Dominatus sukses melangkah ke babak Grand Final usai menumbangkan BOOM Esports dalam laga Final Upper Bracket, Jumat, (2/6) di Mall Taman Anggrek, Jakarta. Sejauh ini, Dominatus sukses mengukir ‘Cinderella’s story’ di VCL ID Split 2.

Mereka berhasil menumbangkan tim kuda hitam seperti ARF Team, mantan juara VCL ID Split 1, Bigetron Arctic hingga kandidat juara, BOOM Esports. Walau secara fanbase BOOM Esports lebih diunggulkan, Ray4c dkk tak kenal takut.

BOOM Esports, VCT Challengers Indonesia Split 1, VCT 2023, Valorant
Kredit: Valorant Esports Indonesia

Terbukti, dengan setup agresif dan permainan yang unik serta kokoh yang diperlihatkan oleh Dominatus, BOOM Esports dibuat terbungkam Jumat (2/6) petang. Kemenangan Dominatus sungguh di luar dugaan semua pihak.

Hanya karena tak banyak penggemar mengenal siapa Dominatus, bukan berarti Ray4c dkk tak punya kans untuk menjadi juara. Lalu, seperti apakah kekuatan Dominatus? Mengapa mereka layak diperhitungkan di VCL ID Split 2 – Main Event?


Dominatus gemparkan Taman Anggrek! Ini 3 faktor mengapa Ray4c dkk tak boleh diremehkan

1. Setup agresif yang tak biasa

Kehadiran Rayvaldo “Ray4c” sebagai duelist dengan Raze dan senjata pamungkasnya Judge membuat tim lainnya terbelalak. Mereka tak menyangka setup Dominatus dengan Ray4c mampu mengacak rencana yang sudah mereka susun.

Ray4c, Dominatus, VCT Challengers Indonesia Split 2, Valorant
Kredit: Valorant Esports Indonesia

Di bawah komando ValdyN, seluruh pasukan Dominatus menjelma menjadi sosok malaikat jagal yang luar biasa. Setup-setup tak terduga akhirnya membawa Ray4c dkk melangkah ke Grand Final.


2. Kekuatan duo veteran ex-ONIC ValdyN dan RisenN yang begitu kuat

Jika kalian penggemar Valorant sejati, kalian tentu tak asing dengan ValdyN dan RisenN yang bukan pemain baru di dalam scene. Rifaldy “ValdyN” Nafian bersama dengan Aldi “RisenN” Huang pernah memperkuat ONIC Valorant.

Kredit: ONIC Esports

Usai mereka tak lagi membela ONIC, ValdyN sempat memperkuat lineup RRQ Endeavour di pertengahan tahun 2021 bersama AdrnKing. Selain itu, RisenN juga masih aktif bermain di scene, tak heran, duo veteran ini menjadi kekuatan besar.



ValdyN, Dominatus, VCT Challengers Indonesia Split 2, Valorant
Kredit: Valorant Esports Indonesia

Pengalaman yang mereka miliki menjadi modal penting bagi Dominatus untuk menjadi Kuda Hitam yang layak diperhitungkan di VCL ID Split 2.


3. Mentalitas ‘nothing to lose’ dan hidden stars di dalam tim

Berbeda dengan tim-tim ternama seperti BOOM Esports, Alter Ego, hingga Bigetron Arctic yang begitu mengejar gelar juara hingga tiket menuju VCT Ascension, Dominatus juga begitu namun mereka lebih bermain ‘nothing to lose’.

Alter Ego, VCT Challengers Indonesia Split 2, VCT 2023, Valorant
Kredit: ONE Esports

Bermain tanpa tekanan adalah salah satu nilai plus bagi Ray4c dkk di mana mereka jauh lebih santai serta bermain lebih lepas/tanpa beban.

Tak heran, atraksi-atraksi yang diperlihatkan Ray4c menjadi tekanan khusus bagi para lawan membuat tim Dominatus menjadi tak terhentikan.

Selain itu, kehadiran dua bintang muda GOTTEN dan Carrace juga menjadi satu faktor X di balik kekuatan Ray4c dkk sejauh ini. Terbukti, GOTTEN mampu berkontribusi besar dalam pertandingan kontra BOOM Esports.

Dominatus. VCT Challengers Indonesia Split 2, VCT 2023, Valorant
Kredit: Valorant Esports Indonesia

Dominatus yang sudah melangkah ke babak Grand Final akan menantikan siapa lawan nantinya antara Alter Ego atau BOOM Esports.

Ikuti akun resmi ONE Esports di FacebookInstagram dan TikTok untuk mendapatkan kabar terkini esports, hasil pertandingan, gosip transfer dan update harian lainnya.

BACA JUGA : VCT Challengers Indonesia Split 2: Jadwal, hasil pertandingan dan cara menonton