orang ke-7 yang diam-diam membantu tim di belakang layar
Untuk mendapatkan hasil terbaik, Alecks harus mengorbankan waktu tidurnya, ia bangun pukul 6 pagi setiap hari untuk meninjau VOD di Masters Tokyo. Ini terungkap dalam sesi wawancara pasca kemenangan semifinal melawan Edward Gaming.
Namun, dia tidak sendiri. Adalah Parth, seorang analis paruh waktu di India, yang membantunya di balik layar. Parth pertama kali menawarkan diri kepada Chief Gaming Officer dan salah satu pendiri Paper Rex Harley “dns” Orwall dengan menunjukkan jenis analisis data yang dapat dia lakukan.

“Harley meminta saya untuk melihat hasil pekerjaannya, dan menurut saya itu mengesankan, jadi kami mengajaknya. Dia memberikan ide yang sangat bagus namun menolak untuk dibayar. Suatu hari kami akan membayarnya, dan ketika hari itu tiba, dia haurs menerima hadiah dari kami,” terang Alecks.
Parth telah membantu dari India dengan menjadi sukarelawan paruh waktu untuk Paper Rex sembari melakukan pekeraan utamanya di sana. Dan itu benar-benar sangat membantu, sebab peran analis data adalah sesuatu yang kurang dikuasai oleh Alecks karena dia tidak terlalu menyukai angka.
“Ketika sesuatu berubah, kalian harus sangat spesifik tentang apa yang harus dicari, dan saya pikir itulah yang dia lakukan dengan sangat baik. Dalam hal seperti ini, kaian harus menemukan seseorang yang bisa diandalkan,” ucap Alecks. “Selain itu, kami menonton semua rekaman pertandingan, lalu dia mengungkapkan pemikirannya, kemudian saya menarik kesimpulan dari sana.”
Ikuti akun resmi ONE Esports di Facebook, Instagram dan TikTok untuk mendapatkan kabar terkini esports, hasil pertandingan, gosip transfer dan update harian lainnya.
BACA JUGA: Jadwal playoff VCT Masters Tokyo 2023, format, hasil dan cara menonton