Sejak pandemi COVID-19 menyebar di seluruh dunia, industri esports terus tumbuh subur. Kini sudah ada beasiswa esports, tim esports wanita, dan bahkan esports masuk ke dalam SEA Games sebagai event medali resmi.
Atas dasar perkembangan pesat itu, muncul lembaga yang bertujuan memajukan industri esports lebih jauh, Esports Certification Institute (ECI).
Organisasi internasional ini didirikan oleh mantan Kepala Staf Dignitas Ryan Friedman dan mantan Wakil Presiden Esports Houston Rockets Sebastian Park dengan misi utama untuk menstandarisasi kemampuan dan kompetensi seseorang di kancah esports. ECI menjalankan misi tersebut dengan menawarkan ujian sertifikasi dalam pengetahuan esports.
“Meskipun industri berkembang pesat dalam lima tahun terakhir, mendapatkan karier di esports seringkali lebih tentang siapa yang Anda kenal daripada apa yang bisa Anda lakukan,” jelas Friedman. “Dengan menawarkan sertifikasi dalam pengetahuan esports, perusahaan akan mudah mengidentifikasi pelamar yang sangat terampil dan berkualitas, yang pada akhirnya menciptakan industri di mana setiap orang diberi kesempatan yang sama untuk berhasil dalam esports.”
Esports Certification Institute akan menyelenggarakan ujian berbasis pencapaian untuk menguji kemahiran siapa pun yang ingin mendapatkan pekerjaan di bidang esports. Ujian perdana terdiri dari 120 pertanyaan pilihan ganda, satu esai, dan tes di tiga komponen: pengetahuan esports, literasi statistik, dan pemecahan masalah.
- Teknologi baru Sony ini bisa jadi obat kerinduan menonton turnamen offline
- Setelah 15 tahun dirilis, fitur rahasia PS3 baru terungkap

Pertanyaan ujian ECI akan disiapkan oleh dewan penasihat institut yang terdiri dari sosok berpengaruh di industri esports seperti CEO Evil Geniuses Nicole LaPointe Jameson, CEO FlyQuest Tricia Sugita, CEO Gen.G Chris Park, dan wakil presiden Cloud9 Donald Boyce.
“Serupa dengan sertifikasi finansial, para kandidat harus menunjukkan pengetahuan dan keterampilan mereka melalui ujian ketat guna memastikan pemegang sertifikat memiliki kompetensi kritis yang diperlukan untuk bekerja di esports,” kata Sugita.
Kandidat yang telah lulus ujian tidak hanya akan mendapatkan sertifikat tetapi juga akan menerima bimbingan rutin dari dewan penasihat untuk memastikan kesuksesan jangka panjang di industri ini.
Untuk membantu mempersiapkan peserta ujian untuk ujian, ECI menawarkan panduan belajar dengan model bayaran sesuai kemampuan. Ini dimaksudkan untuk memungkinkan pelamar berpenghasilan rendah bisa mengakses ujian.
Selain tes dan sertifikasi, ECI juga akan meluncurkan program pendidikan esports dan peluang berjejaring bagi siapa saja yang berminat berkarier di bidang esports.
Untuk mengetahui lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi situs web Esports Certification Institute.
BACA JUGA: Bos Epic Games donasikan 7.500 hektar lahan untuk lestarikan lingkungan