Melalui balapan yang sengit, Nathayos Sirigaya berhasil mempertahankan gelar juara Toyota GR GT Cup Asia. Meskipun hanya meraih satu kemenangan dari empat balapan, konsistensi menjadi kunci keberhasilan Sirigaya. Penampilan hebatnya di sepanjang seri berbuah poin yang mengantarkannya melangkah ke tangga juara untuk kedua kali.

Gengsi turnamen tahun ini lebih tinggi dari sebelumnya, bukan hanya karena total hadiah uang sebesar sekitar Rp328 juta tetapi juga memperebutkan dua tempat untuk tampil di GR GT Cup Global Final 2022.

Tercatat 20 pembalap dari tujuh negara, beradu kecepatan di empat sirkuit menggunakan mobil dengan mesin high performance Toyota Gazoo, mulai dari GR Yaris hingga mobil hybrid pemenang Le Mans, GR010.

Semi Final Race (Grup A, B, dan C)

Kredit: Toyota dan Gran Turismo 7

Di babak semifinal, 20 pembalap terbagi menjadi dua grup dengan masing-masing tujuh pembalap, serta satu grup berisi enam pembalap. Mereka mengadu kemampuan di sirkuit Toyota, Fuji Speedway, Jepang.

Di babak penyisihan ini, seluruh pembalap tampil maksimal untuk menuju putaran final. Pada tahapan ini, masing-masing pembalap mengerahkan semua upaya dalam mengumpulkan poin yang berharga.

Andika Rama Maulana, Nathayos Sirigaya dan Muhammed Uzair adalah favorit di grup A, meskipun kesalahan strategi yang dilakukan oleh Uzair di babak kualifikasi membuatnya menempati grid terakhir dan harus bekerja lebih keras.

Rama masuk pit lebih cepat untuk mengganti ban hard ke kompon medium yang lebih cepat. Strategi ini terbukti jitu untuk mempertahankan posisinya di atas Sirigaya dan Russell Reyes untuk memenangkan semifinal pertama. Sementara itu performa maksimal dari Uzair mengantarkannya ke posisi keempat.

Berikutnya adalah grup B yang dihuni oleh pemenang Toyota GT Velocity championship Iqbal Suji. Pembalap Malaysia ini memulai balapan dengan hebat dan menyelesaikan lap dengan cepat untuk menempati pole yang lebih baik dari pembalap Pradana Yogotama.

Berbeda dari pembalap lainnya, Suji melaju dengan ban medium, bukan hard dan langsung melesat memimpin balapan. Suji lalu masuk pit di lap 7untuk menggunakan ban yang lebih lambat, dan keluar pitstop di depan Yogotama yang menggunakan medium. Akan tetapi, pada lap 9, Yogotama berhasil melewati Suji sekaligus mempertahankan posisi untuk menjadi yang tercepat.

Para pembalap lainnya yang juga terlibat dalam duel sengit adalah Jun Kim dan Thanaphat Pungphat yang beberapa kali saling susul-menyusul namun pada akhirnya Pungphat mengamankan peringkat ketiga.

Semi Final Race C menghadirkan favorit turnamen Taj Aima Chou akhirnya berhasil meraih pole position dengan perbedaan waktu yang paling dekat sepanjang turnamen, hanya 0,004 detik.

Kedua pembalap top ini menggunakan strategi berbeda. Aiman memakai ban medium terlebih dahulu untuk memimpin perlombaan, sementara Chou menggunakan hard dengan harapan melaju lebih cepat di akhir lomba.

Dan hasilnya, Aiman berhasil menahan laju Chou dengan Pratama melengkapi podium di posisi ketiga.

Final Race Round 1

Sirigaya pertahankan gelar juara Toyota GR GT Cup Asia 2022

Setelah putaran Semi Final selesai, sekarang waktunya Final Race untuk menentukan juara Toyota GR GT Cup Asia 2022.

Balapan pertama digelar di sirukuit Catalunya, menggunakan GR Supra road car. Pembalap unggulan Sirigaya dan Aiman tampil bagus di kualifikasi namun mereka dikalahkan Moreno Pratama yang mnenempati posisi pole.

Urutan tersebut tidak berubah hingga pitstop, lalu Sirigaya ganti memimpin dari Aiman dan sukses menjaga posisinya hingga balapan berakhir, sementara Rama harus puas di peringkat tiga.

Sementara itu bagi Pratama, satu insiden saat bertarung dengan sesama pembalap Indonesia Rama dan Yogotama, berujung bencana ketika sebuah kesalahan fatal dari Yogotama berbuah tabrakan sehingga peluang menang mereka langsung tertutup.

Penalti 5 detik untuk Yogotama (kemudian menjadi 6 dengan tambahan 1 detik penalti karena shortcut), membuatnya harus puas di peringkat 10.

Final Race Round 2

Race 2 berlangsung di bawah kondisi basah di Nürburgring, sirkuit di mana satu kesalahan kecil dapat menimbulkan kerugian besar. Mobil pilihan para pembalap adalah GR Supra GR4, mobil balap yang cocok untuk kondisi ini.

Balapan Yogotama semakin memburuk karena mendapat tambahan penalti saat melakukan lap kualifikasi, sehingga dia harus memulai lomba dari urutan paling buncit. Sementara di depan, performa apik telah membuat Sirigaya menguasai pole mengungguli Suji dan Rama dengan selisih waktu tipis 0,001 selama lap 2 menit 15 detik!

Suji masuk pit lebih awal untuk mendapatkan visibilitas yang lebih baik, dan strategi ini terbukti tepat karena para rivalnya masuk pit belakangan. Pertarungan seru jelang balapan berakhir terjadi di mana Suji mampu menahan Sirigaya setelah keluar dari pit di dua lap terakhir untuk memastikan posisi pertama. Duel sengit serupa terlihat antara Rama dan Aiman yang menempati peringkat tiga dan empat.

Setelah di dua race pertama mengamankan peringkat satu dan dua, Sirigaya melangkahkan kaki ke race terakhir (ketiga) dengan status penguasa klasemen sementara.

Final Race Round 3

Panggung untuk race terakhir adalah sirkuit ikonik Le Mans dengan Toyota GR010 Hybrid Hypercar. Berbeda dari yang digunakan sebelumnya, mobil ini akan menguji akurasi para pembalap sambil mempertahankan kecepatan.

Para pembalap hanya diberi kesempatan satu lap di babak kualifikasi, dan dengan tingkat kesulitan lintasan yang tinggi,, mereka akan dengan mudah mendapatkan penalti. Tapi hebatnya, tidak satu pun dari pembalap ini yang mendapatkan penalti, dengan pole jatuh ke tangan Pungphat yang mengungguli Chou.

Chou melesat di awal setelah Pungphat mendapat penalti dan nyaris tak tertandingi di trek lurus dari mobil di belakangnya.

Duel menarik terjadi antara Pungphat dan Aiman yang berbuah bencana bagi Pungphat karena pembalap Thailand itu dipaksa keluar trek sehingga harapannya untuk menjadi juara seketika musnah.

Kebalikan dari babak kualifikasi, penalti bertebaran saat balapan berlangsung dan salah satunya membuat Rama mengungguli Sirigaya. Adegan ini sangat krusial karena membuat Aiman unggul di saat menggunakan ban soft terlebih dahulu.

Chou, dengan strategi konvensional medium, baru bisa memimpin ketika Aiman masuk pit di akhir lap keempat.

Aiman kemudian keluar dari pit dengan keunggulan tipis dari para pembalap soft, namun dengan ban medium, dia menjadi rentan serangan. Rama lalu mampu melewatinya dan setelah melalui pertarungan yang alot, Sirigaya yang berada di belakang juga berhasil melewati.

Di depan, Chou mengemudikan mobilnya secara konsisten dan tidak pernah mendapat rintangan apa pun untuk menyelesaikan balapan di posisi teratas. Sementara itu Sirigaya yang berada di peringkat tiga sadar betul untuk berhati-hati dan tinggal menjaga posisi untuk mempertahankan gelar juara.

Dengan koleksi 74 poin, Sirigaya mengukuhkan gelar juara, sementara Rama menempati peringkat kedua, terpaut tiga poin dengan total 71 poin. Y T Chou, runner up tahun lalu hanya mendapatkan 67 poin dan harus puas di peringkat tiga meskipun tampil istimewa di Final Race round 3.

Setelah menang, kepada ONE Esports Sirigaya mengatakan, “Bermain di turnamen ini dengan status juara bertahan, lalu berhasil mempertahankannya, Anda dapat membayangkan bagaimana besarnya beban yang telah saya angkat. Race terakhir adalah satu-satunya race yang saya khawatirkan, dan saya baru tenang di lap terakhir. Saya sempat berpikir telah kehilangan gelar, hingga saya mengetahui para pembalap di depan menggunakan strategi berbeda dan saya masih punya kans di bagian akhir balapan karena keuntungan penggunaan ban pada lap terakhir.”

Penghargaan tim dimenangkan oleh Malaysia, karena performa konsisten yang diperlihatkan oleh Suji dan Aiman yang berhasil mengakumulasikan 120 poin,disusul tim Indonesia dan Thailand di posisi 2 dan 3.

Tantangan Sirigaya berikutnya adalah GR GT Cup Global Final 2022 di Monaco, dimana dia akan ditemani oleh Rama dan para pembalap terbaik lainnya dari seluruh penjuru dunia, yang sama-sama memburu gelar juara global Toyota GR GT Cup 2022.

“Target saya adalah menikmati balapan dan melakukan yang terbaik,” kata Sirigaya tentang Global Final. “Apa pun yang terjadi nanti akan tercatat di sejarah Gran Turismo sebagai even pertama Gran Turismo 7 dan di Monaco.”