Game strategi seluler garapan Supercell, Clash Royale, berencana menerapkan perubahan besar pada format esports-nya untuk 2021, di mana Clash Royale League (CRL) akan menjadi turnamen individu, bukan antar-tim lagi.

Hal ini dilakukan oleh Supercell karena game Clash Royale ini awalnya memang dibuat untuk dimainkan secara individu. Hal ini tentu akan mengubah banyak hal dan format dari esports Clash Royale yang saat ini kita kenal.

Dengan kata lain, mungkin kita sudah bisa mengucapkan selamat tinggal kepada format King of the Hill yang diterapkan saat ini dan menyambut format baru yang tertulis di siaran pers resmi dari Supercell berbunyi: “akan lebih mirip dengan apa yang dialami semua pemain di rumah”.

Perubahan ini juga membuat Supercell akan menyediakan slot bagi 1.000 pemain teratas dalam game ini di CRL Seasonal Qualifiers dengan total hadiah lebih dari US$600.000. Nantinya, 24 pemain teratas dengan jumlah poin tertinggi pada akhir September 2021 akan memenuhi syarat untuk bersaing di Clash Royale League World Finals.



Selain itu, CRL juga mengumumkan bahwa mereka akan menambah prizepool mereka untuk World Finals menjadi US$1 juta. Jumlah ini jauh lebih besar dari prizepool CRL World Finals 2020 sebesar US$380.000, yang sebagian terbesar dibawa pulang oleh Team Queso.

Peningkatan ini juga mengikuti scene esports dari game Supercell lainnya, Brawl Stars, yang telah meningkatkan prizepool untuk World Finals-nya dari US$250.000 menjadi US$1 juta pada 2020, di mana PSG Esports dari Singapura berhasil menjadi juara untuk Brawl Stars World Finals 2020.

BACA JUGA: PSG Esports juara Brawl Stars Championship 2020