Sejumlah game lawas dijual dengan harga tinggi karena kelangkaannya. Ada juga yang dibanderol selangit karena batal diproduksi masal dan sulit ditemukan, biasanya jenis seperti ini sangat dicari oleh kolektor video game.

Ketika game dilelang, para calon pembeli kerap saling sikut menaikan tawaran untuk mendapatkan game tersebut hingga harganya bisa naik sampai melebihi penghasilan seseorang selama setahun. Berikut ini adalah tiga game paling mahal yang pernah dilelang dengan harga fantastis


Gamma Attack – Rp14,6 juta


Gamma Attack adalah game konsol Atari 2600 yang dikembangkan oleh Gammation yang hanya diproduksi satu copy saja. Saat ini game tersebut dimiliki oleh kolektor video game, Anthony DeNardo. Permainan ini dikembangkan sebagai objek tes oleh pemilik Gammation untuk menguji pengontrol Atari khusus yang dijual oleh perusahaan tersebut. Gamma Attack kemudian di jual tetapi akhirnya menjadi legenda dan dipertanyakan keberadaannya.

Setelah menemukan salinan game yang berfungsi, Anthony DeNardo menjualnya di situs e-comerce eBay seharga US$1.000 (Rp14,6 juta). Meskipun terkesan mustahil ada orang yang mau membelinya, namun tidak menutup kemungkinan ada penggila game atau kolektor yang berminat memboyongnya.



Super Mario Bros – Rp1,6 miliar


Salah satu kasus teranyar dalam penjualan video game dengan harga fantastis terjadi baru-baru ini pada 10 Juli 2020 di mana salinan Super Mario Bros untuk NES yang masih disegel terjual dalam pelelangan seharga US$114.000 (Rp1,6 miliar). Yang membuat nilainya sangat tinggi adalah segel khusus yang masih melekat pada produk.

Salinan Super Mario Bros ini disegel dalam kemasan khusus yang digunakan saat Nintendo masih melakukan tes pemasaran di New York City dan Los Angeles. Desain kemasan tersebut tidak lama dipakai oleh perusahaan Nintendo karena dinilai tidak efisien. Namun, ini menyebabkan salinan Super Mario Bros menjadi sangat langka dan unik dibandingkan semua salinan lain.


Tetris – Rp14,6 miliar


Mereka yang berpengalaman dalam sejarah video game mungkin mengetahui kasus hak cipta Tetris. Bagi mereka yang tidak tahu, pembuat asli Tetris tidak memiliki hak cipta untuk permainannya sendiri karena game itu diciptakan di Soviet yang membuat Tetris menjadi milik pemerintah. Hingga puncaknya, Sega membuat Tetris versinya sendiri namun diperintahkan untuk dimusnahkan karena dianggap ilegal.

Tapi ternyata masih ada salinan utuh dari versi Tetris tersebut. Game ini juga ditandatangani oleh pria pencipta Tetris, Alexey Pakitnov. Sang pemilik lalu melelangnya di eBay dengan harga US$1 juta (Rp14,6 miliar). Karena kelangkaan dan sejarah di baliknya, banyak orang menginginkan game ini dalam koleksi mereka, tetapi harga yang dipatok terlalu berat untuk mereka.


Itulah tiga game termahal yang pernah dijual, apakah kalian tertarik untuk membelinya?

BACA JUGA: Sega bakal rilis mesin arcade mini