Sudah sebulan berlalu sejak VALORANT memasuki tahap beta, dan hingga saat ini, mereka yang bekerja di balik layar terus bersifat trasnparan tentang perkembangan game.

Vanguard, sistem anti-cheat Riot telah menjadi bahan perbincangan untuk berapa minggu terakhir. Kepala anti-cheat Riot, Paul “Arkem” Chamberlain, mengutarakan perkembangan Vanguard melalui blog post sebagai bentuk komitmen perusahaan untuk berbagai informasi kepada pemain.



Blog post tersebut berisi tentang apa itu Vanguard, mengapa sistem tersebut penting, dam bagaimana cara tim developer mengejar target yang diusung.

“Pengguna cheater memang masih ada, tapi strategi yang kami gunakan membuat cheat sulit untuk bertahan dan berkembang, dengan demikian, jumlah pengembang cheat di Valorant akan semakin berkurang dan membuat cheat yang masih beredar jadi mudah untuk dilacak,” ucap Paul.

Paul lanjut menjelaskan jika “kriteria keberhasilan kami bergantung pada penilaian pemain. Kami memantau jumlah laporan pengguna cheat, bertanya langsung melalui survei, dan terus melacak sentimen pemain di media sosial. Intinya jika pemain tidak senang, maka kami gagal. Anti-cheat diciptakan untuk melayani pemain, jadi tolong beri pendapat tentang apa yang sudah kami lakukan sejauh ini.”

Menyikapi unggahan blog post tersebut, dapat ditarik kesimpulan jika aspek terpenting dari anti-cheat VALORANT adalah seberapa baik tim developer mengembangkan sistem tersebut.

Sejauh ini, tahap closed beta VALORANT terus meraih kesuksesan dengan memecahkan rekor demi rekor. Penambahan Competitive Mode dan region baru diyakini akan semakin memperpanjang catatan kesuksesan tersebut.

BACA JUGA: Para pro player Apex Legends sukses juarai ESPN Esports Valorant Invitational